
Skala dan Kenzo pun tiba di depan kamar Skala, “Baiklah Ska, daddy akan Kembali ke kamar dan mandi baru setelah itu daddy akan menemui mu lagi.” Ucap Kenzo pada putranya.
“I will wait you dad.” Jawab Skala dan langsung masuk ke kamarnya.
Setelah putranya itu masuk ke kamar, Kenzo pun berjalan ke arah kamarnya sambil menggerutu.
“Huft!! Aku harus mandi sekali lagi karena ulah tuan Aldion Rodio. Dia benar-benar sudah mengerjai ku sore ini.” Seru Kenzo dalam hatinya, rasanya saat ini bau tubuhnya hampir sama dengan bau tubuh nya di Brown.
Jarak antara kamar Kenzo dan Skala sebenarnya tidak lah jauh, hanya beda satu lantai saja.
Begitu sampai di depan kamarnya, Kenzo langsung membuka pintu kamar itu dan tanpa sengaja dia mendengar sekilas ALesya sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
Alesya yang mendengar seseorang membuka pintu kamarnya langsung yakin bahwa orang itu adalah Kenzo. Dengan cepat Alesya bersandiwara di telpon yang sudah tidak terhubung itu.
“baiklah Monica, aku akan menemani mu berbelanja begitu aku pulang dari kota J.” Ucap Alesya begitu dia melihat Kenzo memasuki kamar.
Alesya menoleh pada Kenzo dan berkata, "Dari mana saja diri mu tuan Dayson?” Alesya meletakkan ponsel nya di nakas dan segera menghampiri suaminya yang baru saja masuk ke kamar itu.
Kenzo pun berjalan ke arah istrinya itu.
“Kau pasti tertawa jika aku mengatakan aku dari mana dan habis melakukan apa.” Ujar Kenzo, sambil menarik pinggang istrinya dan mengaitkan lengannya di pinggang mungil itu.
“Heeem.. Baiklah tuan Dayson, aku akan coba untuk tidak tertawa seandainya itu membuat mu lebih baik setelah menceritakan semua nya pada ku.” Jawab Alesya sambil tersenyum. “atau harus kah aku tertawa sekarang saja sebelum kau mulai bercerita?” ALesya sengaja bermain kata-kata dengan suaminya itu.
Kenzo tahu betul maksud perkataan Alesya. Istrinya ini memang senang bersilat lidah.
“kau memang sungguh istri yang menyebalkan nyonya Dayson!” Sungut Kenzo sambil mengeratkan pelukannya. "Tidak kah kau lihat sisa-sisa shock pada diri suami mu ini?"
"Benarkah? coba aku lihat?" Alesya pura-pura melihat dan memperhatikan wajah Kenzo dengan seksama. Lalu dia berkata, "heeemm seperti aku tidak pernah melihat wajah seseorang yang mengalami shock tapi tetap tampan dan enak dipandang seperti ini." Goda Alesya. Dan berhasil membuat Kenzo tersenyum.
“Baiklah. Sekarang cepat cerita pada ku, suami ku yang tampan ini dari mana dan habis mengerjakan apa.” Alesya kini mengalungkan tangannya di leher Kenzo.
Kenzo menarik nafas sebelum memulai ceritanya.
“Apakah kau mengenal Brown?” tanya Kenzo sambil menyipitkan mata nya yang tetap focus melihat wajah ALesya.
“Brown?” Alesya sempat bingung Ketika Kenzo menyebutkan Brown. Kata itu terdengar familiar di telinga ALesya.
"Brown?" Alesya mengulangi menyebutkan Brown dengan ekspresi masih mencari-cari apa yang Kenzo maksudkan sebenar dengan menyebutkan kata Brown.
Kenzo menatap kedalam manik mata Alesya sambil kembali mengulangi menyebutkan Brown dengan gerakan mulut nya dan tangan nya.
“What???” mata Alesya seketika membulat sempurna Ketika ia sadar apa yang baru saja di katakan oleh suaminya.
