
Stephan hanya tersenyum sambil menyalami tangan Nania. Stephan yakin wanita yang menggunakan topeng ini pastilah ibunya Frans.
Stephan merasa sangat bersyukur karena wanita ini telah menahan tangan Frans, maka Stephan bisa menemukan kedua orang ini. Kalau tidak maka Stephan terpaksa mengerahkan prajuritnya secara diam-diam di negera ini hanya untuk mencari Stephanie dan Frans.
“nama ku Stephan, kakaknya Stephanie, calon istri Frans.” Ujar Stephan sambil mengulurkan tangannya pada Nania yang terlihat terkejut.
Pertama karena nama kedua orang itu adalah Stephanie dan Stephan. Kedua karena wajah pemuda yang Bernama Stephan itu sangat mirip dengan wajah mantan suami nya. Dan yang ketiga, calon istri Frans? Bagaimana bisa?
“Ibu! Aku bisa menjelaskan ini semua!” Ujar Frans cepat. Dia tidak bisa membiarkan kesalahpahaman in berkepanjangannya.
“Sayang.. benarkan kata ku! Frans sudah menghamili wanita itu maka nya wanita itu datang bersama kakak nya untuk meminta pertanggung jawaban Frans!” Ujar Kenzo seenaknya tapi kali ini tidak hanya mendapatkan dua no, tapi tiga no sekaligus. Kalau dibawa ke X factors sudah pasti Kenzo tidak bisa lanjut ke babak berikut nya..
“NO!!” Seru Frans, Stephanie dan Stephan bersamaan.
“Kenz!! Kau ini jangan sembarangan tuduh seperti in!!” Alesya menyikut suaminya.
Kenzo pun segera menutup mulutnya yang sambil menahan senyum itu.
“Bisa kalian katakana kalian dari mana?” Tanya Nania dengan suara bergetar. Dia yakin Stephanie dan Stephan ini pasti lah putra dan putrinya.
“Perkenalkan aku Stephan, dan ini adik kembar ku Stephanie.” Ulang Stephan, berusaha untuk memperkenalkan diri dengan baik pada calon mertua adiknya.
“Nama ku Nania,” ujar Nania sambil melepaskan topengnya.
“Ibu…” Seru Stephanie, yang kontan melepaskan tangan Frans.
“Stephanie, kau kah itu nak?” Nania meraih tangan Stephanie.
Stephanie langsung memeluk Nania.
Stephan, Frans, Kenzo dan ALesya hanya bisa menatap heran melihat apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
“See… wanita itu pun bahkan memanggil bibi Nania dengan sebutan ibu. Fix, Frans sudah menghamili-“
“NO!!!” Ujar Stephan, Frans dan ALesya bersamaan.
“Maaf seperti nya aku harus membawa suami ku pergi dari sini!” Seru Aleysa sambil menarik Kenzo. ALesya tidak ingin Kenzo berkata yang bukan-bukan lagi.
“Stephanie, bisa kau jelaskan hal ini pada ku?” tanya Stephan sambil memegang bahu adik kembarnya.
Stephanie melepaskan kalung dari lehernya.
“Kak, wanita ini adalah ibu kita. Ibu yang selama ini aku cari kak.. kak akhirnya aku menemukan ibu!” Tukas Stephanie sambil menangis dan ingin memeluk Nania lagi.
“Tidak!! Dia bukan ibu kita Stephanie! Ibu kita sudah mati!” Seru Stephan sambil melambatkan suaranya.
“Tidak kak! Dia ibu kita! Lihat lah! Wajah nya sangat mirip dengan wajah ibu di foto ini!” tunjuk Stephanie pada Stephan.
Stephan mengambil kalung itu dan melemparkannya ke lantai.
“Jangan sakiti adik mu Stephan!” Ujar Nania.
“Nyonya! Aku mohon jangan ikut campur urusan ku dan adik ku!” Tukas Stephan kasar pada Nania.
“Hei!! Jaga cara bicara mu! Kau berteriak pada ibu ku!!” Seru Frans sambil menunjukkan jarinya ke wajah Stephan.
“Benar!! Dia adalah ibu mu!! Maka jauhkan dia dari adik ku!!” ujar Stephan.
