
******
“Dyana mau sampai kapan kau mengurung diri mu di kamar!” Teriak Mary dari luar kamar yang ditempati oleh Dyana di rumah Frans itu.
“Sudah lah Mary.. kau tenang lah dulu. Dyana mungkin perlu waktu untuk memikirkan semua ini.” Bujuk Nani, ibu Frans.
“Nania, kau tahu sendirikan! Sampai kapan pun aku tidak akan mengizinkan Dyana dan laki-laki itu menikah. Dia itu yang telah menyebabkan kematian Jodytia dan Robert! Dan yang lebih membuat ku tidak menyukainya adalah karena dia adalah anak angkat keluarga Dyason!” Sebut Mary sambil melipat tangannya.
Nania menatap sahabatnya itu dalam. “Apa jadinya jika Mary tahu kalau Frans ternyata juga adalah putra angkat ku Juan Aksena.” Gumam Nania dalam hati.
“Apakah status anak angkat dan anak kandung itu begitu penting bagi mu Mary? Bukan kah kau juga memiliki seorang putri yang tidak berasal dari Rahim mu?” Nania sengaja menyinggung tentang mendiang Mai yang merupakan anak tiri Mary.
“Mai berbeda, Nania. Aku tahu siapa ayah nya serta aku juga tahu siapa ibunya. Tapi kalau Marcus, aku tidak tahu siapa ayah dan ibunya. Bisa saja, darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah seorang psikopat! Who knows!” Cerca Mary.
“Kau terlalu berlebih-lebihan! Apa kau kira kakeknya Kenzo akan sembarangan mengadopsi anak? Sudah lah kau terlalu jauh berpikiran yang tidak-tidak Mary.”
“Ayo kita kebawah.. minum teh sepertinya dapat menurunkan amarah mu.”ajak Nania pada Mary.
“Andaikan memang hal itu bisa benar-benar terjadi maka aku akan meminum teh satu baskom setiap hari.” Celetuk Mary asal.
******
__ADS_1
“apa yang bisa aku bantu?” Ujar Frans begitu selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
“duduklah Frans..” Pinta Alesya.
“Kau mau Frans?” Tawar Kenzo sambil mengangkat bakso yang ditusuk -tusuk plus dengan bumbu kecap nya.
“Benda apa ini?” Tanya Frans sambil mengambil bakso yang diberikan oleh Kenzo.
“Entahlah.. belum aku namai.” Jawab Kenzo sekenanya.
“Heem.. ini enak! Bakso ini di tusuk lalu di bakar kan? Aku belum pernah merasakan sesuatu yang berbeda seperti ini.” Tukas Frans yang entah karena memang bakso itu benar-benar enak atau karena saat itu perut nya sedang dalam keadaan lapar.
“Tentu saja kau belum pernah merasakannya. Karena itu adalah maha karya dari tuan Kenzo Dayson ini.” Cicit Aleysa dengan wajah yang terlihat menahan tawa.
“tentu saja bukan ayah ku yang membuatnya!” Timpal Skala yang datang membawakan sepiring lagi bakso bakar tusuk bumbu kecap ke meja itu.
“Aku lah shef yang sebenarnya disini.” Tukas Skala lalu pergi begitu saja, membuat semua orang dewasa yang ada disana tertawa melihat pakaiannya yang sudah berganti dengan pakaian ala shef hotel bintang lima.
“Apa sindrom tadi juga bisa menimpa anak-anak paman?” Bisik Alesya pada Marcus di depan Kenzo.
Melihat kelakuan Skala yang ikut-ikut absurb seperti Kenzo membuat Alesya khawatir, jangan-jangan putranya juga terkena sindrom yang sama dengan Kenzo.
__ADS_1
“tenang lah Alesya, itu tidak belum pernah terjadi. Skala pasti hanya sedang bersenang-senang.” Tukas Marcus.
‘Huft!! Syukurlah.” Seru Alesya, bernafas lega.
cukup lah Kenzo seorang yang jadi aneh karena kehamilan nya ini.
“Heem.. Frans, Thanks!” Marcus mengulurkan tangannya pada Frans guna berjabat tangan dengan pria yang sudah berbesar hati untuk mundur dari gelanggang pertarungan ini.
“Aku tidak meyerahkannya dengan percuma pada mu Marcus! Kalau kau menyakitinya maka aku akan mengambilnya secara paksa dari mu.” Jawab Frans sambil menjabat tangan Marcus.
“Kau tidak akan pernah melakukan itu. Sebab aku tidak akan menyakiti Dyana.” Ujar Marcus.
“andaikan aku punya adik perempuan, aku pasti akan-“
“STOP!!” Sela Frans.. perkataan Marcus sungguh de javu di telinga Frans.
Kenzo yang sangat mengerti akan hal ini, sengaja menutup mulutnya agar tidak ada yang tahu kalau saat ini dia sedang menahan tawa nya.
“Sungguh aku tidak memerlukan adik perempuan siapa pun saat in!!” Ujar Frans dan langsung melepaskan tangan Marcus.
“Wow!!” Seru Marcus yang mengira Frans berkata begitu karena Frans sedang membutuhkan waktu untuk memulihkan hatinya sebab cinta nya bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
Andaikan Marcus tahu alasan sebenarnya adalah karena kelakar Kenzo.. entah lah.
**bersambung..