Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#10


__ADS_3

“Aku bersedia..” Jawab Dyana sambil menangis dan tersenyum di saat bersamaan. Setitik keraguan yang tadi sempat menerpa hatinya kini hilang sudah, berganti dengan aungan kebahagian yang membuncah di dalam diri Dyana.


“Aku bersedia untuk menikah dengan mu tuan Marcus Dayson.” Ulang Dyana sekali lagi.


Tidak perlu menunggu lama, Marcus pun menarik dagu Dyana untuk mencium lembut bibir wanita yang dicintainya, namun...


“O... M... G!!!” teriak si designer yang datang bersama minuman dan cake yang telah ia janji kan.


Marcus dan Dyana sama-sama terdiam dan sedetik kemudian mereka berdua pun tertawa bersama.


****


“kenapa dari tadi aku selalu melihat senyam senyum sendiri sayang?” Sudah hampir setengah jam Kenzo berada di samping Alesya, tapi istrinya tersebut terlalu sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya lengkap dengan handsfree yang ada di telinganya. Kini wanita itu bahkan sedang tersenyum-senyum sendiri.


“Ini semua karena benda ini.” Ujar Kenzo sambil menanggalkan handsfree yang ada di kiri dan kanan telinga Alesya.


“Nah kau pasti dapat mendengarkan perkataan ku kan?”Seru Kenzo masih menahan handsfree Alesya.


“Kau bicara dengan ku sayang?” Tanya Alesya bak tidak terjadi apa-apa.


“ Ha? Sudah ku duga.” Dengus Kenzo kesal. “ sudah lah aku mau tidur saja.” Entah mengapa hati Kenzo sering sekali cepat merasa kesal akhir-akhir ini.


“Hei.. tunggu dulu!!” Cegat Alesya yang tahu kalau suaminya sedang kesal. “Kau mau kemana?


“Mau tidur.” Jawabnya acuh dan terus berjalan menuju kamarnya.


Alesya mengejar Kenzo dengan cepat lalu memotong langkah Kenzo dan kini berdiri tepat di depannya.


“Kau marah pada ku tuan Dayson?” Tanya Alesya dengan nada menggoda


Kenzo hanya melirik ke arah Alesya sebentar, lalu dengan wajah acuhnya dia melewati Alesya dan masuk ke kamar mereka.


“Hei...come on jangan marah sayang.” Bujuk Alesya pada Kenzo sambil memeluk Kenzo dari belakang.

__ADS_1


Untung saja perut Kenzo tidak ditutupi oleh timbunan lemak sehingga tangan mungil Alesya mampu untuk mendekapnya.


“Aku tidak suka kau lebih mengutamakan hal lain dari pada diri ku.” Sebut Kenzo dengan suara beratnya.


“Memangnya kapan aku menomor dua kan kesayangan ku ini.” Jawab Alesya sambil berpindah ke depan.


“Aku sudah ada selama tiga puluh menit di samping mu. Tapi kau tetap saja asik dengan ponsel di tangan mu. Tertawa sendiri. Senyam senyum sendiri. Apakah itu tidak termasuk mengacuhkan ku?” Ujar Kenzo kesal.


“Ya ampun Kenz.. aku itu tadi sedang...” Alesya terdiam. Dia tidak jadi mengatakan apa yang sedang di tonton nya. Biar saja ini jadi kejutan kedua bagi Kenzo nanti, pikir Alesya.


“Yang itu nanti saja.” Sebut Alesya cepat mengalihkan pembicaraannya.


“Nah sayang.. apakah kau mau main tebak kata dengan ku?” ucap Alesya lagi.


“Aku sedang tidak ingin bermain.” Tukas Kenzo dengan wajah malasnya. Sudah beberapa hari ini Kenzo tidak pergi ke kantor karena merasa badannya tidak enak.Tapi karena tidak ingin membuat Alesya khawatir, Kenzo hanya mengatakan kalau dia sedang tidak ingin ke kantor sebab ini menghabiskan waktu dengan Alesya, sehingga Alesya pun terpaksa ikut membolos karena Kenzo.


Kini Kenzo menuju ranjang besar yang ada di dalam kamar itu.


Alesya tentu tidak kehilangan akal. Alesya mengambil sebuah benda yang sudah ia persiapkan dari kemarin. Dibawa nya sebuah kotak ditangan kanannya dan sebuah headset di tangan kirinya.


“Please?!!” Seru Alesya dengan puppy eyes nya.


Kenzo yang tadi nya kesal kini malah tersenyum. Mood nya sungguh sangat cepat naik dan turun belakangan ini.


“Kemarilah!” Ujarnya pada sang istri sambil menepuk-nepuk kasur yang ada di sebelahnya.


