
Kenzo membuka matanya pagi itu. Efek obat semalam membuat tubuh nya sakit.
"Alesya?" gumam Kenzo kaget ketika melihat wajah Alesya pas berada tepat di depan wajahnya.
Potongan-potongan kejadian semalam satu persatu bermunculan di pikiran Kenzo.
"Bodohnya aku!!" Rutuk Kenzo dalam hati karena dia sekali lagi melakukan hal itu pada Alesya.
Kejadian saat itu saja belum Kenzo temukan caranya untuk menjelaskan nya pada Alesya. Kini, kejadian yang sama kembali terulang.
"Kenapa aku tidak dapat menahan diriku semalam!! Kenzo kembali mengutuk di dalam hati. Kenzo ingat bagaimana dia menyentuh setiap inci tubuh Alesya malam itu.
" Kenapa selalu ada dia disaat seperti itu!!!" Kepala Kenzo kembali berdenyut.
Sembilan tahun lalu ketika Kenzo di celakai oleh pamannya, Alesyalah yang telah menyelamatkan nya.
Sekarang, ketika Kenzo dalam kondisi yang sama Alesya kembali hadir untuk menyelamatkannya walaupun Kenzo sendiri sebenarnya sudah mencoba menjauhkan Alesya dari nya.
"Apa takdir ku dan takdir mu sangat kuat?" Gumam Kenzo dalam hati.
Dalam kegundahan hatinya sebenarnya Kenzo merasa sangat bersyukur wanita yang bersama dengannya semalam adalah Alesya. Hanya saja Kenzo takut hal ini malah akan membuat hubungan mereka yang belum sempat dimulai ini menjadi canggung.
"Kenapa kau harus datang menghampiri ku." Gumam Kenzo pelan.
"Kalau aku tidak datang menghampiri mu apakah kau berharap Agnes yang akan datang untuk mu." Seru Alesya sambil membuka matanya.
"Deg... "
"Deg.... "
"Deg..... "
suara degupan jantung keduanya saling bersahutan.
"Apa yang sudah aku lakukan!!" Gumam Alesya dalam hati. "Aku pasti sudah gila semalam!!" Alesya dapat melihat bayangan dirinya di mata hitam Kenzo yang terlihat membesar.
Alesya berusaha bersikap wajar. Walaupun dia bingung bagaimana untuk bersikap wajar dengan kondisi yang awkward seperti itu. Dua orang dewasa yang tidak terlalu saling kenal namun hidup bersama karena sebuah kontrak dan semalam malah menghabiskan malam yang panjang dan melelahkan bersama.
Yang ebih parahnya lagi selain mendengar dengan jelas suara detak jantung Kenzo, Alesya juga dapat mendengar suara detak jantung nya sendiri yang tidak kalah keras dengan suara detak jantung Kenzo. Sungguh memalukan, pikir Alesya.
Sama halnya dengan Kenzo, kilas-kilas kejadian semalam bermunculan bagaikan trailer film panas di pikiran Alesya.
Alesya dapat mengingat semua nya karena ia melakukan itu dalam keadaan sadar.
"Kau sudah bangun." Tanya Kenzo yang terdengar sangat basa basi.
"Heem." Jawab Alesya singkat karena tidak tahu harus berkata apa.
Ingin rasanya Alesya berlari dan bersembunyi di kamar mandi tapi untuk keluar dari selimut saja dia tidak berani. Karena Alesya ingat dia sendiri yang menanggalkan gaunnya semalam. Walaupun selebihnya Kenzo yang melakukannya.
"Semalam-" Ucap Kenzo terputus karena melihat wajah Alesya merona ketika ia mencoba untuk mengungkit kejadian semalam.
Kenzo berdeheem pelan. Sebenarnya Kenzo berusaha untuk mengklarifikasi keadaan semalam namun ia terlihat ragu harus memulai pembicaraan nya.
"Semalam kau tidak sadarkan diri. Keadaan mu sangat buruk." Ujar Alesya pelan sambil menelan saliva nya. Dia tidak berani menatap wajah Kenzo yang ada di hadapan nya. Alesya terpaksa menyembunyikan wajahnya di dada Kenzo.
__ADS_1
"Kenapa kau datang pada ku?" Tanya Kenzo, penasaran.
Alesya diam. Dia sendiri pun tidak tahu pasti alasannya menghampiri Kenzo padahal dia sudah melihat ada gelagat yang tidak baik saat itu.
"Apa Jack datang mencari mu?" Kenzo terus menanyai Alesya.
"Heem."Jawab Alesya singkat.
" Apa dia menjebak mu supaya kau masuk ke kamar ini?"
Alesya menggeleng. Karena memang faktanya Jack tidak menipunya malam itu dan semua yang ia lakukan itu atas keinginan nya sendiri dan dalam keadaan sadar.
"Lalu??" Tanya Kenzo penuh harap.
Alesya kembali tidak memberikan jawaban apapun.
"Kenapa kau hanya diam?" Tanya Kenzo bingung melihat tingkah Alesya.
Meski malam itu kesadaran Kenzo menurun tapi dia ingat dia sudah mengusir Alesya dari kamar itu. Tapi wanita itu dengan berani malah berjalan mendekatinya sambil menanggalkan gaun yang ia kenakan.
