
“klek..”suara pintu kamar terbuka membuat Agnez yang sedang sibuk mencari ponselnya terperanjat.
Agnez menatap pada pria yang juga sedang menatapnya dengan pandangan penuh keheranan.
“kau sudah bangun?” tanya Marcus pada Agnez yang masih mematung di depan lemari di sudut kamarnya.
“mati aku! Aku harus bilang apa pada laki-laki ini?”Gumam Agnez dalam hati. Dia sama sekali tidak mengenal siapa Marcus. Seingat Agnez, suara laki-laki ini adalah suara orang yang sedari kemaren memeriksa dirinya. “apa dia dokter keluarga tuan Puji?” Pikir Agnez, menebak-nebak dalam hati.
“kalau kau sudah bisa bangun, sebaiknya kau segera habiskan makanan mu dan meminum semua obat mu.” Marcus melanjutkan perkataannya sebab Agnez terlihat seperti orang linglung yang tidak akan memberikan jawaban apapun pada Marcus.
Marcus berjalan mendekati Agnez, untuk memastikan wanita itu tidak sedang hilang akal atau sebagainya. Sebab sedari tadi Agnez hanya diam tanpa berkata satu kata pun.
“Jangan mendekat!!” seru Agnez ketika Marcus hanya tinggal beberapa langkah dari nya.
__ADS_1
“Rupa nya kau tidak bisu nyonya Agnez!!” Ujar Marcus sambil tertawa melihat wajah Agnez yang penuh waspada.
“Apa orang tuanya memaksanya menikah dengan tuan Puji seperti dalam cerita Siti Nurbaya?” Pikir Marcus dalam hati yang berpikir kalau kondisi Agnez saat ini sebab iya penolakannya pada pernikahan ini.
Tapi kalau dipikir-pikir kembali, wanita mana yang sudi menikah dengan pria tua yang memiliki banyak sekali istri seperti tuan Puji kecuali pernikahan itu adalah sebuah paksaan.
Sambil berpikir, Marcus terus berjalan mendekat ke arah Agnez. Tiba-tiba hati nya merasa iba pada nasib Agnez.
“Sudah aku katakan!! Jangan mendekat!!” seru Agnez sambil mundur ke belakang hingga tak ada lagi tempat bagi nya untuk mundur.
Agnez melihat ke belakang, dan benar saja memang ada sebuah ponsel disana.”jadi itu adalah ponsel milik pria itu.” Gumam Agnez dalam hati.
Kini Marcus sudah ada tepat di hadapan Agnez.
__ADS_1
“kenalkan, nama ku Marcus!” Marcus mengulurkan tangannya pada Agnez. “kau tenang saja, aku bukan anggota keluarga tuan Puji dan juga bukan dokter keluarga ini. Aku hanya kenalan baru dari keluarga ini.” Marcus terpaksa menjelaskan siapa dirinya sebenarnya agar Agnez tidak takut pada nya.
Marcus ingat ketika ia kuliah di kedokteran dulu, dosen nya selalu mengatakan bahwa sangat penting bagi seorang dokter untuk mendapatkan kepercayaan pasiennya terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan dengan pasien tersebut. Dan hal ini lah yang tengah dilakukan oleh Marcus. Melihat kondisi Agnez yang terlihat tidak baik secara fisik dan mental itu tidak menutup kemungkinan Agnez akan menolak untuk berkomunikasi dengan orang asing dengan tujuan untuk melindungi dirinya.
Bukan bermaksud mencampuri urusan rumah tangga Agnez dan tuan Puji, hanya saja jiwa kedokteran Marcus tidak bisa tinggal diam melihat wanita yang memiliki trauma fisik dan mental seperti Agnez saat ini.
Agnez menatap Marcus dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana kalau dia adalah orang suruhan tuan Puji, salah -salah Agnez bicara malah akan mendatangkan masalah baru antara dirinya dan Jasmin. Atau bisa saja orang ini adalah orang nya Jasmin yang memastikan kalau Agnez tetap tutup mulut tentang kejadian di sel bawah tanah itu.
Tatap tidak percaya yang terpancar dari mata Agnez dapat dengan mudah dibaca oleh Marcus dan dia hanya tersenyum sambil menarik tangannya kembali.
“mungkin kau belum mau berkenalan dengan ku saat ini. Tapi jangan khawatir aku yakin kita akan segera kembali bertemu. Dan kau bisa tahu kalau semua yang aku katakan tadi tidak lah bohong. Setelah itu aku akan mengajak mu berkenalan kembali.” Setelah menyelesaikan perkataannya Marcus langsung mengambil ponselnya yang berada di belakang Agnez dan pergi meninggalkan kamar itu dimana Agnez masih tetap menatap Marcus dengan penuh rasa curiga.
**bersambung..
__ADS_1
kira-kira Agnez dan Marcus dapatkah menjadi teman?