
Orang-orang Kenzo mulai meringkus orang-orang Jenny yang sedang bersembunyi di komplek itu. Tadi nya Reza menawarkan bantuannya agar hal ini lebih cepat teratasi tapi Kenzo menolak sebab Kenzo tidak ingin Reza dan keluarga nya terlibat mengingat di balik Jenny ada sebuah sindikat berbahaya yang mungkin saja akan melindungi Jenny. Who’s know, pikir Kenzo yang hingga saat ini tidak tahu seperti apa keterlibatan Jenny dengan sindikat itu.
Satu hal yang Kenzo ketahui adalah Jenny pernah menggunakan jasa sindikat itu untuk menculik dan hampir membunuh putra nya. Tapi paling tidak dari sini Kenzo tahu Jenny punya hubungan yang cukup baik dengan sindikat berbahaya itu.
“Tuan, kita sudah berhasil meringkus orang-orang Jenny. Kini di yang tersisa hanya Jenny dan penjaga nya yang ada di dalam rumah itu. Hanya saja...” penjelasan jack terhenti, wajah nya terlihat sedikit cemas.
“Hanya saja kenapa jack?” tanya Kenzo yang merasa ada sesuatu yang membuat Jack berhenti bicara.
“Di dalam rumah itu ada temannya tuan muda Skala dan tuan muda Daffa. Kalau kita menyerang tiba-tiba, saya takut nanti temannya tuan muda Skala dan tuan muda Daffa bisa ikut terluka.” Terang Jack.
“Maksud mu di dalam tempat persembunyian Jenny ada anak kecil?” Tanya Kenzo.
“Benar tuan Kenzo.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Kenzo! Lihat!” tunjuk Reza ke layar laptop.
“Ada dua orang yang sedang menyusup ke dalam rumah itu.” Ujar Reza, yang terlihat tengah memikirkan sesuatu.
“Kenzo, apa ukuran tubuh manusia bisa tidak sesuai dengan asli nya di dalam tangkapan satelit ini? Sebab aku merasa ukuran tubuh kedua penyusup ini telalu kecil untuk ukuran pria dewasa.” Tukas Reza yang mesih menatap heran ke layar laptop.
Kenzo yang mendengar hal itu langusng memfokuskan mata nya ke layar laptop.
“Setahu ku tidak pernah terjadi hal yang demikian! Sebab hasil tangkapan dari satelit ini tidak pernah merubah bentuk benda yang sedang di pantau nya.” Jawab Kenzo yang sedang memperjelas hasil tangkapan satelut itu. Dan hasil nya adalah..
“Daffa,” seru Reza yang tak kalah kaget nya melihat putra nya dan teman putranya ada didalam rumah itu.
Meskipun andaikan yang di rumah itu hanya lah Jenny dan satu orang penjaga nya saja, Kenzo dan Reza tetap merasa khawatir, mengingat Jenny ini bukan lah orang dengan pikiran yang normal.
__ADS_1
Anak nya saja sanggup dia habisi. Apalagi anak Kenz, yang jelas-jelas tidak ada hubungnnya dengan Jenny, pasti akan mudah di habisi kedua bocah itu, seru kenzo.
Kenzo dan Daffa saling berpandangan, mereka seperti nya sudah tahu siapa dua orang penyusup di rumah itu.
“Astaga!! Apa yang anak -anak itu lakukan?” bagamana kalau mereka tertangkap?”Seru Reza.
Kenzo terlihat berpikir. Lalu,
“tenang saja! Aku yakin kedua bocah itu pasti masuk ke dalam rumah itu dengan planning yang sangat matang. Tidak mungkin mereka berani menyelinap tanpa berpikir panjang.” Kenzo mengutarakan pendapatnya.
Sejauh in, posisi Skala sebagai seorang anak yang jenius belum ada yang berhasil untuk menggantinya dalam pikiran Kenzo. Itu lah mengapa Kenzo sangat yakin Skala pasti punya ide sehingga dia berani menyusup ke rumah itu.
“Tapi mereka berdua itu tetap saja adalah bocah kecil yang tidak tahu situasi apa yang sebenarnya terjadi Kenz!” Seru Dimas yang terlihat sangat cemas saat tahu keponakan kesayangannya.
__ADS_1
“Kau belum pernah saja melihat Skalab bermain dengan anaconda, aligator, kalelawar serta beberpa hewam liar lainnya.” Guma Kenzo dalam hati.