Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 24#Cinta tulus tak bertepi#4


__ADS_3

Dalam keruwetan yang ada didalam kepalanya, ALesya tiba-tiba mendengar Langkah kaki yang mengarah ke taman di luar ruang baca itu.


ALesya menarik nafas dalam dan menghembuskannya berlahan. Mata ALesya tetap fokus memperhatikan situasi di luar ruangan baca itu. Kalau boleh jujur Alesya Sudah sangat tidak sabar untuk melihat sosok laki-laki yang selama ini selalu membayangi hidup ALesya.


Bunyi yang disangkakan oleh Alesya sebagai derap Langkah itu, ternyata semakin Alesya cermati ternyata bukanlah bunyo derap Langkah orang yang sedang berjalan tapi lebih menyerupai bunyi roda yang berputar dan benar saja ternyata sosok yang muncul pertama sekali adalah ayahnya.


Aldion yang mengetahui Alesya ada di balik pintu kaca besar di hadapannya sengaja memandang lekat pintu kaca itu seolah berkata, lihat dan perhatikan siapa sebenarnya lelaki itu.


Tidak lama setelah kedatangan ALdion, kali ini Aleysa benar-benar mendengar derap Langkah kaki menuju taman itu. Derap langkap itu terdengar semakin jelas. Itu menandakan kalau orang itu semakin dekat mengarah pada nya. Dan ternyata-


“Kenzo?”Ujar Alesya. Heran mengapa Kenzo datang ke taman itu. Apakah Kenzo sedang mencari ayah nya? Atau ada apa? Kenapa malah Kenzo yang muncul.


“Duduklah Kenz.” Ujar Aldion pada Kenzo.


Kenzo pun duduk di kursi yang ada di depan Aldion. “ada apa ayah memanggil ku?”Tanya Kenzo sambil menerka-nerka apa yang sebenarnya yang ingin dibicarakan oleh Aldion Rodio pada nya.


“Aku tidak akan bertele-tele dangan mu lagi tuan Dayson.”Ucap Aldion Rodio dengan suara beratnya. “kau pasti sudah mengetahui bahwa aku tidak menyukai mu.”Ujar Aldion blak-blakan.


“aku sungguh menyesal atas semua yang terjadi di masa lalu ayah.”


“menyesal? Apa yang kau sesal tuan Kenzo Dayson?” tidak seperti sebelumnya, kali ini suara Aldion Rodio walaupun terdengar tenang tapi penuh penekanan pada setiap katanya.


“Apakah kau menyesal telah menolak kerjasama dari ku atau –“Aldion berhenti sesaat dan tersenyum smirk pada Kenzo. “kau menyesal telah menodai putri ku dan menelantarkan mereka? atau kau menyesal telah menutupi hal ini dari mereka? ” Ujar Aldion sambil tetap mempertahankan senyum kemenangan di wajah nya.


Perkataan Aldion sungguh membuat Kenzo dan Alesya sama-sama terkejut.

__ADS_1


Kenzo yang mendengar perkataan Aldion hanya bisa mematung. Saat ini seluruh aliran darah di tubuhnya serasa berhenti mengalir. Mimpi buruk yang ingin ia hindari malah datang menyapanya dan memberikan kejutan yang membuat jantungnya serasa ingin berhenti berfungsi.


“Aku memang merasa hal ini tidak dapat dihindari.”Gumam Kenzo dalam hati. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana untuk meluruskan semua kesalahpahaman ini. Dia tidak pernah bermaksud untuk tidak bertanggungjawab pada gadis yang ia nodai malam itu, dan ia juga tidak pernah berpikiran untuk menelantarkan wanita yang memberikan nya keturunan. Ini semua murni, adalah takdir yang menyeretnya dan Alesya dalam semua Permasalahan ini.


Jika Kenzo tidak bisa berucap apapun, hanya diam mematung. Lain hal nya dengan Alesya. Bulir-bulir air mata malah mulai jatuh begitu saja di pipi nya begitu mendengar perkataan ayah nya.


“Apa maksud ayah mengatakan hal itu? Kenzo? Benar kah laki-laki di malam itu adalah Kenzo?” Gong besar bagaikan bergema keras di otak Alesya saat ini. Perasaannya kini bercampur menjadi satu antara berharap bahwa Kenzo bukanlah pria itu dengan harapan bahwa Kenzo lah pria itu.


Tapi Kenzo hingga saat ini hanya diam tanpa memberikan pernyataan apapun atas pertanyaan yang dilontarkan oleh ayahnya. Membuat Alesya terus bergelut dalam pergolakan dalam perasaannya sendiri.


“Sebaiknya aku keluar-“ Kini Alesya telah memegang ganggang pintu kaca itu. Bersiap untuk membuka pembatas antara diri nya dan Kenzo. Namun keragu-raguan membayanginya, ia pun membatalkan untuk membuka pintu itu. Alesya ingat perkataan ayahnya,”apapun yang terjadi tetap lihat dan dengarkan dari dalam.”


“kenapa kau diam tuan Kenzo Dayson?” Aldion terus mendesak Kenzo agar segera menjawab pertanyaannya.


