Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 7#mulai dekat#2


__ADS_3

"Nyonya, ada seseorang yang mencari nyonya." lapor seorang pelayan rumah pada Alesya.


"Siapa?" tanya Alesya dengan wajah bingung. Seingat Alesya, ia tidak memiliki teman di kota A yang akan mengunjunginya.


"Beliau mengatakan bahwa beliau adalah asisten tuan muda Frans dari keluarga Aksena."


"Asisten Frans? Aditya? Untuk apa dia menemui ku." Batin Alesya.


"Minta dia menunggu ku di ruang depan. Aku akan segera ke sana." Perintah Alesya.


"Baik nyonya."


Pelayan itu pun menemui asisten Frans yang sedang menunggu di luar.


"Tuan, silahkan ikuti saya." Ujar pelayan keluarga Dayson.


Tak perlu menunggu lama, Alesya pun muncul di ruangan tersebut.


"Lama tidak bertemu nona Alesya?" Sapa Aditya, assistan pribadi Frans.


"Ya.. lama tidak bertemu Aditya. Apakabar?" Sapa Alesya sambil mengulurkan tangannya.


"Wah ternyata kabar itu benar, nona sekarang berada di mansion ini." Gumam Aditya.


"Kau sudah tau alasan ku berada disini tapi anehnya kau tetap memanggil ku dengan sebutan nona!Ternyata nyali mu tidak mengalami pengurangan selama delapan tahun ini,Aditya." Sindir Alesya.


Aditya hanya tersenyum.


Alesya dan Aditya sebenarnya adalah teman sekelas ketika mereka masih sekolah. Dari Aditya lah Alesya dan Frans saling mengenal.


Aditya merupakan anak dari asisten tuan Kusmarna Aksena ayah dari Irfrans Aksena.


Keluarga Aditya secara turun temurun selalu melayani keluarga Aksena. Itu lah mengapa meski masih sangat muda Aditya telah mendapatkan tugas untuk menjaga tuan muda nya di sekolah.


Dahulu Frans selalu berkunjung ke kelas Aditya karena Frans tidak terlalu suka bergaul bersama para tuan muda dari keluarga kaya yang hanya mengandalkan harta dan kekuasaan keluarga mereka. Disanalah pertama kali Frans melihat Alesya. Seorang gadis dari keluarga terpandang tapi berpenampilan sederhana dan sangat ramah dengan semua orang.


Dengan alasan mengunjungi Aditya, Frans dapat selalu bertemu dengan Alesya. Dia benar-benar menyukai gadis itu dari awal melihatnya.


"Jadi ada keperluan apa kau datang mengunjungi ku Aditya? Jangan katakan kau merindukan teman sekelas mu ini."Guyon Alesya.


"Nona Alesya selalu pandai bergurau. Alasan kedatangan ku ialah untuk menyampaikan undangan makan malam dari tuan Frans. Beliau mengundang nona untuk makan bersama malam ini." Jelas Aditya.


Alesya pura-pura berpikir.


Tidak mungkin Alesya langsung memenuhi undangan tersebut. Walaupun sebenarnya itu bisa saja ia lakukan karena Kenzo sudah berjanji tidak akan memcampuri urusan pribadinya.

__ADS_1


Tapi bagaimanapun setelah konferensi pers hari ini, semua mata pasti akan tertuju pada setiap detail gerak gerik Alesya jadi dia mesti ekstra hati-hati dalam tingkah laku nya. Apalagi banyak fans Kenzo yang sudah pasti tidak suka padanya. Dan mencari cara untuk menjelek-jelekkan Alesya.


Ternyata menikah dengan pria tampan dan kaya raya seperti Kenzo tidak akan menjamin hidup seorang wanita menjadi bahagia.


"Aku akan izin dulu dengan suami ku." Ujar Alesya akhirnya, dia sengaja mengatakan hal tersebut.


Rencana Alesya, setelah beberapa saat Aditya pulang maka dia akan menelpon Aditya dan mengatakan bahwa suaminya tidak keberadaan dengan undangan makan malam iti selama Alesya didampingi oleh pengawal keluarga Dayson.


Tapi tanpa disangka-sangka Alesya, ternyata Kenzo dan Skala tiba-tiba muncul di ruangan itu.


"Izin apa yang kau perlu kan dari ku." Sahut Kenzo langsung bergabung dalam percakapan itu.


"Selamat sore tuan Dayson." Sapa Aditya.


"Tuan Aditya, angin apa yang membawa mu ke rumah ku." Kenzo yang tanpa diminta dengan sendirinya duduk bersama dengan Alesya dan Aditya.


Sedangkan Skala lanjut menuju kamar nya.


"Tuan muda ku ingin mengundang nona Alesya untuk makan malam bersama malam ini." Ungkap Aditya jujur.


"Nyonya Dayson." Ujar Kenzo dengan wajah datarnya, memperbaiki panggilan Aditya untuk Alesya.


