Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 33 #Pembalasan di mulai#6


__ADS_3

Alesya membuka matanya, dan melihat ke samping. “dimana dia?” tanya Aleysa dalam hati sebab tidak mendapati Kenzo di sampingnya.


“apa dia sudah bangun?” Alesya melihat ke arah kamar mandi dan tepat sekali saat itu Kenzo baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melilit di pinggangnya.


“kau sudah bangun sayang?” Sapa Kenzo pada Alesya yang masih berbaring malas di atas tempat tidur.


“Apa kau akan ke kantor sepagi ini sayang?”tanya Alesya yang heran melihat Kenzo bangun sangat pagi.


“Heem.. Jack menelpon ku dan mengatakan kalau pagi ini aku ada rapat dewan direksi di perusahaan Diningrat.” Ujar Kenzo, bohong.


Kenzo diam-diam melihat ekspresi Alesya ketika ia menyampaikan hal itu.


“Ada masalah dengan perusahaan diningrat? sehingga mereka mengadakan rapat dewan direksi? ” Alesya pura-pura panik mendengar berita yang baru saja Kenzo sampaikan. Dengan cepat Alesya meraih kimononya dan menutup badannya.


“apa yang terjadi dengan perusahaan keluarga ku Kenz?” tanya Alesya sambil berjalan ke arah Kenzo.


“aku tidak tahu rapat dewan direksi ini bertujuan untuk apa pagi ini Alesya. Kau tenang saja." jelas Kenzo pada Alesya.

__ADS_1


Alesya pun menangguk lalu mencium Kenzo dan langsung pergi ke kamar mandi.


“Ronald pasti berencana meminta bantuan Kenzo untuk mengatasi masalah ini?” Gumam Alesya dalam hati.


"Kalau sampai Kenzo membantu perusahaan Diningrat karena berpikir itu adalah perusahaan milik mendiang ibu ku, Ronald pasti akan bisa bernafas lega maka percuma saja semua kabar gembira yang semalam yang ku dengar dari Jody dan Monica" gerutu Alesya.


“Tapi Kenzo sudah mendengar semua kisah kehidupan keluarga ku, apa dia masih akan menolong Ronald?" Alesya benar-benar gusar. setengah hatinya berpikir kalau Kenzo pasti akan menolak membantu Ronald dengan pertimbangan Ronald sudah menghancurkan keluarga Alesya. Tapi setengah hatinya juga berkata kalau Kenzo pasti akan membantu membantu Ronald sebab kalau perusahaan Ronald jatuh maka otomatis akan ada domino efek ke perusahan milik Kenzo.


Memikirkan hal ini saja membuat kepala alesya rasa nya mai pecah.


Alesya pun keluar dari kamar mandi..


Beberapa saat kemudian, Alesya pun siap dan langsung mencari keberadaan Kenzo.


“Kau sudah sarapan sayang?” tanya Alesya yang melihat piring suaminya masih belum ada sisa makanan apapun.


“aku menunggu mu.” Jawab Kenzo sambil tersenyum.

__ADS_1


Para pelayan pun mengambilkan sarapan untuk tuan dan nyonya nya.


“Dimana bibi?” tanya Alesya yang tidak melihat Dyana pagi itu.


“Dia sedang marah pada ku. Itu lah mengapa dia tidak ada disini. Aku sudah bisa melihat aksi protesnya yang seperti ini.” Jawab Kenzo, santai. “nanti dia juga akan baik dengan sendirinya. Percaya lah pada ku.” Lanjut Kenzo, dan meneruskan sarapannya.


Alesya hanya manggut-manggut seolah-oleh dia paham dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo.


“Kenz, apa Jack sudah menelpon mu? Aku penasaran dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ayah ku bagaimana pun itu adalah perusahaan milik keluarga ibu ku.” Ujar Alesya.


“maaf kan aku sayang, aku benar-benar tidak tahu persis mengapa mereka mengundang ku untuk rapat dewan direksi. "Ujar Kenzo.


“apa kau percaya pada ku Alesya?” tanya Kenzo, sambil memegang tangan Alesya yang duduk di sampingnya.


Alesya mengangguk dan berkata,”tentu aku percaya pada mu Kenz.”


“aku pasti akan mengembalikan perusahaan itu ke tangan mu Alesya. Kau cukup duduk diam dan percayakan semuanya pada ku.” Gumam Kenzo dalam hati.

__ADS_1


***bersambung


__ADS_2