
***
Kenzo mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh seakan ingin berlari dari kenyataan yang baru saja ia ketahui.
Setelah mengemudi cukup lama, kini Kenzo dan mobil nya berhenti disebuah Villa tepi pantai milik ayahnya.
Villa ini adalah Villa yang dulu selalu Kenzo kunjungi bersama sang ayah jika Ayah dan ibunya kembali dari berpergian untuk sebuah urusan bisnis.
"Selamat datang tuan Kenzo?" Ujar salah seorang pelayan yang menyambut Kenzo di pintu depan.
Perasaaan Kenzo yang campur aduk membuat Kenzo tidak membalas sapaan dari pelayanannya itu.
Kenzo hanya berjalan lurus dari pintu depan yang di lewati nya tadi hingga tiba di pintu bagian belakang Villa yang langsung membawa nya bertemu dengan laut.
Kenzo membuka jas dan dasinya dengan kasar lalu melemparnya ke atas pasir-pasir yang berkilau terkena cahaya matahari itu. Kemudian....
"AAAaaaaAaaaaaaaaaaaaa...........!!!!!!!" teriak Kenzo sekeras mungkin, mengeluarkan semua jeritan di hatinya ..
****
"Kau kemana Kenz???" seru Alesya yang mencoba menerka-nerka kemana Kenzo akan pergi. Selama bersama Kenzo Alesya tidak pernah melihat Kenzo dalam keadaan yang seperti tadi.
"Mungkin Dyana tahu Kenzo berada dimana." Alesya pun berinisiatif menelpon Dyana.
"Hallo bibi..." sapa Alesya begitu telpon itu tersambung.
"Bukan.. ini aku Frans..." jawab Frans dengan santai. " Kau ingin bicara dengan Dyana, Alesya?" tanya Frans untuk suatu hal yang sudah dia ketahui jawaban nya.
"Siapa?" terdengar suara Dyana bertanya siapa yang menelepon nya.
"Alesya..."Jawab Frans sambil menyerahkan telpon itu kepada Dyana.
"Frans bisa kah kau keluar?" Pinta Dyana yang sangat yakin kalau Alesya menelpon karena sesuatu hal yang berhubungan dengan rencana mereka kemaren.
"Baiklah. .." Frans pun keluar dari kamar itu .
__ADS_1
Namun ketika Frans baru saja keluar dari kamar itu, dia bertemu dengan Marcus yang datang dengan semangkok bubur di tangannya.
"Hei...kau mau kemana?" Cegat Frans pada Marcus.
"Tentu saja ke dalam. Sebentar lagi jadwal minum obat nya Dyana. Jadi dia harus makan terlebih dahulu." Jawab Marcus yang tetap ingin ke dalam.
"tunggu dulu!! Dyana sedang berbicara melalui telpon dengan Alesya. Seperti ini sangat rahasia.. dia tidak ingin ada orang lain di sekitarnya." ujar Frans pada Marcus.
"Aku ini bukan orang lain. Lagi pula kalau memang begitu adanya, biarkan aku sekedar mengantarkan bubur ini ke kamarnya." Marcus tidak menghiraukan perkataan Frans. Dia tetap masuk ke kamar itu. Kebetulan Frans tadi lupa menutup pintu kamar Dyana ketika ia keluar dari kamar Dyana sehingga Marcus dapat masuk tanpa Dyana ketahui.
"Apa!!! Kenzo pergi setelah berbicara dengan dokter Suryo?" Teriak Dyana tertahan.
"Benar bi.. Apakah bibi tahu kemana kira-kira Kenzo pergi jika dia sedang dalam keadaan tertekan seperti ini?" Tanya Alesya, cemas.
Marcus yang secara tidak sengaja mendengar semua hal ini hanya bisa diam dan menyimak pembicaraan antara Dyana dan Alesya.
"Apa Kenzo sudah tahu kalau dia koma waktu itu?" Seru Marcus dalam hati.
"Aku tidak tahu Alesya.. Kenzo tidak pernah seperti ini sebelumnya..Dan aku pun tidak tahu tempat apa yang akan Kenzo tuju di kota ini. Karena aku jarang berkunjung kemari Alesya." jawab Dyana putus asa. Hatinya jadi tidak tenang karena keponakan pergi begitu saja.
"Alesya... segera kabari aku kalau kau sudah bertemu dengan Kenzo."pinta Dyana.
"tentu saja bi.. aku akan menelpon mu nanti." Alesya pun menutup telpon itu
"Kemana kau pergi Kenz..." seru Dyana, terdengar sedih.
