Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 26 #Di mulai dari Agnes#5


__ADS_3

#Flash back


“katakan dengan jelas!! Jangan bergumam tidak jelas seperti itu!! Seperti kehabisan tenaga saja!!” ujar Jasmin seenaknya padahal dia sangat tahu bagaimana kondisi Agnez saat ini. Wanita itu terlihat sangat kelaparan dan menyedihkan.


“Jasmin a-aku mohon to-long lepaskan a-ku!” Ulang Agnez dengan semua sisa tenaga yang ia punya.


Jasmin yang melihat Agnez begitu putus asa merasa Bahagia. Tapi itu tidak berarti dia akan segera melepaskan Agnez. Hal ini malah membuat Jasmin berkeinginan untuk menyiksa Agnez lebih dan lebih lagi. Kalau perlu Agnez mati sekalian.


“Jasmi?? Kau memanggil ku apa barusan?” Kini Jasmin mulai berulah lagi.


“memang nya kedudukan mu apa sehingga kau berani begitu saja memanggil nama ku tanpa embel-embel nyonya.” Seru Jasmin masih dengan kaki nya yang berada di atas punggung Agnez yang masih dalam posisi sujud itu.


Walaupun kesadaran Agnez mulai menurun sebab kondisi yang memburuk itu tapi Agnez mengetahui maksud ucapan Jasmin barusan. Jadi dengan cepat dia meralat perkataannya. Dia tidak kuat jika harus terus-terusan di siksa oleh Jasmin.


“Nyo-nya Jasmin, A-ku mohon pada mu. Tolong le-paskan a-ku!” Ucap Agnez sambil masih menahan rasa sakit yang sebenarnya sudah tidak dapat ia tahan lagi.


“memang nya apa yang akan aku dapatkan jika aku melepaskan mu.” Jasmin sengaja mempermainkan Agnez lebih lama lagi.


“A-aaku berjan-ji akan menja-di pela-yan seti-a mu nyonya!” jawab Agnez masih dengan terbata-bata.


Jasmin tersenyum mendengar perkataan Agnez. “Lihatlah bagaimana seorang nona muda keluarga Diningrat yang sombong kini ada dibawah kaki ku dan dengan suka rela menawarkan dirinya untuk menjadi pelayan ku. Aku yang hanya seorang Wanita dari keluarga kelas bawah, apakah dunia sudah terbalik hari ini?” Ejek Jasmin pada Agnez.


“A-ku sungguh berjanji a-akan menjadi pela-yan setia mu nyo-nya. Ja-di aku mohon tolong lepaskan aku.” Ujar Agnez sekali lagi.


“Baiklah. Aku akan melepaskan mu tapi ada syaratnya.” Kata Jasmin sambil menurunkan kakinya dari punggung Agnez.

__ADS_1


Agnez merasa lega sebab penyiksaan yang diberikan oleh Jasmin hari itu dipikirnya telah berakhir.


“katakana apa syaratnya nyonya.” Tanya Agnez masih dalam posisi sujud.


“Kau lihat sepat uku itu?” Ujar Jasmin.


Agnez langsung menoleh pada sepatu yang sedang dikenakan oleh Jasmin saat itu. Posisi sepatu itu persis berada disamping wajah Agnez yang masih bersujud.


“Ya nyonya!” jawab Agnez.


“Aku ingin kau membersihkan debu di sepatu ku itu dengan pipi mu.” Ujar Jasmin dengan sebuah senyum Bahagia yang terlihat di wajahnya.


Kepala Agnez yang sudah berputar sangat keras saat ini Sudah tidak dapat mencerna kata-kata Jasmin. Terlalu lama bersujud dengan kondisi kelaparan seperti itu membuat tekanan darah nya seakan-akan berpusat di kepala. Membuat bumi terasa berputar dengan kencang.


Jasmin merasa sisa-sisa keangkuhan seorang nona muda dari keluarga kaya masih ada pada diri Agnez. Dan itu jelas membuat Jasmin menjadi sangat kesal.


“Hei!! Aku katakan cepat bersihkan sepatu ku!!” Seru Jasmin sambil menjambak rambut Agnez. Tapi Agnez yang sebenarnya saat itu sudah kehilangan setengah dari kesadarannya hanya bisa menatap Jasmin dengan pandangan sayu nya tanpa mampun mengatakan apapun jua.