“jangan katakan pada ku bahwa kau baru saja bertemu dengan Brown? Bagaimana bisa? Apakah ayah membawa Brown ke rumah? Atau apakah dia yang membawa mu ke mini zoo milik nya?” ALesya memberondong Kenzo dengan banyak sekali pertanyaan.
“Wait!! Tunggu dulu nyonya Dayson!” Seru Kenzo.
“ setelah aku mengatakan Brown, ada begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mu tapi kenapa tidak ada satu pun pertanyaan yang menanyakan kabar ku setelah bertemu dengan ular anaconda yang berwarna hijau itu?? Lagi pula kenapa dia mesti dinamai BROWN? Padahal kan dia berwarna hijau!” Seru Kenzo, kesal.
“Hahahaha.. maaf kan aku Kenz. Aku sangat kaget Ketika mendengar kau bertemu Brown. Karena biasanya ayah tidak pernah membawa Brown masuk ke rumah utama. Dia selalu berada di rumah kaca nya.” Ujar Alesya. “jadi bagaimana keadaan mu setelah bertemu dengan hewan peliharaan kesayangan milik ayah ku?” tanya Alesya, sambil menyembunyikan tawa dibalik wajah sok serius yang dibuatnya.
“Kau pasti sedang menertawai ku kan ALeysa!!” Kenzo menarik ALesya ke dalam dekapan nya.
"ayo ngaku!! dibalik wajah innocent mu itu kau pasti sedang menertawai ku kan!!" Kenzo menggelitik istrinya itu.
“Kenz!!! geli! aouuch! Kenzo!!” teriak ALesya.
"Apa kau masih berani menertawai ku?" Kenzo menyipitkan matanya melihat ke arah Alesya yang sudah tidak berani untuk memperlihatkan tawanya.
"tidak! tidak! aku janji tidak akan menertawakan mu lagi." ujar Alesya sambil mencoba menahan tawanya.
Kenzo menatap serius istrinya itu dan berkata, “kau tahu, aku sangat takut. Aku takut ular itu akan memakan ku.” Kini Kenzo memutar tubuh Alesya dan memeluknya dari belakang. “ aku takut aku tidak dapat berjumpa lagi dengan mu.” Ujar Kenzo, lembut, di telinga ALesya.
Alesya tersenyum mendengar perkataan Kenzo yang seperti anak kecil itu.
“Sebenarnya kau tidak perlu takut tuan Dayson. Sejauh ini belum ada satu Anaconda pun di dunia ini yang pernah ditemukan benar-benar memakan manusia.” ALesya mencoba menjelaskan fakta mengenai Anaconda pada suaminya itu.Terkadang orang selalu salah mengenali sosok hewan yang satu ini.
“benarkah?” tanya Kenzo tidak yakin dengan ucapan istrinya. Hal ini bukan tanpa alasan. Bukankah ada banyak sekali film-film di luar sana yang menggambarkan betapa berbahayanya hewan ini. Bahkan di dalam film tersebut sepertinya main menu untuk makan siang Anaconda adalah manusia.
“Benar sayang! Trust me!” Ujar Alesya sambil memegang tangan Kenzo yang sedang memeluk nya dari belakang.
“Tapi aku melihat Anaconda memakan manusia dalam beberapa film yang bercerita tentang keganasan Anaconda.” Terang Kenzo.
Kenzo mungkin saja sangat pintar dalam bidang ekonomi dan lain-lain tapi pengetahuannya tentang reptil sangat minim.
Alesya tersenyum setelah tahu alasan kenapa suaminya itu sangat takut pada Brown.
“Lalu kalau kau melihat film tentang unicorn maka kau akan percaya kalau unicorn itu ada. Itu hanya karangan penulis belaka Kenz! Come on. Aku tidak mengira pengetahuan mu tentang dunia hewan terutama reptil sangat minim.” Ejek ALesya.
“Apakah kau tahu Kenz, karena memiliki badan yang besar dan berat Anaconda cendrung tidak dapat berjalan cepat di tanah. Mungkin di air dia bisa cepat karena dia memang adalah hewan air tapi tetap saja tidak secepat seperti gerakan yang ada di movie-movie yang kau tonton itu Kenz. . See bukankah sekarang kau ada disini dan sedang memeluk ku” Ujar Alesya.
