
“ya Jody!!” ujar Alesya begitu panggilan itu tersambung.
“Kak Alesya?”panggil Jody begitu mendengar Alesya menyapa nya.
“ada apa kau menelpon ku tadi?” tanya Alesya dengan suara pelan sambil menutup pintu kamar tamu.
“kak, sejak kau pulang ke rumah ayah, aku sudah beberapa kali mencoba untuk memasuki sistem keamanan milik perusahaan Ronald. Tapi ada hal yang aneh kak.” Ujar Jody.
“hal aneh? Maksud mu?’ Alesya sama sekali tidak paham arah pembicaraannya dengan Jody saat ini.
“aku sudah pernah katakan pada kakak kalau aku bisa masuk ke dalam sistem keamanan milik keluarga Diningrat, tapi anehnya beberapa hari ini aku mencoba untuk kembali masuk namun aku tidak bisa menembus kode keamanan mereka kak.” Jelas Jody.
“maksud mu mereka meningkatkan sistem keamanan perusahaan mereka? Begitu?” Alesya jadi panik sebab menerobos masuk ke sistem keamanan milik perusahaan itu adalah langkah awal untuk menyabotase semua data keuangan milik perusahaan itu sekaligus cara ampuh untuk mengkambing hitamkan Jenny dan Agnez.
“Aku merasa mereka tidak mengganti atau pun meningkatkan sistem keamanan mereka.”Jody menghentikan kata-katanya. Dia seperti sedang berpikir tentang sesuatu. Namun seperti ragu untuk mengatakan hal itu pada Alesya.
“Jody ada apa!! Kau jangan membuat ku menjadi bingung!” seru Alesya.
“kak apa keluarga Diningrat memiliki musuh lain selain diri mu?” tanya Jody, dengan suara yang terdengar ragu-ragu.
__ADS_1
“kalau soal itu aku tidak tahu. Tapi ya mungkin saja.” Alesya kini mulai memahami arah pembicaraan Jody.
“apa kau berpikir kau tidak dapat menembus sistem keamanan mereka sebab seseorang terlebih dahulu sudah melumpuhkan sistem keamanan mereka dan mengambil alih sistem keamanan perusahaan itu sekarang?” tanya Alesya pada Jody.
“benar kak. Aku rasa itu lah yang saat ini sedang terjadi. Sebab semua tampilannya berbeda dari awal ketika pertama kali aku meretas sistem keamanan mereka.” Ujar Jody.
“Heem.. tapi ini perbuatan siapa? Siapa yang memiliki dendam lebih dalam dari pada ku pada keluarga itu!” Gumam Alesya dengan suara pelan yang masih dapat di dengar dengan jelas oleh Jody.
“entahlah kak. Tapi yang pasti aku tidak dapat menembus sistem hacker yang satu ini. Aku sudah mencoba nya berkali-kali. Aku bahkan sudah meminta teman ku yang juga biasa melakukan ha lini untuk membantu ku tapi usaha kami berdua sungguh tidak menghasilkan apapun.” Jelas Jody.
“Sehebat itu kah?” ucap Alesya kagum.
Dasar si Alesya, disaat-saat seperti dia sempat-sempatnya kagum dengan hacker yang telah mendahului aksi nya.
“untuk sementara aku hanya bisa terus berusaha untuk meretas sistem si hacker itu. Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain mencoba dan mencoba untuk beberapa waktu ke depan ini kak”terang Jody.
“kalau begitu artinya rencana kita akan mengalami kemunduran dari apa yang telah planning kan sebelumnya?” ujar Alesya,yang sebenarnya ia tujukan pada dirinya sendiri.
“kak maafkan aku. Aku tidak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi.” Ucap Jody penuh penyesalan.
__ADS_1
“Ah, tidak apa-apa Jody!! Toh ini semua bukan salah. Artinya keluarga mereka memang brengsek. Bukti ada banyak orang dengan niatan yang sama denga kita saat ini.” Jawa Alesya sambil tertawa.
“aku berjanji kak! Aku akan berusaha lebih keras lagi. Aku akan meretas sistem hacker itu dan menjadikannya milik ku.”
“aku percaya kau bisa melakukan hal itu Jody.” Hibur Alesya.
“Aku tidak akan mengecewakan mu lagi kak!” ujar Jody berapi-api.
“Sudah lah! Sungguh!! Semua itu bukanlah masalah yang perlu membebani sekolah mu.” Ucap Alesya.
“terima kasih kak!”
“Oo. Iya Jody, sampaikan pada Monica kalau aku akan kembali ke kota A besok pagi.”ucap Alesya.
“besok pagi?Jody terlihat terkejut. “Memangnya ayah membiarkan mu pulang secepat itu kak?’ Jody sungguh tidak yakin tuan Aldion yang sudah dianggapnya sebagai ayah akan membiarkan Alesya pergi secepat itu.
“ya!!bahkan ayah yang meminta ku untuk segera pulang ke kota.” Jawab Alesya singkat.
“jangan katakan kalau ayah.....???”...........
__ADS_1
*** bersambung
jangan like, komen dan vote zeyeng...