"Maaf, Nyonya Dayson maksud ku tuan."


Kenzo merasa Alesya memiliki hubungan khusus dengan Frans. Kalau tidak untuk apa Frans meminta Asisten pribadinya repot-repot mendatangi Alesya secara langsung.


"Aku tidak hanya mengenal tuan muda Aksena. Aku bahkan sangat mengenal asisten nya ini. Aditya adalah teman sekelas ku. Aku, Aditya dan Frans berteman baik ketika kami masih dibangku sekolah." Jelas Alesya.


"Oo begitu. Kenapa kau tidak pernah cerita tentang hal inj sebelum pada ku." Ujar Kenzo.


Kemudian dia berpaling dari Alesya dan melihat Aditya dengan ekspresi sombong yang selalu melekat diwajah tampannya.


"Katakan pada tuan muda mu, kami akan memenuhi undangan makan itu. Dia tentu tidak keberatan kalau aku juga ikut hadir pada acara makan malam itu kan?"Kenzo menatap Alesya dan Aditya bergantian. Kenzo yakin Alesya dan Frans pasti memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman lama.


"Tentu saja tuan Frans tidak akan keberatan sama sekali. Dia pasti akan sangat senang dapat berjumpa dengan anda." Jawab Aditya.


"Benarkah dia akan senang aku menganggu janji jumpa nya dengan Alesya?" sebuah senyum smirk muncul disudut bibir laki-laki itu.


"Kalau begitu kedatangan tuan dan nyonya Dayson kami tunggu di hotal Granda Mega malam ini pukul 7 malam."Lanjut Aditya.


"Aku akan pasti kan kami akan datang kesana tepat waktu." Ujar Kenzo dengan wajah coolnya.


"Karena tidak ada hal lain, aku pamit dulu tuan Kenzo."


"Ya.Silahkan."

__ADS_1


Aditya pun diantar oleh pelayan keluar dari mansion itu.


"Ada apa?" Tanya Kenzo dengan wajah innocent nya seakan-akan dia tidak berbuat salah apapun saat ini.


"Apa maksud mu ikut bergabung di acara makan malam kami?" Ucap Alesya pelan.


"Memang nya ada yang salah?" jawab Kenzo dengan ekspresi datar nya.


"Hah?" Seru Alesya kaget.


"Kau pasti sedang bercanda kan tuan Kenzo Dayso?" Alesya membelalakan matanya.


Tapi Kenzo tetap saja dengan tampang tak bersalah menatap Alesya.


"Bukankah kau mengatakan tidak akan mencampuri urusan pribadi ku?" Tekan Alesya pada setiap kata yang diucapkannya.


"Apa aku mencampuri urusan pribadi mu?" Kenzo balik bertanya pada Alesya.


"Hah... " Seru Alesya kaget. "Tentu saja!! kau baru saja mencampuri urusan pribadi ku."


"Aku tidak merasa mencampuri urusan pribadi mu. Kau sendirikan yang mengatakan kalau kau ingin meminta izin tentang makan malam itu pada ku? Aku hanya membantu mu." Bela Kenzo.


"Nona Alesya Diningrat, kau yang menyebut-nyebut nama ku, aku hanya sedang memainkan peran ku sebagai seorang suami yang baik dihadapan tamu mu. Apa kata orang tentang kita kalau sampai aku memberikan mu izin makan malam berdua dengan seorang pria lain. Aku yakin Aditya pasti tidak akan ikut pada makan malam romantis itu." Kenzo lalu berdiri dan meninggalkan Alesya yang masih bingung dengan semua ini.


Bagaimana mungkin Kenzo yang jelas-jelas sudah melanggar point kesepakatan mereka dapat dengan mudah mencari alasan yang tepat untuk membenarkan keputusannya.


"Aku terlalu meremehkan mu Kenzo Dayson." gumam Alesya dalam hati.


"Alesya sebaiknya kau katakan pada Skala kalau kita tidak bisa makan malam bersamanya." Seru Kenzo sambil berjalan.


Kemudian Kenzo berhenti dan berbalik. "Kau tentu tak berniat membawa serta Skala kan?kalau Hemat ku sebaiknya jangan.Cukup dia tahu nya hanya aku satu-satunya pria dalam hidup mu saat ini." Kenzo pun lanjut berjalan menuju kamarnya.


"Pria ini lidahnya benar-benar tajam.Sungguh wanita yang menjadi istri sungguhannya kelak mesti berhati baja." Pikir Alesya.


Ke depan nya Alesya benar-benar harus berhati-hati menghadapi tuan muda ini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


kenzo emang paling bisa ya kengkawan nyari alasan... 😎


Jangan lupa untuk selalu dukung otor ya dengan cara like, komen dan share karya otor ini.


Kalau kamu bosan nunggu updaten otor, silah mampir dikarya otor yang lain


#bukan Betty La fea

__ADS_1


#Help me, Mr. Ceo.


selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan nya... πŸ₯°


__ADS_2