Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#46


__ADS_3

“hahhaha... kau benar sekali Frans. Mereka itu bukan kembar tapi mereka itu satu tali pusar!” timpal Dyana yang sangat tahu seperti apa kedekatan Kenzo dan Marcus sebenarnya. #Tentu saja sebelum negara api menyerang.


“Aku dari rumah Kenzo tadi. Aleysa dan Kenzo meminta ku ke sana.” Lanjut Frans. “Dan apa kau tahu apa yang kami bicarakan di bicarakan di sana?”Tanya Frans.


“Apa?” Tanya Dyaana sambil menatap Frans dengan sorotan mata yang penuh rasa penasaran.


“Alesya dan Kenzo mengajak ku untuk menyukseskan pernikahan mu dan Marcus! Sungguh tidak berperasaan kan mereka pada ku!” Ujar Frans sambil memasang tampang sedihnya di hadapannya.


“Frans!” seru Dyana yang jadi ikut-ikutan sedih karena melihat wajah Frans yang sendu.


“Hei! Aku hanya bercanda!!” Tukas Frans. “Aku sudah mengikhlaskan mu dengan Marcus. Dan aku bahagia melihat mu bahagia. Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku.” Ucap Frans sambil menggenggam tangan Dyana.


“Saat ini kau dengarkan aku baik-baik...” Lanjut Frans.

__ADS_1


“baiklah..” Jawab Dyana.


“Kau dan Marcus akan melangsungkan pernikahan secara tertutup besok pagi.”


Frans belum menyelesaikan perkataannya tapi Dyana buru-buru memotong perkataan Frans.


“Besok pagi!! Bagaimana mungkin Frans! Baju nya saja baru akan di antar besok pagi. Lagi pula, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Tidak mungkin mengadakan seluruh hal itu dalam semalam!” Tukas Dyana dengan tatapan tidak percaya. Ini terlalu mendadak.


“Kau tenang saja, pas acara, pengantin pria nya akan di ganti.” Lanjut Frans.


“Maksudnya?” Dyana masih belum konnek dengan planning itu.


“Heem... ringkasnya begini! Saat ini kita harus bisa meyakinkan IBU MU... dan IBU KU, bahwa kita akan menikah besok. Aku akan mengatakan bahwa aku tidak bisa menunggu lebih lama untuk menikah dengan mu sebab aku takut Marcus membawa lari pengantin ku. Kalau perlu kita manfaatkan kepulangan mu dengan Marcus untuk memperkuat argumen ku. Aku yakin ibu mu dan ibu ku akan setuju!” jelas Frans panjang kali lebar.

__ADS_1


“Oke.. sejauh ini aku paham. Tapi untuk urusan yang lain nya apa yang akan kau katakan pada ibu mu dan ibu ku?” Tanya Dyana.


“Kau tenang saja! Sepanjang perjalanan tadi aku sudah mempersiapkan berbagai versi jawaban dari segala kemungkinan pertanyaan yang akan muncul.” Tukas Frans sambil tersenyum guna meyakinkan Dyana.


Frans teringat perkataan Alesya, “TIDAK BAIK MENOLONG ORANG SETENGAH-SETENGAH!! KALAU PUN FRANS HARUS BERBOHONG DEMI MEMPESATUKAN DYANA DENGAN CINTA SEJATI NYA MAKA AKAN FRANS LAKUKAN.”


“kalau kau sudah paham, sebaiknya kita turun menemui ibu mu dan ibu ku yang sedang sibuk menatap bintang di teras.” Ujar Frans.


“Aku siap Frans! Dan semoga ibu mu dan ibu ku tidak mencurigai rencana kita ini! Terkadang sulit untuk menebak isi pikiran dari para emak-emak ini.” Uajr Dyana.


Frans hanya mengedipkan matanya untuk meyakinkan Dyana bahwa semua nya akan berjalan baik-baik saja. Apalagi misi sudden wedding ini memiliki tim sukses khusus yang menangani nya.


Frans dan Dyana pun ke bawah untuk menemui Mary dan Nania yang sedang asik berbincang di teras sambil menikmati udara malam.

__ADS_1


__ADS_2