Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#6


__ADS_3

"Deg..."


"Deg...."


"Deg....."


Frans dan Stephanie saling menatap di dalam lemari itu. Meskipun cukup gelap tapi Frans dapat melihat wajah Stephanie samar-samar. Wajah seorang wanita dengan paras kebule-bulean.


"Cepat periksa ruangan ini. Aku yakin mendengar seperti suara nona muda dari ruangan ini." ujar seseorang yang terdengar seperti berada di ruangan yang sama dengan Frans dan Stephanie.


"Mereka.." Seru Stephanie dalam hati. "Jangan-jangan pria ini bermaksud-" Stephanie menatap dalam mata pria yang sedang menyumbat mulutnya dengan sesuatu yang tidak biasa itu.


"Cari lebih teliti lagi." Suara itu terdengar sekali lagi.


Suara barang-barang yang digeledah pun terdengar jelas.


"Tidak ada. Seperti nya asal suara itu bukan dari ruangan ini." sebut salah seorang dari pria-pria yang masuk ke ruangan itu.


"Sebaiknya kita periksa ruangan lain di lantai ini." Ujar pria yang lainnya pada teman-temannya karena tidak menemukan apapun di dalam ruangan itu.


"Apa meraka akan pergi?" Pikir Frans dalam hati .


Frans dan Stephanie mendengar langkah kaki yang ramai meninggalkan ruangan itu.


Setelah yakin pria-pria itu keluar dari ruangan itu, perlahan Frans melepaskan ciumannya.


Meskipun bibir mereka tidak saling bertaut lagi tap degup jantung mereka tetap menabuh genderang yang sama.


Kini wajah keduanya pun bersemu.


"Heem...itu..aku...hemm..maksud ku ." Ucap Frans kikuk.


"Aku paham." Jawab Stephanie pelan. "Apa mereka sudah pergi?" Tanya Stephanie.


"Seperti nya sudah." jawab Frans yang masih mencoba menenangkan degupan kencang yang semakin tidak terkendali itu.

__ADS_1


"Bisa kah kita keluar?" Tanya Stephanie yang merasakan jantungnya akan meledak Kalau dia tidak segera menjarak dari Frans.


"Ehmm.. tentu saja." Jawab Frans yang kemudian mengintip keluar. Setelah yakin Frans pun keluar dan membantu Stephanie untuk keluar.


"Maaf tadi aku-" Ucapan Frans terpotong.


"no... lupa kan saja." jawab Stephanie, yang sudah merasa tidak nyaman berlama-lama dengan Frans, pria yang sudah mencuri ciuman pertamanya.


"Ya.. benar lupakan saja. Lagi pula itu tadi bukan lah apa-apa." Sebut Frans asal karena dia sedang dalam mode tidak fokus sehingga apa yang keluar dari mulut nya bukan apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikiran nya.


"Apa? bukan lah apa-apa?" seru Stephanie tidak suka mendengar Frans berkata bahwa ciuman mereka tadi bukan lah sesuatu. Itu artinya pria ini menganggap hal itu bukan lah hal yang berarti. Sedangkan Stephanie walaupun tidak menikmati sama sekali ciuman tadi tetap mera kalau ciuman itu adalah sesuatu baginya. Karena itu adalah ciuman pertama nya.


Frans yang heran sebab Stephanie tiba-tiba marah langsung menoleh pada wanita itu.


"Hei.. apa maksud mu bilang kalau ciuman tadi bukan apa-apa!!!" Ucap Stephanie ketus. "Meskipun kau sering berciuman dengan banyak wanita tapi tidak seharusnya kau mengatakan itu pada ku. " protes Stephanie yang mulai kembali menjadi Stephanie yang sebelumnya dan menunjukkan wajah kesalnya.


"Bukannya dia sendiri yang mengatakan untuk melupakan hal tadi?" Gumam Frans heran dalam hati.


"mengapa malah dia yang marah-marah seperti ini?" Frans benar-benar tidak habis pikir.


Frans yang tidak terima kalau Stephanie mengatainya sebagai buaya cap minyak angin langsung menarik tangan Stephanie dan menahan wanita itu.