Namun pagi ini wanita ini malah berubah total. "Apa dia juga meminum minuman yang telah dicampurkan obat?" Batin Kenzo.
"Alesya apa mereka memberikan mu obat seperti yang mereka berikan pada ku?" Tanya Kenzo panik dan mengangkat dagu Alesya hingga membuat mata mereka saling bertatapan.
"Tidak!! aku tidak berani minum apapun sejak melihat sesuatu yang buruk terjadi pada mu." Jawab Alesya dan langsung membalikan badannya.
"Bagaimana ini tuhan!!! Apa dia tidak bisa langsung pergi saja dari tempat tidur ini? dan jangan mengungkit masalah semalam? "jerit Alesya dalam hati.
" Lalu-?" Kenzo kembali bertanya. "Kenapa kau kembali?" Kenzo kini dapat dengan jelas melihat tanda bintang di punggung Alesya.
Tanda bintang yang selama ini dia cari. Kini ada tepat di hadapannya.
"Apa kau tidak akan ke kantor pagi ini?" Tanya Alesya mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Apa kau lupa kita akan berada di resort ini selama dua hari?"Jawab Kenzo.
Alesya menggigit kuku nya karena gugup.
"Kau akan melukai jari mu." Kenzo membalikan tubuh Alesya.
"Deg.. "
"Deg... "
"Deg.... "
Suara jantung mereka kembali berpacu.
"Jawab pertanyaan ku Alesya kenapa kau menyerahkan diri mu untuk menolong ku?" Tanya Kenzo sambil menatap lekat manik mata Alesya.
"Apakah itu sangat penting bagi mu untuk mengetahui alasan ku?" Bukannya menjawab Alesya malah kembali bertanya.
"Tentu saja itu sangat penting bagi ku. Diri mu dan perasaan mu selalu menjadi hal yang penting bagi ku." Ujar Kenzo dengan suara beratnya.
"Deg.. "
__ADS_1
"Deg.... "
"Deeeg... "
Manik mata Alesya membesar mendengar ucapan Kenzo. Pipinya terasa panas sedangkan dadanya seperti ada orang yang sedang menabuh genderang persembahan.
Tanpa mereka sadari jarak di antara mereka semakin menipis hanya tinggal beberapa senti saja maka mereka akan memulai pemicu kejadian semalam.
Namun ketika hal itu hampir terjadu, terdengar suara Jack dari luar sambil mengetuk pintu kamar.
Kenzo dan Alesya spontan terkejut dan jadi salah tingkah.
"Aku akan melihat Jack di luar. " Seru Kenzo, lalu keluar dari selimut.
Alesya yang masih belum terbiasa dengan pemandangan yang vulg*r di pagi hari langsung menutup matanya dengan telapak tangannya.
"Baju mu." Seru Alesya sambil masih menutup matanya.
"Shi**t!!" Umpat Kenzo dalam hati karena lupa kalau dia tidak mengenakan apapun dan berdiri begitu saja dihadapan Alesya.
Kenzo langsung memungut pakaiannya di lantai dan memakai.
Dengan kemeja yang belum semua nya terkancing Kenzo membuka pintu kamar.
Kenzo sudah bersiap untuk memarahi Jack yang sudah menghancurkan pagi indahnya bersama Alesya.
"Ada apa Jack?" Seru Kenzo kesal.
"Tuan?" Sapa Jack sambil berusaha mengintip ke dalam kamar.
"Berdiri yang benar Jack kalau kau tidak berencana mengganti leher baru." Ancam Kenzo dengan suara beratnya.
"Seperti nya anda sudah baikan pagi ini tuan." Goda Jack melihat wajah Kenzo yang sangat segar pagi ini.
"Apa kau hanya datang menanyakan kondisi ku Jack?" Kenzo benar-benar akan kesal kalau seandainya Jack mengganggunya benar hanya untuk alasan itu.
"Hahaha.. jangan marah tuan Kenz." Jack masih mencoba menggoda Kenzo.
"Nyonya Alesya, apa dia sudah bangun?"
"Jack!!!!" Seru Kenzo kesal.
"Aku hanya bercanda tuan."
"Ada apa?" Tanya Kenzo sekali lagi.
"Coba tuan lihat ini." Jack memberikan ponselnya pada Kenzo.
Dari ponsel itu Kenzo dapat melihat dengan jelas ada banyak sekali wartawan sedang berdiri di depan kamar B 17.
" Apa ini Jack?" Tanya Kenzo tidak paham maksud dari tayangan streaming yang diperlihatkan oleh Jack.
"Lihat lah sedikit lebih lama hingga pintu kamar itu berhasil dibuka, tuan."
Kenzo berusaha bersabar menunggu pihak hotel membuka pintu kamar tersebut dan taraaaaaa... di dalam kamar tersebut ada seorang laki-laki dan perempuan yang tertidur pulas. Yang tidak sadar ada banyak camera yang menyorot mereka.
__ADS_1
####
Jangan lupa dukung otor dengan cara kasih vote kamu untuk otor dan jangan lupa untuk like dan komen yo cintooo... biar otor lebih semangat lagi menulis karya ini.. π