"Tenanglah Dyana...aku akan membawa Kenzo kembali pulang." Seru Marcus dalam hati.
Saat ini Kenzo pasti sangat bingung, Marcus khawatir jika Kenzo terlalu banyak berpikir akan berakibat buruk pada diri Kenzo. Marcus harus bisa membawa Kenzo kembali. Bahkan kalau perlu, Marcus akan mengakui semua hal itu adalah perbuatan nya. Agar Kenzo berhenti berpikir mengenai kecelakaan itu. MARCUS TIDAK INGIN KENZO KEMBALI MENGALAMI TRAUMA MASA LALU YANG BURUK ITU. JIKA ALAM BAWAH SADAR KENZO INGIN MELUPAKAN HAL ITU, MAKA BIARLAH, SEMUA KEBENARAN TETAP TERKUBUR DALAM INGATANNYA
Marcus yang tahu tempat yang akan Kenzo kunjungi disaat -saat seperti ini, langsung pergi dari kamar Dyana. Bahkan Marcus lupa untuk menaruh bubur yang dibawanya untuk Dyana di kamar itu.
"kau mau kemana?" tanya Frans yang ternyata hanya berdiri sedikit agak jauh dari kamar Dyana.
"Ini... jangan lupa untuk meminta Dyana untuk makan obat setelah dia menghabiskan bubur ini. Dan satu lagi ... jangan katakan kalau aku tadi ke kamar nya. Jika ia bertanya dimana diri ku, katakan saja aku keluar karena suatu urusan." Ucap Marcus terburu-buru membuat Frans terbengong mendengar nya.
__ADS_1
Marcus pun pergi meninggalkan Frans hanya diam, tidak menjawab satu pun yang ia katakan.
"memang nya dia siapa menyuruh ku untuk melakukan banyak hal untuk nya " seru Frans setelah Marcus tidak lagi kelihatan lagi oleh matanya.
***
"Apa? Kau pun tidak tahu kemana Kenzo pergi jika dia sedang banyak masalah Jack?" Alesya jadi terbawa emosi setelah Jack mengatakan kalau dia pun tidak tahu kemana Kenzo akan pergi jika ada masalah.
"Maaf kan aku nyonya Alesya.. tapi selama aku dan tuan Kenzo ada di kota ini, aku tidak pernah melihat tuan Kenzo dirundung masalah yang berat. Setahu ku dia selalu dapat memecahkan masalah yang dihadapi nya." jawab Jack, yang terdengar menyesal tidak dapat membantu Alesya mencari Kenzo.
"Tapi coba nyonya ingat ... tuan Kenzo pernah membawa nyonya ke suatu tempat ketika kalian hanya sedang berdua ? mungkin saja tempat itu adalah tempat yang memiliki arti spesial baginya." Ucap Jack.
"Tempat spesial ..."Gumam Alesya mencoba mengingat apakah dia dan Kenzo pernah datang kesebuah tempat yang spesial hanya berdua saja.
"Apa kau ingat sesuatu nyonya?" tanya Jack yang menunggu jawaban dari Alesya.
"Seperti nya Kenzo pernah sekali mengajak ku ke sebuah Villa tepi pantai..."Ucap Alesya sambil mengingat- ingat lokasi Villa sewaktu Kenzo mengungkapkan perasaannya dulu pada Alesya, namun Alesya sempat menolaknya.
"Mungkin kah dia kesana?" Gumam Alesya dalam hati, menimbang-nimbang, benarkah itu adalah tempat yang mungkin akan Kenzo datangi.
"Villa tepi pantai? ya.. aku ingat nyonya... orang tua tuan Kenzo memang memiliki Villa di tepi pantai di kota ini. Tapi selama aku dan tuan Kenzo tinggal disini, dia tidak pernah sekalipun mengajak ku ke sana .. Menurut Tuan Kenzo.. Villa itu selalu membuat nya terkenang akan ayah dan ibunya yang sudah meninggal." Ujar Jack.
"Benar! Kenzo pasti ke Villa itu." seru Alesya dalam hati.
"Terima kasih Jack!!" seru Alesya dan langsung menutup telpon itu tanpa mendengar balasan dari Jack.
Alesya pun memberikan alamat Villa itu pada supir nya.
"Pak...tolong cepat ya!!!" Perintah Alesya pada sang supir.
"Kenzo...tunggu aku!!" Seru Alesya dalam hati.
**bersambung
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.
__ADS_1