"Coba ulangi perkataan mu!!" Seru Frans dengan wajah dingin nya.


Dengan bodohnya Stephanie mengulang kembali umpatan yang diarahkan pada Frans


"ck.. sadar buaya cap minyak angin!!" ucap Stephanie dengan lancar Jaya plus tatapan yang menantang pada Frans.


Frans langsung menc*ium ulang Stephanie dalam artian benar-benar menc*ium wanita itu. Cukup lama Frans baru melepaskan Stephanie yang terlihat terbengong karena mendapatkan ciuman yang dadakan dari Frans.


"Ini baru yang nama nya ciuman." ucap Frans dengan wajah dinginnya menyeringai melihat ke arah Stephanie yang hanya bisa melihat Frans sambil mengedipkan mata dan nafasnya yang naik turun.


Stephanie tau bahwa ciuman pertama dan kedua tadi sangat lah berbeda hingga jantung nya kini berdetak lebih kencang.


"Dan aku tidak akan melupakan ciuman ini." Ujar Frans sambil maju seolah-olah akan mencium Stephanie sekali lagi.

__ADS_1


Stephanie yang melihat gelagat Frans langsung menutup mulutnya. Dia takut, ciuman nya ketiga pun akan di curi oleh Frans lagi. perlahan Stephanie mundur ke belakang menghindari Frans yang sengaja terus maju untuk menakut-nakuti Stephanie.


"Apa kau takut?" Tanya Frans yang semakin ingin memberikan pelajaran pada wanita yang menyebalkan ini.


Stephanie menggeleng dengan cepat sambil masih menutup mulutnya.


"Benarkah kau tidak takut?" Tanya Frans sambil terus berjalan ke arah Stephanie.


Kali ini Stephanie malah mengangguk dengan cepat, membuat Frans rasanya ingin tertawa melihat kelakuan absurb wanita ini.


Frans semakin mendekat dan mendekat hingga jarak nya tidak seberapa jauh dari Stephanie.


Stephanie pun demikian. Dia terus mundur dan mundur hingga tidak terasa dia sudah sampai sedikit lagi ke pintu dan tanpa sengaja dirinya memijak sesuatu yang membuat nya terjatuh dan menarik jas Frans yang tepat ada di depannya. Dengan sempurna Stephanie menarik Frans hingga Frans pun terjatuh tepat di atas tubuh Stephanie. Walaupun Frans bisa menahan beban tubuh nya dengan salah satu siku nya tapi bibirnya malah mendarat sempurna di atas bibir Stephanie. Dan sekali lagi, kejadian naas namun berkah itu menimpa. keduanya.


"Stephanie!!!!!!" Teriak Stephan, saudara kembar Stephanie yang baru saja sampai di depan ruangan itu dan melihat adiknya yang sedang ditindih oleh seorang pria tak di kenal sambil-.


"Apa yang kalian lakukan?" Seru Stephan sangat marah.


Stephanie yang sadar bahwa saudara kembarnya datang langsung mendapat kan sebuah ide.


Kalau tadinya dia hanya diam ketika bibir Frans mendarat dibibirnya setelah mendengar suara Stephan, Stephanie berinisiatif untuk membalas ciuman Frans. Hal itu membuat Stephan terbengong. Selama ini yang dia ketahui bahwa saudari kembar nya itu sama sekali tidak ada memiliki kekasih sama sekali. Lalu siapa pria yang di cium oleh Stephanie ini.


Frans yang kaget karena Stephanie malah mencium nya, ingin segera menarik dirinya. Tapi Stephanie malah menahannya dan berbisik pelan di telinga Frans. "tolong lah aku kali ini. Aku mohon."


"Cepat lepaskan adik ku, bajingan!!!" Stephan menarik paksa Frans dan memukulnya dengan keras hingga sudut bibir Frans berdarah.


"kakak!! jangan pernah kau sakiti pria ku!!!" teriak Stephanie bangkit dan berdiri sebagai tameng bagi Frans


"Pria mu?" Seru Frans dalam hati. " apa yang sedang direncanakan oleh wanita gila ini!!!" Gumam Frans dengan wajah yang benar-benar terbengong.


**bersambung..


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2