“Itu adalah satu hal yang sangat aku syukuri sore ini.” Jawab Kenzo sambil menghela nafas dalam.
“Apa ayah yang membawa mu ke sana?”
“Bukan, putra kita lah yang membawa ku kesana.” Ucap Kenzo sambil meletakan dagu nya di bahu Alesya.
Hati Alesya selalu terasa bergetar Ketika Kenzo menyebut Skala sebagai putra mereka. Benarkah laki-laki ini menganggap Skala sebagai putra kandungnya? Atau hanya sebatas perkataan untuk menyenangkan hati ALesya belaka?
“Putra kita?” Ulang Alesya dengan suara pelan, memberanikan diri untuk mengulang perkataan Kenzo.
“ya, putra kita. Skala. Dia yang sudah membawa ku untuk berkenalan dengan hewan kesayangannya itu. Aku rasa keluarga mu pasti keturunan Tarzan ALesya. Lihatlah jenis-jenis hewan peliharaan yang dimiliki oleh ayah mu itu. “ Sejenak Kenzo Kembali terbayang Pangki dan Brown yang baru saja ia temui. Mungkin kalau Kenzo menyetujui ajakan Skala untuk bersafari di mini zoo milik kakek nya, akan ada nya banyak hewan di luar ekspektasi Kenzo yang akan Kenzo temui di mini zoo itu.
__ADS_1
“keluarga Tarzan! Kau meledek ayah ku Kenz? Awas akan aku laporkan kau pada nya ya!” Ancam Alesya.
“Ampuun ALesya. Kalau kau masih sayang dengan suami mu ini sebaiknya kau tidak mengatakan apapun pada ayah. Aku tidak mau tidur satu tempat dengan Brown ataupun Pangki malam ini.” Ujar Kenzo. “Sebaiknya aku mandi sekarang. Aku merasa bau Brown tadi masih menempel di badan ku.” Kenzo melepaskan pelukannya dan langsung ke kamar mandi.
“dasar, badannya saja yang besar ternyata dia takut dengan ular.” Seru Alesya lalu keluar dari kamar nya.
“Alesya, ikut ayah sebentar.” Seru Aldion pada putrinya itu
“Ada apa ayah?” ALeysa merasa kalau ada hal penting yang ingin ayahnya katakan.
“masuklah.” Aldion membuka pintu ruang kerjanya dan meminta ALesya untuk masuk ke dalam ruangan itu.
“Ada apa ayah?” Ulang Alesya Kembali bertanya pada ayahnya.
Aldion mengunci pintu ruangan itu dan mengarahkan kursi rodanya mendekati Alesya.
“Duduk lah Alesya. Ada hal penting yang ayah akan bicarakan pada mu.” Ujar Aldion dengan raut wajah serius.
“Ada apa ini?” hati ALesya tiba-tiba berdebar Kencang. Dia merasakan ada sesuatu hal di dadanya.
“Alesya apakah kau sudah menemukan ayah kandung Skala?” tanya Aldion tanpa basa-basi.
Pertanyaan Aldion yang tiba-tiba tentang keberadaan ayah kandung Skala sungguh membuat Alesya terkejut.
“Kenapa kau tiba-tiba bertanya mengenai hal ini ayah?” Tanya Alesya.
Seingat ALesya, Aldion baru hanya sekali menanyakan hal itu pada nya yakni Ketika Skala lahir. Dan setelah itu Aldion sama sekali tidak pernah bertanya mengenai keberadaan pria yang Alesya pun tidak tahu rupa dan nama nya itu.
“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku ALesya? Kau malah bertanya Kembali pada ku.” Ucap Aldion sambil mengambil cangkir teh yang ada di atas meja.
“Aku tidak tahu harus menjawab apa pada mu ayah. Sebab selama aku di kota A aku sama sekali tidak pernah mencari tahu keberadaan laki-laki itu. Lagi pula, bagaimana aku dapat mencari nya kalau siapa nama nya atau pun bagaimana rupa nya aku sendiri pun tidak tahu.” Ujar Alesya lemah. Sekelebat kejadian masa lalu Ketika ia bangun pagi itu setelah dijebak oleh Agnes Kembali terlintas di benak nya.
