
"ancaman? siapa bilang ini hanya sebuah ancaman!" Ujar Kenzo, sekali lagi mendorong Arya dengan keras ke pintu ruangan Dyana.
"laporkan saja kalau kau berani! kau sendiri nanti yang akan malu sebab semua orang akan tahu siapa diri mu yang sebenarnya." Oceh Arya, yang masih belum sadar bahwa dirinya lah yang sesungguh nya berada di pihak yang salah.
"Memang nya kau pikir siapa diri mu hingga kau sangat mengenal kehidupan ku, hah!!" seru Kenzo ketus. Kenzo masih berusaha bersabar untuk tidak melayangkan tinju nya ke wajah Arya yang menyebalkan itu.
"Kau? Cih!! kau tidak lebih dari seorang pria yang tidak bertanggung jawab!! atau mungkin kau akan lebih suka jika aku memanggil mu seorang baji*ngan yang tidak punya hati nurani!!" Maki Arya.
Arya terus saja mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya yang ia tujukan untuk Kenzo. Sungguh Arya sedang menggali kuburannya sendiri.
"Kenz! please!! lepaskan saja dokter ini! Nanti malah jadi rame!" Ujar ALesya sambil terus melihat ke kiri dan ke kanan. Dia tidak ingin ada orang yang melihat kejadian ini. Bagaimana pun Kenzo adalah seorang pengusaha terpandang di kota itu. Bisa-bisa hal ini di bungkus dan dijadikan sebuah skandal untuk menjatuhkan Kenzo.
Kini Alesya memalingkan wajah nya ke arah Arya. "Dokter! Please! kalau kau memang tidak ada keperluan di sini lebih baik kau pergi dari sini, dok!" Ucap Alesya pada Arya. Alesya tidak yakin dia dapat menenangkan suaminya lebih lama lagi jika mulut dokter Arya terus menerus mengoceh hal yang bukan-bukan.
"jangan sampai Kenzo masuk berita gosip besok pagi." Gumam ALesya dalam hati."Ya tuhan! Apa dokter ini sudah gila!!" Batin Alesya.
Arya yang mendengar Alesya berkata seperti itu semakin membuat hatinya merasa jijik pada Alesya. Arya paling benci dengan wanita yang suka berpura-pura baik di depan orang yang di sukai padahal aslinya hati nya penuh dengan kebusukan.
"Aku tidak butuh bantuan mu!! Dasar wanita penggoda!!" Seru Arya yang membuat darah Kenzo naik langsung kepala. Kenzo sudah tidak dapat mentolerir semua perkataan Arya yang awalanya hanya sebuah ucapan yang tidak masuk akal, kini berubah menjadi hinaan yang ditujukan ke pada istrinya tepat di depan batang hidung Kenzo.
Kenzo langsung membalikan badan Arya dan sebuah bogem hangat menyapa tepat di pipi Arya yang tidak sempat menghindar dari pukulan Kenzo dan Arya pun langsung terhuyung ke lantai karena pukulan yang Kenzo berikan.
"Jangan pernah sekali-kali kau berani menghina Alesya atau akan aku koyak kan mulut besar mu itu!!" Seru Kenzo sangat marah. Dia paling tidak bisa menahan emosinya jika itu sudah menyangkut istri dan anaknya.
Kenzo melangkah ke depan. Hatinya masih belum puas hanya memberi Arya satu bogem panas. Menurut Kenzo itu belum sepadan dengan hinaan yang Arya berikan pada Alesya. Paling tidak, Kenzo harus bisa membuat dokter ini menjalani operasi di mulutnya malam ini. Tapi sayangnya Alesya yang tahu kalau Kenzo sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi, langsung menggunakan tubuhnya untuk menghalangi Kenzo menyerang Arya. Alesya langsung memeluk erat tubuh Kenzo.
__ADS_1
"Sayang!! dengarkan aku! Please dengerin aku dulu!!" Alesya terus berusaha menahan Kenzo sebisanya. Dia tahu Kenzo pasti tidak akan tega menghempaskan tubuh nya ke lantai rumah sakit.