“Aku mohon nak! Jangan berkata begitu!! Aku ini ibu mu dan Stephanie. Aku ibu kalian!” Ucap Nania sambil menitikkan air mata dan ingin meraih tangan Stephan.
“Tidak! Aku dan Stephanie tidak punya ibu! Ibu kami sudah lama mati nyonya! Kau jangan mengaku-ngaku sebagai ibu ku” Teriak Stephan hingga semua orang di dalam aula itu melihat ke arah mereka.
Kenzo dan Aleysa yang melihat kejadian ini auto menggiring semua orang pergi keluar aula, agar tidak ikut melihat apa yang terjadi antar Frans, Stephanie, Stephan dan Nania.
__ADS_1
“Tidak! Aku tidak mati sayang! Aku masih hidup!!” Ujar Nania yang akhir pertahanannya roboh dan pingsan di sandaran Frans.
“Ibu!!!!” Teriak Frans dan Stephanie berbarengan.
“Ibu!!” tangis Stephanie pecah.
“ini semua karena kau Stephan! Lihat lah! Susah payah aku mencari ibu tapi sekarang kau malah membuat ibu seperti ini!” Teriak Stephan pada kembarannya itu.
Wajah Stephan yang tadi nya mengeras kini terlihat cemas. Dia memang tidak mengenali Nania. Jangan lan nama, wajah ya pun dia tidak pernah tahu. Satu-satu nya hal yang Stephan tahu adalah ayah nye mengatakan kalau ibu Stephan dan Stephanie telah berselingkuh dari sang ayah Ketika sang ayah sedang menjalankan misi rahasia ke negeri lain. Lalu wanita itu kabur bersama selingkuhannya dan meninggalkan Stephanie dan Stephan yang masih kecil begitu saja.
Sejak itu di dalam hati Stephan hanya tersimpan kebencian pada sang ibu. Stephan bahkan tidak mencari tahu siapa nama ibu mereka atau bagaimana rupa sang ibu. Stephan tidak tahu kalau Stephanie memiliki foto sang ibu.
“Cepat angkat ibu ku, Frans!!” Teriak Stephanie pada Frans.
“Cepat! Bawa ke kamar ku saja!” Frans pun menggendong Nania ke kamar yang telah di pesankan Kenzo untuk nya di hotel ini.
Percakapannya dengan sang ibu Kembali terngiang di telinga Frans saat membawa sang ibu ke arah kamarnya.
“apakah Stephanie dan Stephan benar adalah putra dan putri kandung ibu ku?” Seru Frans dalam hati.
#Flash back on.
“Frans, sebelum menikah dengan ayah mu Juan Aksena, aku sebenarnya telah mencintai seorang laki-laki dan telah menikah dengannya. Aku dan laki-laki itu bahkan telah dikaruniai sepasang anak kembar. Aku menamai mereka Stephan dan Stephanie.” Ungkap Nania.
“Tapi karena suami ku itu termakan fitnah yang dilontarkan oleh seorang wanita yang tidak menyukai hubungan ku dan suami ku maka akhirnya dia menceraikan ku tepat setelah aku melahirkan si kembar. Dia mengusir ku dan anak ku Frans. Untungnya mertua ku tidak termakan fitnah itu sehingga dia berupaya agar aku dan anak-anak ku tidak di usir keluar dari rumah kami.” Ucap Nania lirih.
“Hanya hati suami ku telah tertutup oleh semua kebenaran saat itu. Hingga kebenciannya pada ku mengalahkan segala nya Frans. Dia bersedia membesarkan kedua anak itu asal kan aku pergi jauh dari hidupnya.” Tangis Nania Kembali pecah.
#Flash back off
Frans melihat wajah Stephanie yang dipenuhi air mata itu, sekilas kini dia bisa menangkap bayang wajah ibu nya di wajah Stephanie.
__ADS_1
“Tidak salah lagi! Stephanie dan Stepha benar adalah putra dan putri ibu. Apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan ibu berpisah lagi dengan putra dan putrinya. Aku harus bicara dengan Stephan segera! Dia tidak boleh menuduh wanita sebaik ibu ku dengan fitnah yang sekejam itu.”