“Kau ingin berpura-pura mati di depan ku hah!! Kau jangan harap aku akan tertipu dengan acting mu yang buruk ini!!!” Ujar Jasmin sambil menolak Agnez dengan keras ke lantai. “karena kau tidak mau melakukan yang aku perintahkan maka mati saja kau disini.” Jasmin pun keluar dari sel itu sementara Agnez kali ini benar-benar sudah dalam keadaan pingsan sebab selain karena kondisi nya yang sudah melemah, Jasmin menolaknya terlalu keras hingga kepala Agnez terhempas ke lantai.


“Nyonya..” Panggil pelayan yang sedang berjaga pelan pada Jasmin. “Sepertinya nyonya Agnez pingsan.” Ujarnya pada Jasmin.


“alah!! Paling dia Cuma acting!! Nanti juga kalau sudah Lelah acting dia juga akan bangun dengan sendirinya.” Ucap Jasmin acuh tak acuh.


Sebenarnya Jasmin juga sedikit khawatir dengan keadaan Agnez. Dia melihat Agnez yang terlentang di atas lantai itu berpikir bagaimana kalau Agnez benar-benar mati.

__ADS_1


“heem.. nanti sepuluh menit lagi kau Kembali ke sini dan periksa kondisinya. Jangan lupa bawakan bubur dan air untuknya. Ingat jangan katakana pada siapapun kalau aku kemari hari ini!” Ujar Jasmin pada pelayannya.


Si pelayan pun dengan manut nurut saja semua perkataan Jasmin. Kalau dengan madunya saja dia berani berbuat seperti itu apalagi dengan pelayan rendahan seperti dirinya. Dari pada mengambil resiko untuk hidupnya maka tutup mulut adalah jalan keluar terbaik yang harus dia lakukan.


Jasmin dan pelayan itu pun keluar dari ruang bawah tanah itu membiarkan Agnez yang dalam keadaan tidak sadarkan diri tinggal sendirian di ruangan itu.


Dan seperti yang telah diperintahkan oleh Jasmin, sepuluh menit kemudian si pelayan itu pun datang Kembali ke ruang bawah tanah itu dengan membawa bubur dan Air untuk Agnez.


Berlahan si pelayan menuruni anak tangga yang sebenarnya tidak terlalu banyak itu sambil berpikir apakah nyonya mudanya itu sudah sadar atau belum atau jangan-jangan…


Bermacam-macam pikiran buruk masuk ke kepala si pelayan. Dia takut jikalau ada hal yang buruk terjadi pada istri muda tuan Puji itu sebab bagaimana pun juga dia menyaksikan semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh Nyonya Jasmin pada nyonya Agnez. Posisi si pelayan sungguh tidak menguntungkan. Jika Agnez bangun dia bisa melaporkan keterlibatan si pelayan yang hanya menonton perbuatan buruk Jasmin padanya. Tapi jika Agnez tidak bangun lagi maka bisa saja nanti dia berurusan dengan polisi.


Kini si pelayan sudah sampai di depan sel Agnez. Dilihatnya tubuh Agnez masih dalam posisi semua. “Apa dia mati?” Gumam si pelayan pelan lalu membuka pintu sel.


Si pelayan meletakan bubur dan air yang dibawa nya di atas meja kecil di sudut ruangan itu. Lalu berjalan mendekati tubuh Agnez yang tergeletak begitu saja di atas lantai.


Si pelayan berjongkok dan berlahan membalikan tubuh Agnez dengan tangannya yang mulai gemetar.


“Nyonya Agnez!!”Panggilnya sambil membalikan badan Agnez dan Ketika dia sudah berhasil membalikan badan Agnez tiba-tiba si pelayan menjerit keras sebab dia mengira Agnez Sudah mati sebab wajah Agnez terlihat sangat pucat.


Saking paniknya si pelayan terus berteriaak hingga membuat orang-orang di dalam rumah satu persatu mulai datang ke ruang bawah tanah itu dan tak terkecuali tuan Puji yang datang paling akhir ke ruangan bawah tanah tersebut.


****bersambung


masih ada gk nih yg mau sambungan up nya malam ini... kalau mau jangan lupa vote nya ya.. biarr karya otor bisa ikutan nangkring di main home nya NT...

__ADS_1


__ADS_2