Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 9#Ternyata Dia...#3


__ADS_3

Kenzo berusaha bersabar menunggu pihak hotel membuka pintu kamar tersebut dan taraaaaaa... di dalam kamar tersebut ada seorang laki-laki dan perempuan yang tertidur pulas. Yang tidak sadar ada banyak camera yang menyorot mereka.


"Agnez?" Seru Kenzo penuh selidik.


Jack mengangguk."Benar tuan."


"Apakah ini ulah mu Jack?"


"Tidak sepenuh nya tuan Kenzo. Aku hanya mengganti peran wanitanya." Jawab Jack dengan mata berbinar.


"Apa sebaiknya kita tidak ngobrol di dalam saja?" Jack masih saja mencoba mencuri lihat ke dalam.


"Seperti nya kau memang sudah bosan dengan leher mu yang sekarang ini." Ujar Kenzo, dingin.


Jack jadi merinding mendengar perkataan tuannya. "Huft dia sensitif sekali kalau berkaitan dengan nyonya Alesya." cibir Jack dalam hati.


Kemudian Jack memberikan senyuman yang lebar pada Kenzo sambil mengatakan, "Bagaimana semalam tuan?" Goda Jack.


"Heeh..!! Kau sungguh cari mati Jack!!!" Sungut Kenzo kesal.


"Aku hanya bercanda tuan.Hehehe.." Ujar Jack cepat.


"Tunggu aku di kamar mu. Aku akan kesana.. Dan minta Skala untuk kembali ke kamar nya. Ingat tempatkan beberapa orang untuk mengawasi kamar Skala." Perintah Kenzo.


"Baik tuan." Jack pun meninggalkan Kenzo.


Kenzo kembali ke dalam kamarnya.


Namun ketika dia melihat tempat tidur, Alesya sudah tidak ada lagi di tempat tidur.


"Dia pasti sedang di kamar mandi."


Kenzo duduk di tepi tempat tidur. Tiba-tiba dia tersenyum mengingat suasana pagi tadi ketika ia bersama Alesya. Andai saja Jack tidak menggangu maka saat ini pasti dia dan Alesya masih akan berada di tempat tidur.


"Aku akan mendapatkan mu Alesya. Bukan hanya diri mu tapi juga hati mu." Ucap Kenzo, penuh tekad.


Kenzo berdiri dan mengambil ponselnya. Kenzo mengirimi Jack sebuah pesan.


"Jack, lakukan uji DnA antara aku dan Skala." Ketik Kenzo.


"Kini aku sudah tahu kalau Alesya adalah gadis delapan tahun lalu jadi kemungkinan besar Skala adalah putra kandung ku karena dalam laporan dari detektif waktu itu tidak ada catatan kalau Alesya pernah menikah." Pikir Kenzo, dalam.


"Kenz!!" Panggil Alesya membuat Kenzo mengalihkan pandangan pada Alesya.


"Aku sudah selesai mandi. Sebaiknya kau pun segera mandi. " Ujar Alesya, pelan. Dia masih bingung harus bersikap bagaimana pada Kenzo setelah kejadian semalam.


"Heem... " Kenzo berdiri dan sengaja melewati Alesya.


Baru beberapa langkah Kenzo melewati Alesya, tiba-tiba dia memanggil Alesya yang sedang mencoba menenangkan degupan jantungnya. "Alesya!!" Panggil Kenzo.


"Ya Kenz?!!" Jawab Alesya dan dengan cepat membalikan tubuhnya.


"Apa yang ingin dikatakannya? Apa dia akan kembali mengungkit persoalan semalam?" Pikir Alesya gundah karena Kenzo memanggilnya.


"Tolong siap kan pakaian ganti ku." Ucap Kenzo, pelan.


"Ya." Balas Alesya, sedikit kecewa.


"Apa yang kau harapkan Alesya?!!" Alesya merutuki dirinya sendiri sambil berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian Kenzo.


"Kenz, pakaian mu sudah aku letakan di tempat tidur. Aku akan ke kamar Skala untuk melihat nya. " Ucap Alesya dari balik pintu kamar mandi.


"Baiklah."


Alesya pun pergi ke kamar Skala tapi dia melihat anak itu sedang sibuk membaca. "Kau sudah sarapan Skala?"Tanya Alesya begitu masuk ke kamar Skala.

__ADS_1


"Sudah mom. Aku sarapan bersama paman Jack." Jawab Skala santai.