Aldion menarik nafas dalam dan menghembuskannya berlahan. “bagaimana kalau suatu saat kau menemukan kebenaran tentang sosok laki-laki itu, apa yang akan kau lakukan ALesya?” Tanya Aldion pada Putrinya.
ALesya menatap ayahnya dengan tatapan kosong sebagaimana pikirannya yang benar-benar kosong jika ditanya mengenai hal itu.
“aku tidak tahu ayah. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa jika pria itu muncul dalam kehidupan ku dan Skala.” Jawab Aleysa, dibarengi dengan hembusan nafasnya yang terdengar sangat berat.
“Apakah kau akan memaafkannya seandainya kau tahu siapa ayah kandung Skala?” Aldion Kembali bertanya pada putrinya itu.
“Memaafkan?” ALesya berhenti dan memikirkan makna memaafkan dalam kasus nya ini.
“Aku tidak dapat mengatakan apapun saat ini ayah. Bagaimana aku dapat mengatakan aku akan memaafkan nya jika aku sendiri tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah dalam hal ini. Keadaan malam itu terlalu tidak jelas bagi ku. Apakah dia orang suruhan Agnez? Atau bisa jadi dia hanya laki-laki random yang kebetulan ada di kamar itu, atau bisa jadi dia juga sama dengan ku sedang dalam keadaan di jebak oleh seseorang. Aku tidak bisa langsung mengatakan aku bisa memaafkan nya atau tidak, sebab aku tidak tahu apakah aku yang memiliki hak untuk memberikan maaf atas segala kekeliruan yang terjadi malam itu.” Alesya akhirnya mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan selama ini tentang laki-laki yang berstatus sebagai ayah biologis Skala itu.
“tapi kau adalah pihak yang dirugikan nak! Bukankah sebagai lelaki dia seharusnya bertanggung jawab pada mu, bertanggung jawab kepada anak nya yang ada pada mu. Bukan bersembunyi dan melupakan tanggung jawabnya pada mu.” ALdion sengaja mengarahkan pemikiran ALesya untuk membenci sosok laki-laki yang telah menodai nya malam itu.
“Kau benar ayah. Aku pasti adalah satu-satu nya pihak yang dirugikan dalam hal ini. Aku tidak menyangkal hal itu. Tapi aku masih ingat, pagi itu aku yang meninggalkannya dalam keadaan tertidur. Aku pergi begitu saja. Itu juga adalah kesalahan ku. Bagaimana dia bisa mencari ku kalau aku menghilang begitu saja dari kamar itu dan lalu meninggalkan kota A tak lama setelah itu. Bisa saja dia mencari ku kan ayah. Kemungkinan itu bisa saja terjadi.” Tekan Alesya.
“Bagaimana kalau dia muncul Alesya? Bagaimana kalau ternyata kau mengenalnya.” Aldion mengatakan hal itu dengan pelan dan penuh penekanan. Dia ingin melihat respon putrinya.
“Apa maksud mu berkata begitu ayah? Apa kau sudah tahu siapa ayah kandung Skala?” Nafas Alesya mendadak menjadi tidak beraturan. Dia mulai menyadari arah tujuan dari semua pertanyaan yang diajukan oleh ayahnya.
“katakan pada ku ayah. Siapa laki-laki itu.” Tanya Alesya dengan nafas yang terasa berat.
“Katakan pada ku terlebih dahulu. Apakah kau akan membenci laki-laki ini atau tidak?” Aldion bersikeras tidak mau menyebutkan nama laki-laki itu sebelum Alesya memberitahukannya sikap yang akan diambil jika ia mengetahui siapa laki-laki itu sebenarnya.
“Kalau memang ayah tahu siapa laki-laki itu. Aku mohon pada mu ayah, aku mohon katakana pada ku siapa laki-laki itu.”
Aldion yg tadinya ingin mengungkapkan jati diri Kenzo, setelah berbicara panjang dengan Alesya akhir memiliki ide lain. Hal ini karena ia takut rencana nya tidak berjalan dengan baik.