Alesya senang melihat Kenzo yang sudah tidak marah lagi padanya. Sungguh Alesya tidak menyadari kalau Kenzo ada di sampingnya tadi. Alesya terlalu sibuk menonton live streaming yang dikirimkan oleh Jody langsung dari butik tempat Frans menjalankan Aksinya. Meskipun Alesya tidak menontonnya dari awal sebab dia harus membantu Skala berpakaian tapi tiga puluh menit itu sudah mewakili semua peristiwa yang sedang terjadi di butik itu.


Alesya pun berjalan mendekat ke tempat Kenzo yang kini tengah bersandar di headboard ranjang itu. Lalu dia duduk di depan Kenzo sambil melipat ke dua kakinya.


“Kenapa kau malah duduk disana sayang? Pindahlah ke samping ku. Aku ingin memeluk mu.” Ujar Kenzo.


“Bukankah kau tadi sudah bersedia untuk bermain bersama ku? Jadi aku harus duduk di sini sebab untuk memainkan permainan ini kita harus saling berhadapan.” Tukas Alesya.

__ADS_1


“Kau ini sangat senggang sepertinya nyonya Dayson! Apakah karena aku meminta mu untuk tidak datang ke perusahaan hari in membuat mu bosan hingga menyiapkan semua ini?” Ucap Kenzo sambil mengangkat headset yang ada di tangan Alesya.


“Heem... bisa ya.. bisa tidak.” Alesya sengaja mempermainkan suaminya itu.


“Kau memang suka sesuatu yang berbelit-belit Alesya.” Sebut Kenzo sambil tersenyum. Kenzo sangat mengenal Alesya, mungkin karena wanita ini terlalu pintar sehingga untuk mencapai tujuannya, Alesya sangat suka menggunakan sesuatu yang berputar-putar. Sangat berbeda dengan Kenzo yang suka gerak cepat tapi tepat sasaran.


“heemm.. terserah kau mau mengatakan apa. Yang penting kau ikut bermain dengan ku sekarang.” Ujar Alesya sambil menyipitkan matanya.


“Baiklah. Jelaskan pada ku tentang permainan yang ingin kau mainkan ini.” Sebut Kenzo.


“ Ini namanya permainan tebak kata – kata menjadi serangkaian kalimat utuh.” Terang Alesya bersemangat.


“Itu permainan anak TK sayang. Seharusnya kau membawa Skala untuk bermain bersama mu. Eh jangan Skala, aku yakin putra ku itu pun tidak akan memainkan permainan ini.” Ujar Kenzo dengan sombongnya.


“kau!!” Alesya kembali menyipitkan matanya seakan menyiratkan Kenzo akan menyesal jika tidak segera menarik kembali perkataannya.


“Aah.. meskipun ini adalah permainan anak-anak .. tapi aku sama sekali tidak keberatan memainkannya bersama mu. Bisa kau lanjutkan aturan dari permainan yang kelihatannya sungguh menantang ini sayang?” Ucap Kenzo penuh keterpaksaan.


“Kau memang yang terbaik tuan Dayson!” Seru Alesya bahagia, seakan tidak menghiraukan kalau suaminya itu hanya lah ingin membuatnya senang saja.


“Jadi permainan ini dimainkan oleh dua orang kita sebut saja si A dan si B. Si A bertugas menyebutkan kata-kata tanpa bersuara eheemm seperti hanya gerak mulut saja, yang menjadi soal di dalam permainan ini sedangkan si B harus menebak kata-kata yang disebutkan oleh si A lalu merangkainya menjadi sebuah kalimat utuh dengan menggunakan headset ini yang telah di setel lagu di dalamnya.. Dan kata-kata itu akan diberikan secara random oleh si A.” Jelas Alesya panjang kali lebar.


“Bagaimana kau paham sayang?” tanya Alesya.


“That’s easy ..” sebut Kenzo sambil menaikan satu alisnya.


“Baiklah kalau begitu akan ada dua pertanyaan dari ku. Jika kau berhasil menebaknya maka hadiah ini menjadi milik mu.” Alesya mulai menyetel musik di ponselnya dan menautkan nya pada headset yang akan di pakai oleh Kenzo.


“Oke.. ini sudah cukup keras.” Kini Alesya memasangkan headset itu pada suaminya.


Terlihat kini Kenzo sudah mulai menikmati musik yang didengarnya sambil memberikan kode OK melalui tangannya.


“Kita mulai permainannya...” Sebut Alesya sambil menatap wajah tampan suaminya itu.

__ADS_1


**hayooo yang mau ikutan main angkat tangannya ....


*jangan lupa untuk tekan tombol like dan vote untuk otor ye cinto...


__ADS_2