
****
“kalau begitu, apakah kau tidak berniat untuk mengatakan semua kebenaran itu pada Kenzo paman?” tanya Alesya yang bingung akan sikap Marcus yang memilih untuk diam, menutupi semua kebenaran itu dari Kenzo.
“itu semua hanya akan melukainya Alesya.” Jawab Marcus dengan wajah sedihnya. “aku tidak ingin membuatnya tertekan dan merasa bersalah akan hal itu.” Timpal Marcus. Dia benar-benar tidak bisa mengungkapkan kebenaran itu pada Kenzo. Dia tidak ingin hal buruk terjadi pada keponakan kesayangannya itu.
“tapi dengan tetap diam seperti ini kau hanya akan terus menjadi sasaran kemarahan Kenzo pada akhirnya. Dan itu semua tidak adil untuk mu.” Lanjut Aleysa. Tatapannya pada Marcus saat benar-benar mengisyaratkan rasa simpati yang luar biasa. Bagaimana Marcus bisa menanggung semua beban ini sendirian. Pantas saja kakek Albert tidak memperpanjang semua masalah ini ke kantor polisi. Andaikan Kenzo tahu semua kebenaran ini.. Alesya tidak dapat membayangkan betapa terpukul nya Kenzo.. dia yang telah kehilangan orang tuannya dan mesti membentengi dirinya dengan kebencian pada orang yang sangat berharga dalam hidupnya. Alesya benar-benar tidak bisa membayangkan...
__ADS_1
“sungguh Alesya, aku sangat ingin memperbaiki hubungan ku dengan Kenzo. Aku sudah berkali-kali memberikan bukti pada nya kalau aku tidak terlibat dalam kecelakaan orang tuanya. Tapi percuma. Dia tidak percaya.” Ungkap Marcus, dengan nada putus asa. Sedari awal Marcus selalu mengatakan kalau diri tidka bersalah pada Kenzo. Berbagai macam bukti yang menunjukkan kalau diri nya tidak terkait dengan peristiwa pilu itu juga sudah ia tunjukan pada Kenzo. Tapi Kenzo tetap dalam keteguhan hatinya, mempercayai apa yang ada dalam ingatannya. Sehingga Marcus selalu menjadi orang yang bersalah untuk hal itu.
“tentu saja Kenzo tidak akan percaya. Karena apa yang ada dalam ingatannya hanya itu yang akan dia percayai sebagai sebuah kebenaran, paman!!!"seru alesya,marah..
"Lebih parahny, kau dan kakek malah membuat keyakinannya itu semakin nyata dengan tetap diam selama ini paman.” Alesya menghela nafasnya dengan kesal. Dia paham kondisi Marcus, tapi tetap saja ini salah.
Alesya melihat Marcus dengan pandangan lelahnya. Ya, memikirkannya saja sudah membuat Alesya lelah padahal belum genap satu jam dia mengetahui tentang semua fakta itu. Bagaimana dengan Marcus? yang sudah membawa fakta ini belasan tahun dalam hidupnya. Menerima kebencian dari orang yang ia sayang. Alesya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil terus menghela nafas setiap untuk mengurangi beban yang ia rasa.
__ADS_1
“entah lah. Apakah aku akan berbuat bodoh seperti yang kau lakukan paman!" jawab Alesya sambil memijat pelipisnya.
Kebenaran tentang rahasia kecelakaan orangtuanya Kenzo belasan tahun lalu benar-benar membuat Alesya tidak habis pikir. Ternyata semua benar-benar diluar bayangannya. Tidak ada orang luar dan tidak ada musuh yang harus dicari. Semuanya bagaikan lapisan es di sebuah danau pada musim dingin. beku, tipis dan rapuh. Bisa jadi tindakan Marcus adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan untuk Kenzo sebagai keponakan yang sangat ia cintai, tapi balasan berupa kebencian yang tiada hentinya dari Kenzo hingga saat ini yang ia terima benar-benar tidak layak Marcus terima sebagai imbalan semua pengorbanannya.
Hanya saja apakah Marcus dan Albert sudah benar-benar memikirkan Kenzo dalam hal ini? apa yang akan terjadi pada Kenzo jika ia tahu kebenaran yang ia yakini sebagai kebenaran selama ini ternyata bukanlah kebenaran yang sesungguhnya...
***bersambung...
__ADS_1