“Datanglah jam 9 ke ruang baca ku. Tetaplah berada di dalam ruangan kaca itu meski apapun yang kau lihat dan kau dengar nantinya. Aku akan membawa laki-laki itu ke taman di luar ruang baca. Kau bisa melihat wajahnya dan kau bisa mendengar sendiri semua penjelasannya. Aku harap setelah kau mengetahui siapa dia dan mendengarkan penjelasannya, kau mempertimbangkan Kembali pernikahan mu dengan Kenzo Dayson.” Aldion pun keluar dari ruang kerja nya itu dan meninggalkan ALesya untuk berpikir sendirian di ruangan itu.
“Apa maksud ayah meminta ku mempertimbangkan Kembali pernikahan ku dengan Kenzo? Apakah dia mau menikah kab ku dengan ayah kandung Skala? Tapi tadi ayah seakan-akan mendorong ku untuk membenci pria itu? Tapi kalau begitu kenapa dia meminta ku untuk mempertimbangkan Kembali pernikahan ku dengan Kenzo jika ia membenci pria itu.” Ada banyak pertanyaan yang muncul di kepala Alesya saat ini.
Alesya merasa tidak sabaran untuk mengetahui identitas sebenarnya laki-laki misterius malam itu. ***** makan ALesya mendadak hilang. Saat ini dia tidak ingin ada yang mengganggu nya. Dia juga tidak ingin bertemu Kenzo sebab jika ia bertemu Kenzo pasti Kenzo akan menyadari bahwa Alesya sedang dalam masalah. Alesya tidak ingin Kenzo tahu bahwa Ayah kandung Skala akan datang untuk berjumpa ayahnya malam ini. Paling tidak biarlah dia tahu dulu siapa laki-laki itu sebenarnya, apa yang sebenarnya terjadi malam itu, dan mengapa laki-laki itu tidak pernah datang mencarinya dan Skala selama ini. Setelah ia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan semua alasan dari semua itu baru Alesya akan membicarakan hal ini pada Kenzo. Aleysa akan membawa Kenzo untuk bersama-sama berdiskusi tentang hal ini. Jika perlu maka mereka akan duduk bertiga; aleysa, Kenzo dan ayah Skala.
Aleysa langsung keluar dari ruang kerja Aldion dan masuk ke dalam ruang baca. ALesya sengaja mengunci pintu dari dalam agar tidak ada orang yang dapat mengganggu nya. Alesya menatap kearah pintu kaca yang mengarah ke taman luar. Disana lah nanti ayah nya dan laki-laki itu akan berbicara. Alesya yang berada di dalam ruangan akan dapat melihat mereka dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi mereka yang berada di luar tidak akan mengetahui keberadaan ALesya yang ada di dalam ruang baca itu.
Sementara di kamar, Kenzo yang baru saja selesai mandi tidak melihat keberadaan istrinya. “Mungkin dia sudah turun.” Ujar Kenzo dan langsung mengambil baju nya yang akan ia kenakan.
Ketika Kenzo akan keluar kamar tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata itu adalah telpon dari Jack.
“Hallo tuan Kenz.” Ujar jack.
“Heemm.. ada apa Jack? Sebaiknya hal ini adalah hal yang penting sebab kau baru saja membuat ku batal melangkah ke ruang makan. Dan ini sudah masuk jam makan malam.” Seru Kenzo.
“ tentu saja ini adalah hal yang penting tuan.” Jawab Jack.
“kalau begitu cepat katakan.”
“Seperti yang kau perintahkan, aku terus menyadap ponsel nyonya Alesya. Dan Ketika aku di kantor siang tadi untuk stand by memonitor panggilan masuk dan keluar nyonya Alesya serta pesan-pesan yang masuk ke ponselnya, aku dapat sebuah informasi penting terkait rencana nyonya ALeysa tuan.” Ujar Jack.
Kenzo langsung mencari posisi aman untuk mendengarkan informasi penting yang akan Jack sampaikan.
“Cepat katakan informasi apa yang kau peroleh Jack!!” tanya Kenzo sambil berbisik.