"Mommy, boleh kah aku berjalan-jalan disekitar resort ini?" pinta Skala karena ia merasa sangat bosan.


"Tentu saja." Jawab Alesya.


"Aku dan paman Kenz masih harus bertemu dengan keluarga Diningrat. Kalau kau ingin pergi berjalan-jalan minta lah paman Jack untuk menemani mu.


" Haruskan aku pergi dengannya. Penampilannya saat ini sungguh norak. Untuk apa paman Jack menyamar seperti itu!!" Sungut Skala.


"Jangan lupa untuk mengabari ku." Seru Alesya sambil menutup pintu kamar.


Alesya tidak ingin terlalu cepat sampai ke ruang makan yang telah dipersiapkan untuk sarapan pagi ini Jadi dia sengaja menggunakan tangga.


"Ada apa itu?" Alesya penasaran melihat ada banyak wartawan di depan sebuah kamar.


Ketika Alesya hendak pergi terdengar suara Agnez berteriak kencang.


"Pergi kalian semua!!!!!"


"Cepat pergi!!!!!!!


Suara teriakan Agnez bagaikan magnet yang menarik Alesya untuk mendekati kerumunan itu


" Ada apa?" Tanya Alesya pelan pada salah seorang wartawan.


"Aku sebenarnya tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi nona, tapi seharusnya kami datang untuk menangkap basah tuan puji dan selingkuhan nya. Tapi setelah kami sampai disini kami malah mendapatkan tangkapan yang lebih besar." jelas wartawan kecil itu.


"Ngomong-ngomong kau dari TV mana?" Wartawan itu menatap heran pada Alesya yang tidak terlihat seperti seorang wartawan.


"Aku bukan wartawan. Aku hanya salah seorang pengunjung resort ini." Ujar Alesya beralasan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"Batin Alesya sambil mengintip dibalik kerumunan wartawan.


"Jangan ambil foto ku!!!!" Ujar nya sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Ayah!!! Ibu!!!"


Tidak hanya Agnez, tuan Puji pun sangat panik. Dia bingung bagaimana bisa wanita yang semalam ditiduri nya berubah menjadi Agnez. Jelas-jelas orang suruhan Jenny yang sudah mengantarkan Alesya. Tapi mengapa pagi ini wanita yang ada disamping nya malah Agnez. Tidak mungkin Jenny menyerahkan putri kandung nya.


"Diam lah!!" Ujar tuan Puji mencoba untuk menenangkan Agnez.


"Jangan Sentuh aku!!!" Jerit Agnez. "Dasar kau bandot tua!!!" Umpat Agnez.


"Kalau kau terus berteriak maka orang akan berpikir aku memperk*sa mu!!!" Ucap tuan Puji dengan suara yang pelan.


"Apa kau bilang!!!! Tentu saja kau sudah memperk*sa ku!!!" Jerit Agnez yang tentu saja menarik perhatian para wartawan.


"Apakah tuan Puji sudah memperk*sa mu nona Agnez?" Salah seorang wartawan dengan berani menanyakan hal itu disuasana yang sudah amat gaduh itu.


"Diam kalian!! Apa kalian tidak mengenal ku!!" Seru tuan Puji.


"Kalau kalian tidak mematikan kamera kalian maka aku akan pastikan kalian akan kehilangan perkerjaan kalian!!!" Bentak tuan Puji pada seluruh wartawan yang ada di sana.


"Ada apa ini??!!" Seru Jenny panik!!


Alesya yang mendengar suara Jenny dari arah belakangnya segera mengalihkan pandangannya ke arah lain agar Jenny tidak melihat dia ada disana.


"Cepat matikan kamera kalian!!" Ujar Jenny sambil menutup lensa kamera-kamera yang ia lewati.


Beberapa pengawal keluarga Diningrat pun mulai menghalau para wartawan menjauh dari kamar Agnez.


Dengan sembunyi-sembunyi Alesya menurunkan ponselnya dan pergi dari tempat itu.


"Rumayan!!" Gumamnya. "Tanpa perlu turun tangan, aku sudah mendapatkan cara membalas Agnez." Alesya tersenyum membayangkan video yang ia rekam di kamar Agnez tadi tersebar luas di internet. Jenny boleh saja membeli berita dari semua para wartawan tadi tapi dia pasti tidak akan tahu kalau ada penyusup kecil yang juga mencuri berita tadi. Perasaan Alesya jadi lebih membaik karena hal ini.

__ADS_1


"Kenapa kau berjalan sambil tersenyum sendiri??" Seru Kenzo mendadak sudah ada di samping Alesya.