"Aku harus memberikan pelajaran etika pada dokter ini sayang!! kau dengar sendiri kan apa yang dia katakan tentang diri mu barusan!!" Ujar Kenzo yang sudah dipenuhi hasrat untuk menghajar Arya habis-habisan.
"sayang, please!!" mohon Alesya, yang hampir saja menangis.
Kenzo menarik nafas panjang dan dalam untuk meredakan emosinya yang sudah terpusat di ujung tinju di kedua tangannya.
"Dokter please!! pergi lah!! aku tidak bisa menahan Kenzo lebih lama dari ini" Teriak Alesya pada Arya.
Tapi Arya sungguh seperti tidak menghargai nyawa yang dimiliki nya saat ini. Alih-alih segera angkat kaki dari tempat itu, dia malah kembali menyulut amarah Kenzo.
"Cuih!!" Arya meludah ke lantai sebab sudut bibinya sedikit berdarah."aku tidak perlu perlindungan dan pertolongan dari seorang pel*cur!" ucap Arya dengan wajah yang sungguh terlihat mengesalkan.
Tubuh Kenzo kembali mengeras. Kalau dia tidak dapat membunuh Arya saat ini maka dia akan merasa percuma menjadi seorang laki-laki.
"Klek..!!" terdengar suara pintu yang terbuka dengan kasar dari luar.
"Paman!! Frans!! tolong!! Kenzo berkelahi dengan seorang dokter di luar!!" Teriak Alesya begitu pintu itu terbuka.
Marcus dan Frans yang mendengar perkataan Alesya auto berdiri dan berlari keluar.
Begitu Marcus dan Frans sampai di luar, mereka melihat Kenzo sedang menghajar habis-habisan seseorang yang berpakaian seperti seorang dokter.
"Frans!!" Ujar Marcus pada Frans dan langsung dibalas anggukan oleh Frans tanda dia mengerti apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
Frans dan Marcus dengan sigap memegangi Kenzo dari belakang.
"lepaskan aku!! aku akan membuat pria ini mengganti mulutnya dengan mulut yang baru!!" Ujar Kenzo sambil terus meronta-ronta supaya dia bisa terlepas dari pegangan Frans dan Marcus.
"Kenzo!! tenang kan dirimu!!" Ujar Marcus.
"Cepat lepaskan aku!!!" erang Kenzo. Tubuhnya terus mencoba untuk bebas dari kungkungan kedua pria itu.
Marcus yang tadi tidak sempat melihat siapa orang yang tengah dihajar oleh Kenzo, memiringkan sedikit kepala nya dari balik tubuh Kenzo dan ternyata orang yang sedang terkapar di lantai itu adalah sahabatnya Arya..
"Arya???" Seru Marcus, kaget, ternyata laki-laki yang dihajar oleh keponakannya adalah sahabatnya sendiri.
"apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?"gumam Marcus dalam hati.
Marcus memberikan kode kepada Frans agar memegangi Kenzo kuat-kuat sebab dia akan melihat keadaan Arya yang terkapar di lantai rumah sakit itu.
"Arya!!! Arya!!!" seru Marcus pada sahabatnya yang terlihat sudah tidak ada tenaga sama sekali itu.
"Kenz!! kau apa kan dia!!" Ujar Marcus dengan nada sedikit marah pada Kenzo.
"Tadinya mau aku kirim ke neraka." jawab Kenzo yang masih dipegangi oleh Frans.
"Frans tetap pegangin dia! aku akan membawa Arya ke dalam untuk di obati." Ujar Marcus dan memapah Arya masuk ke dalam kamar Dyana.
Marcus sadar Dyana yang tadi sudah panik mendengar Kenzo menghajar seseorang pasti akan bertambah panik mengetahui kondisi orang yang dihajar oleh Kenzo sampai babak beluk seperti ini. Tapi apa boleh buat, Marcus juga tidak ingin hal ini menjadi berita menghebohkan besok pagi.
__ADS_1
****bersambung
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.