“Nona Agnez menghilang. Saat ini nyonya Jenny tengah sibuk mencarinya.”
“Agnez menghilang?”
“ya tuan. Nona Agnez tiba-tiba tidak diketahui keberadaannya. Dan ini bukan perbuatan nyonya Alesya. Sebab nyonya ALesya pun merasa hal ini sangat janggal. Menurut nyonya Alesya nona Agnez sangat tidak mungkin meninggalkan rumah begitu saja. Walaupun kepergian nona Agnez ini karena dia tidak tahan dengan kehidupan rumah tangganya dengan tuan Puji, sangat tidak mungkin nona Agnez tidak memberitahukan keberadaan nya pada nyonya Jenny sehingga nyonya Jenny seperti orang gila mencari keberadaan nona Agnez pada teman-teman nona Agnez.” Jelas Jack.
“Alesya benar. Memang sangat janggal bila Agnez pergi tanpa memberitahukan kepergiaannya pada Jenny. Tapi kemana anak itu?” kenzo terlihat berfikir.
__ADS_1
“Segera selidiki keberadaan Agnez.” Perintah Kenzo.
“baik tuan. Aku akan melacak nona Agnez dari jejak ponselnya.” Jawab Jack.
“lalu apakah hal ini berpengaruh pada rencana ALesya?” Tanya Kenzo sambil terus memeriksa keadaan sekelilingnya, memastikan tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraannya dengan Jack.
“nyonya meminta orang kepercayaan nya untuk menjadikan momen ini sebagai pemicu kecurigaan tuan Ronald pada nyonya Jenny dan nona Agnez.”
“benarkah?”
“benar tuan. Nyonya Alesya meminta orang kepercayaan membuat sebuah tiket palsu mengenai kepergiaan nona Agnez.” Jelas Jack.
“Heem.. baiklah Jack. Terus awasi ponsel Alesya. Aku akan melihat perkembangan ku menyelusup ke system mereka.”
“baik tuan.”
Kenzo pun menutup telpon itu. Kenzo melihat jamnya dan ternyata sudah masuk waktu makan malam. Kenzo pun segera menuju ke ruang makan.
“hai daddy..” sapa Skala. “ Aku menunggu mu di kamar tapi kau tak kunjung datang jadi turun saja terlebih dahulu. Sorry.” Ujar anak laki-laki itu.
“No Ska, daddy yang salah karena terlalu lama di kamar tadi.” Jawab Kenzo. “Anyway, mommy mu mana?” Tanya Kenzo sebab dia tidak melihat ada orang lain selain Skala di ruangan itu.
“Heem Alesya sedang ada urusan. Dia keluar sebentar.” Jawab ALdion yang kebetulan baru masuk ke ruang makan.
“Baiklah ayah.” Jawab Kenzo walaupun dia bingung tidak biasanya Alesya pergi begitu saja tanpa mengabarinya. Tapi mungkin saja memang ada urusan penting maka ALesya buru-buru dan tidak pamitan sama Kenzo.
“Heemm paman dan bibi apakah mereka juga tidak makan malam Bersama kita?” Tanya Kenzo pad ALdion sebab dia juga tidak melihat mereka di ruangan itu.
“Mereka sedang ada undangan makan malam di luar.” Jawab Aldion berbohong. Sebenarnya Aldion sengaja mengatur agar sahabatnya itu berserta istri untuk makan malam di luar mala mini agar rencana nya untuk membuat ALesya meninggalkan Kenzo berhasil. Kalau mereka ada di rumah Aldion takut rencana nya akan gagal.
“baiklah ayah.” Jawab Kenzo sekali lagi.
Suasana makan malam itu pun sangat sunyi. Skala juga tidak banyak bicara.
“Daddy, bisa kah setelah makan malam ini kau menemani ku di kamar?” Tanya Skala Ketika ia Sudah selesai dengan makan malamnya.
“Ten-“
Baru saja Kenzo akan menjawab pertanyaan Skala, tiba-tiba Aldion langsung memotong perkataan Kenzo.
“Ska, malam ini kau harus tidur lebih awal. Besok baru bermain dengan daddy mu. Ada hal penting yang ingin aku diskusikan dengan daddy mu mala mini.” Seru Aldion dengan wajah dinginnya.