"Haa!!. Tidak ada." Alesya mempercepat jalannya.


Melihat Alesya yang mencoba menghindarinya Kenzo pun memperbesar langkah kaki nya.


Dia mengambil tangan Alesya dan mengaitkannya di lengan nya.


"Ruang makan sudah dekat." Ujar Kenzo mengingatkan Alesya agar menggandeng tangannya dengan benar sebelum memasuki ruang makan.


"Ha..!" Seru Alesya, mengerti maksud Kenzo.


"Maaf membuat kalian menunggu." Ujar Kenzo begitu sampai di ruangan yang sudah penuh dengan keluarga Diningrat.


"Mana Agnez dan Ibu?" Tanya Alesya pura-pura tidak tahu.


Mereka akan segera turun ucap Ronald yang belum mengetahui hal buruk yang menimpa putrinya. Karena semua hal ini awalnya memang hanya direncanakan oleh Agnez dan Jenny. Sedangkan Ronald setuju untuk mengadakan pesta karena ingin menarik simpati Kenzo.


Sebuah senyuman penuh kepuasan muncul diujung bibir Alesya.


"Ayo kita mulai saja sarapan kita." Seru Ronald.


Namun ketika mereka baru akan memulai sarapan pagi itu, tiba-tiba Agnez muncul dengan berteriak-teriak ke arah semua orang.


"Kurang ajar kau Alesya!! Ini semua pasti adalah rencana mu!!!" Ujar nya sambil menunjuk ke arah Alesya.


"Agnez!! Jaga sikap mu!" Bentak Ronald.


"Apa-apaan kau ini Agnez!! Lihat pakaian mu!! Apa kau baru habis di terkam harimau!!" Gumam Ronald geram melihat putrinya berani-beraninya muncul di sarapan pagi ini dengan baju yang compang-camping seperti gelandangan.


"Ini semua karena dia ayah!! Ini semua karena Alesya!!!" Jerit Agnez.


Benar ini semua karena Alesya!!" Jenny pun ikut bicara.


"Apa maksud mu!!" Tanya Ronald tidak mengerti dengan situasi gila yang ia temui.


"Alesya telah menjebak Agnez sehingga ia menghabiskan malam dengan tuan Puji." jelas Jenny sambil memeluk putrinya.


"Jaga bicara mu nyonya Diningrat!!Jangan sembarang menuduh istri ku. Dia ada bersama ku dari mala hingga kini. Bagaimana dia bisa mencelakai putri mu.Lagi pula tidak mungkin Alesya menghubungi tuan Puji secara hubungan mereka sangat buruk." Kenzo mengutarakan pendapatnya untuk membela Alesya.


"Kecuali ada orang yang memang berniat buruk dengan mengundang tuan Puji untuk turut serta hadir di pesta kemarin!" Kenzo menggenggam telapak tangan Alesya.


"Lalu dimana tuan Puji?" Tanya Ronald yang pusing tujuh keliling karena kejadian yang memalukan ini.


"Dia ada di lantai atas." Seru Jenny.


Tanpa basa basi Ronald meninggalkan ruang makan dan pergi menemui tuan Puji. Sedangkan Agnez dan ibu nya terus menatap Alesya dengan tatapan kebencian. "Aku akan membalas mu Alesya." Gumam Agnez dalam hati.


"Kini kau akhirnya merasakan apa yang aku rasakan delapan tahun lalu ketika kau menjebak ku Agnez!! Bahkan tanpa aku harus turun tangan!! Tuhan sudah membalas mu!" Seru Alesya dalam hati sambil memakan sarapannya.


Anggota keluarga Diningrat yang lain melihat Ronald meninggal kan ruangan itu, mereka pun ikut pergi dari ruangan itu.


Kini hanya ada Kenzo dan Alesya berdua yang sedang menikmati sarapan paginya.


"Apa kau senang?" Tanya Kenzo mendadak.


"Aku? Senang? Untuk apa?" Ujar Alesya sambil menyembunyikan senyuman kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah nya.


"Untuk segala nya yang terjadi hari ini." Jawab Kenzo,ambigu.


"Segalanya? Apa yang dia maksudkan adalah kejadian semalam?" Gumam Alesya dalam hati, membuat wajah nya merona.


###


Haaaaii.. zeyeng jangan lupa untuk like dan komen. Kalau yang berbaik hati vote untuk otor, sumpah otor kagak akan nolak!! hehehe....

__ADS_1


__ADS_2