Dengan tenang Kenzo mengangkat wajahnya, menatap wajah Aldion dengan tatapan yang sungguh berbeda dari sebelumnya. Kalau boleh jujur, Aldion sempat merasa terintimidasi oleh tatapan pemuda di hadapannya itu. Tapi Aldion tahu, saat ini Kenzo sedang dalam mode mempertahankan diri. Jadi wajar kalau saat ini Kenzo memperlihatkan siapa dirinya yang sebenarnya.


“tapi aku tidak menyesal telah memiliki kenangan indah bersama Alesya sembilan tahun yang lalu.”ucap Kenzo dengan sorot mata yang tajam melihat ke arah Aldion Rodio.


“Mata itu, mata itu-“ Gumam Alesya, teringat bahwa tatapan yang baru saja ia lihat dari mata Kenzo sama dengan sekelebat kilasan bayangan yang selalu muncul di mimpinya. Alesya menutup mulutnya dengan tangannya. Kini ia sadar bahwa tatapan mata tajam pria yang selalu ia lihat di dalam mimpinya itu adalah tatapan mata Kenzo pada malam itu.


Mungkin karena saat itu Alesya dalam keadaan tidak sadarkan diri yang disebabkan oleh pengaruh obat tidur yang diberikan oleh Agnez, Alesya merasa bahwa semua hal yang dilihatnya di dalam tidurnya hanya sebatas mimpi yang menemani nya menghabiskan malam.


“bagaimana mungkin aku tidak pernah melihat sorot mata itu pada diri Kenzo selama ini?” Gumam Alesya masih dalam keterkejutannya.


Alesya kembali mendengarkan Kenzo melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


“itu adalah saat paling berharga di dalam hidup ku. Aku tidak pernah menyesali hal itu.”


“Dasar kau laki-laki brengsek Kenzo Dayson!” Maki Aldion penuh amarah. “kau sudah menelantarkan anak dan cucu ku. Dan kau katakan kau tidak menyesali perbuatanmu!!” Ujar Aldion Rodio geram.


“Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku tidak menyesal telah jauh dari mereka. Telah membuat mereka menderita tanpa ada aku bersama mereka. Aku sungguh menyesali hal itu tuan Aldion Rodio.itu adalah hal paling aku sesali seumur hidup ku.” Tukas Kenzo.


“ Andaikan aku tahu bahwa gadis yang aku selamat sembilan tahun yang lalu adalah gadis yang akan aku cari-cari sepanjang sembilan tahun berikutnya, aku tidak akan mengantarkan Alesya ke stasiun kereta api sembilan tahun yang lalu. Andai aku tahu di dalam perutnya akan ada keturunan ku, maka akan ku bawa pulang dia bersama ku saat itu. Dan kau tidak akan pernah berjumpa kembali dengan putri mu.”Jawab Kenzo, tanpa rasa gentar sedikit pun.


“Aku menyesal baru dapat bertemu mereka setelah sembilan tahun lamanya. Tapi aku dapat buktikan pada mu tuan Aldion Rodio, aku sudah mencari keberadaan putri mulai dari hari dia meninggalkan ku sendirian di kamar itu hingga hari aku menikah dengan Alesya, aku masih mencari keberadaan gadis itu. Aku tidak pernah berhenti mencarinya sehari pun. Itulah mengapa aku tetap ada di kota A untuk waktu yang lama.” Lanjut Kenzo masih dengan menatap tajam mata Aldion Rodio.


“Kau boleh menghukum ku karena aku lambat menemukan mereka. Tapi aku sampaikan pada mu tuan Aldion Rodio, aku tidak akan pernah melepaskan istri dan anak ku untuk kedua kalinya.” Tegas Kenzo.


“Kau boleh saja berkata begitu tuan Kenzo Dayson. Tapi apakah kau sudah memikirkan apa yang akan putri ku putuskan jika ia tahu kau adalah laki-laki brengsek yang telah melakukan hal buruk itu pada nya?”


Kenzo terdiam kembali ketika Aldion Rodio membawa-bawa nama Alesya dalam perbincangan mereka.


Aldion kembali tersenyum melihat guratan kekhawatiran di wajah Kenzo.


“Apa kau takut untuk mengungkap hal ini pada Alesya? Apa kau takut dia akan meninggalkan mu? Sebaiknya kau harus banyak-banyak berdoa Kenz sebab Alesya sedari tadi sudah mendengarkan segalanya.” Seru Aldion membuat Kenzo terkejut.


“Alesya ada disini?” Gumam Kenzo dalam hati dan langsung memalingkan wajah nya ke dinding kaca yang ada disebelahnya. "apakah Alesya ada dibalik dinding kaca ini?"


Begitu Kenzo memalingkan wajahnya ke arah dinding kaca itu, serentak pintu kaca itu terbuka dan terlihatlah Alesya yang sedang berdiri sambil mengepal kedua tangannya yang bergetar.. Kenzo juga dapat melihat buliran air mata yang masih turun dengan cantik di pipinya.


“Alesya aku-“ Ucapan Kenzo sambil berdiri. Ucapannya terhenti begitu melihat air mata itu ternyata semakin banyak membasahi wajah cantik istrinya itu. “maafkan aku Alesya.” Gumam Kenzo pelan.

__ADS_1


****BERSAMBUNG


__ADS_2