Kenzo dan Skala saling melihat. Suasana makan malam yang hening membuat ayah dan anak itu merasa ada hal buruk yang akan terjadi.
“baiklah kalau begitu kek.” Jawab Skala.
Skala menatap kakek nya mencoba membaca air muka pria tua itu. “Apa yang sebenarnya yang sedang direncanakan oleh kakek?” pikir Skala. “Suasana malam ini sungguh terlalu tenang.” Ujar nya dalam hati.
“Kenz, aku menunggu di taman samping rumah. Datang lah begitu kau sudah siap dengan makan malam mu.” Aldion pun mengarahkan kursi rodanya ke arah taman yang ia maksudkan.
“Baik ayah.” Jawab Kenzo singkat.
“Apalagi kali ini.” Pikir Kenzo sambil menatap Skala.
“Apa kau tahu sesuatu Ska?” Tanya Kenzo pada putra nya itu.
Skala menggeleng. Dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang ingin kakek nya lakukan.
“aku punya firasat yang buruk mengenai hal ini daddy.” Ujar Skala.
“Aku pun begitu.” Jawab Kenzo.
“Baiklah, aku rasa aku akan segera menyusul kakek mu. Kau segera masuk ke kamar mu Ska.” Perintah Kenzo pada putranya.
Skala pun meninggalkan ruang makan itu dan menuju ke kamarnya. Sementara Kenzo walaupun merasakan ada sesuatu yang tidak beres tetap melangkahkan kaki nya menuju taman samping tempat yang disebutkan oleh ALdion tadi.
***
Sementara Aldion, Skala dan Kenzo makan malam, Alesya dengan hati yang tak tentu arah sudah bersiap-siap menunggu kedatangan ayahnya bersama laki-laki itu.
“Apa yang mesti aku lakukan setelah aku melihat nya?” ALesya memejamkan matanya untuk menenangkan diri.
“Apakah dia akan mengakui Skala?”
“Akankah Skala menerima nya sebagai ayah nya”
“lalu bagaimana dengan Kenzo?” ALesya menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya. Rasa nya sangat frustasi saat ini. Kenapa pria itu harus muncul disaat ia dan Skala sudah menemukan sosok baru untuk dijadikan pelindung dan penjaga mereka.
“apakah Kenzo akan memahami hal ini?” Alesya takut kejadian malam ini akan berdampak besar pada hubungannya dan Kenzo. Serta hubungan Kenzo dan Skala.
Dalam keruwetan yang ada didalam kepalanya, ALesya tiba-tiba mendengar Langkah kaki yang mengarah ke taman di luar ruang baca itu.
ALesya menarik nafas dalam dan menghembuskannya berlahan. Mata ALesya tetap fokus memperhatikan situasi di luar ruangan baca itu. Kalau boleh jujur Alesya Sudah sangat tidak sabar untuk melihat sosok laki-laki yang selama ini selalu membayangi hidup ALesya.
Bunyi yang disangkakan oleh Alesya sebagai derap Langkah itu, ternyata semakin Alesya cermati ternyata bukanlah bunyo derap Langkah orang yang sedang berjalan tapi lebih menyerupai bunyi roda yang berputar dan benar saja ternyata sosok yang muncul pertama sekali adalah ayahnya.
Aldion yang mengetahui Alesya ada di balik pintu kaca besar di hadapannya sengaja memandang lekat pintu kaca itu seolah berkata, lihat dan perhatikan siapa sebenarnya lelaki itu.
Tidak lama setelah kedatangan ALdion, kali ini Aleysa benar-benar mendengar derap Langkah kaki menuju taman itu. Derap langkap itu terdengar semakin jelas. Itu menandakan kalau orang itu semakin dekat mengarah pada nya. Dan ternyata-
“Kenzo?”Ujar Alesya. Heran mengapa Kenzo datang ke taman itu. Apakah Kenzo sedang mencari ayah nya? Atau ada apa? Kenapa malah Kenzo yang muncul.
****BERSAMBUNG
__ADS_1