Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 8#Rencana jahat Jenny dan Agnes#4


__ADS_3

Setelah Jack keluar Kenzo mulai menyatukan potongan puzzle di kepalanya tentang Alesya.


Kenzo terlihat memain-mainkan ponsel di tangannya.


"Alesya adalah putri tuan Ronald dan nyonya Ameera. Tapi Nyonya Ameera sebelumnya pernah menikah dengan tuan Aldion." Kenzo memejamkan matanya.


"tidak percuma aku membayar mahal detektif itu." Gumam Kenzo sambi tersenyum puas.


"Jadi putri kandung tuan Ronald bukanlah Alesya melainkan Agnes." Kenzo tersenyum smirk seakan-akan dia mendapatkan sebuah jackpot. "kalau begitu permasalahan nya maka pantas saja dia tidak menyukai Alesya dan membiarkan istri keduanya menjodohkan Alesya dengan pria yang lebih tua."


Kenzo kembali melihat email yang dikirimkan oleh Jack. "dari data yang dikirimkan oleh detektif ini artinya Alesya sempat pergi dari rumah pada malam aku berada di kota A waktu itu. Kemana dia? bersama siapa? Apa benar dia yang bersama dengan ku di hotel malam itu?" Kenzo melonggarkan dasinya.


"Tapi kalau benar gadis waktu itu adalah dirinya bagaimana dia bisa ada di hotel itu dalam keadaan tidak sadarkan diri? Di laporan ini dikatakan bahwa Alesya tidak bisa keluar rumah tanpa seizin kedua orang tuanya. Dia hanya keluar rumah untuk pergi ke sekolah. Tapi bagaimana bisa dia ada di hotel saat itu? Apa dia diundang ke sebuah pesta? Sepertinya keluarga Diningrat tidak sebaik itu untuk membiarkan dia pergi ke pesta"Kenzo mencoba menenangkan dirinya. Mencoba menghubungkan semua benang merah.


"Ini benar-benar memusingkan." Seru Kenzo sambil menghela nafa.


"Apa aku yang terlalu memaksa kalau gadis itu harus Alesya." Kenzo mengusap rambut dan tengkuk nya.


Kenzo kembali mencoba untuk memilah-milah fakta yang ia miliki.


"Alesya memang tidak ada di rumah malam itu. Tapi tidak ada informasi kemana dia malam itu. Hanya saja dari kebiasaan nya dan peraturan yang keluarga Diningrat terapkan untuk Alesya, tidak mungkin rasanya Alesya pergi berpesta ke hotel dan berakhir tidak sadarkan diri di kamar ku dengan pakaian seperti itu."


" Keluarganya pasti tidak akan mengizinkan nya untuk pergi berpesta secara selama ini dia hanya keluar rumah untuk bersekolah."Kenzo kembali memejamkan matanya.


"Kecuali-" Mata Kenzo terbuka dan dia melihat ada satu situasi yang membuat semua ini menjadi mungkin.

__ADS_1


"Aku akan menyelidiki ini lebih dalam lagi. Paling tidak sekarang aku tahu tuan Ronald bukanlah ayah kandung Alesya dan dia tidak akan pernah melindungi Alesya. Artinya Alesya bisa saja dalam bahaya selama dia ada disini walaupun aku yakin tuan Aldion pasti sudah memerintahkan orang-orang nya untuk melindungi Alesya."


"Dan tujuan Alesya kembali pasti ingin membalas keluarga Diningrat dan mengambil alih harta mereka."


"Alesya..."


"Alesya.."


"Cukup berani juga wanita ini." seru Kenzo sambil tersenyum.


"Aku juga akan menyelidiki siapa ayah Skala. Jangan-jangan bocah yang selalu berselisih dengan ku itu benar adalah putra ku." Gumam Kenzo.


###


Setelah mampir ke sekolah Skala untuk berjumpa dengan sahabatnya yang kebetulan adalah kepala sekolah nya Skala, Kenzo pun pulang.


"Ya, barang-barang mu dan Skala sudah aku bereskan semua. Dan sudah aku minta pelayan untuk memasukkan semuanya ke bagasi."Jawab Alesya masih sibuk memasukan barang-barangnya.


" Apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Kenzo.


"Tidak ada." Jawab Alesya cepat.


Namun tiba-tiba Alesya berhenti memasukan barang-barangnya dan menatap Kenzo seakan-akan ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Kenzo heran melihat Alesya yang menatapnya.

__ADS_1


"Kenz kalau kau tidak keberatan bisakah kau pergi ke kamar Skala dan bicara dengan nya." Ujar Alesya yang terlihat sedikit khawatir.


"Seperti dia sedang ada masalah di sekolah tapi dia tidak ingin menceritakan nya pada ku. Anak itu kalau aku perhatikan lebih nyaman dengan mu." Lanjut Alesya.


"Benarkah?" Tanya Kenzo tidak yakin. Karena sejauh ini Skala selalu bersikap sesukanya dengan Kenzo. Bahkan tak jarang mereka selalu berselisih pendapat.


"Ya." Jawab Alesya sambil tersenyum. "Skala tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali aku. Bahkan biasanya dia tidak mau pergi dengan orang lain tanpa diri ku. Mengajaknya untuk mengobrol pun sulit apabila orang itu baru mengenalnya. Tapi entah apa yang terjadi dalam kasus mu. Skala begitu cepat akrab dengan mu. Dia bahkan banyak sekali bicara kalau aku perhatikan ketika ia bersamamu. Dia bersedia berangkat sekolah dan pulang sekolah dengan mu. Aku rasa kalian memang cocok." Jelas Alesya sambil tertawa.


"Jadi ku mohon pergi lihat lah dia.Aku rasa dia pasti mau terbuka dengan mu Kenz. Kau bisa anggap ini permintaan dari seorang teman. "Ujar Alesya.


"Bukankah kita akan menghabiskan waktu bersama setahun ini? Jadi ku pikir ada baiknya kita belajar menjadi teman mulai dari sekarang." Tawar Alesya.


Wajah Kenzo yang tadi nya bahagia karena Alesya meminta pertolongan nya mendadak berubah kesal karena mendengar Alesya mengatakan ini hanya permintaan dari seorang teman.


"Tidak!! Aku tidak mau berteman dengan mu!!" Jawab Kenzo dingin dan meninggalkan Alesya.


Alesya terbengong mendengar penolakan dari Kenzo yang begitu saja.


"Huft! dasar pria arogan. Berteman dengan ku saja dia tidak mau! Aku juga tidak ingin sebenarnya berteman dengan mu!" Gumam Alesya, kesal.


Kenzo sebenarnya masih belum meninggalkan Alesya. Dia yang berdiri dinding luar kamar itu dapat dengan jelas mendengar celotehan Alesya.


"Aku benar-benar tidak ingin berteman dengan mu Alesya!" Gumam Kenzo dalam hati dan pergi ke kamar Skala.


###

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komen ya zeyeng.. kalau bersedia untuk berikan hadiah ke otor.. sumpah otor kagak akan nolak... hehehe


__ADS_2