
Setelah Marcus keluar dari kamar Agnez, Mona pun ikut keluar dari kamar itu.
Seperti sebelumnya, apabila semua orang sudah keluar dari kamar nya, Agnez pun membuka matanya.
“Ibu menggelapkan uang perusahaan? Untuk apa?” Gumam Agnez pelan. Hal ini sungguh tidak masuk akal untuk Agnez. Untuk apa ibunya melakukan hal itu. Toh setiap saat dia bisa meminta pada ayah untuk semua keperluannya. Jadi untuk apa sampai menggelapkan uang dalam jumlah besar yang bisa berdampak pada perusahaan.
“aku rasa ada hal yang tidak beres.” Batin Agnez. Dia segera mencari ponselnya untuk menghubungi sang ibu untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.
“Dimana ponsel ku?” Agnez bangun dari tidurnya dan memeriksa benda-benda yang ada di atas meja. Namun dia tidak menemukan ponsel nya diantara benda-benda itu.
“Apa Jasmin mengambil ponsel ku?” Seru Agnez sambil tetap mencari kesana kemari.
Agnez juga memeriksa setiap laci yang ada di meja kecil di samping tempat tidur nya hingga ke laci - laci di lemari bajunya dan kolong bawah tempat tidur nya.
“aaah.. dimana ponsel itu!!”gumam Agnez geram sebab tidak dapat menemukan ponselnya.
Di rumah keluarga Diningat...
“Bagaimana mungkin berita ini bisa tersebar Bram!!” bentak Ronald pada asistennya.
Baru saja Ronald selesai mandi untuk menyegarkan badannya tiba-tiba menerima banyak telpon dari para investor dan pihak lain yang bekerjasama dengan nya.
__ADS_1
“saya juga tidak tahu tuan.” Jawab Bram yang saat ini juga sama pening dengan Ronald.
“Aku tidak mau tahu, aku ingin semua berita ini diturunkan.” Teriak Ronald pada asistennya.
“sedang dikerjakan oleh tim IT perusahan kita tuan.” Jawab Bram.
“bagaimana ini??” kepala Ronald benar-benar terasa sakit.
Bagaimana tidak jika keadaannya tidak juga membaik maka besok pagi dia sudah prediksikan akan banyak investor yang menarik dana dari mereka.
“Apa pihak Kenzo ada menghubungi mu Bram?”Tanya Ronald, berharap Kenzo tidak membatalkan kerja sama mereka yang sudah terjalin bertahun tahun ini.
“belum tuan. Mungkin tuan Kenzo belum melihat berita di internet itu tuan.” Jawab Bram.
“kau benar tuan. Semoga tuan Kenzo mau membantu kita dengan pertimbangan pihak kita dan pihak dia sudah lama bekerja sama selain itu kau juga adalah ayah mertua nya. Aku yakin tuan Dayson tidak akan menutup mata melihat perusahaan keluarga istrinya bangkrut begitu saja.” Ungkap Bram.
“Semoga Kenzo memang berpikir begitu Bram. Saat ini kau coba buat janji dengan asistennya Kenzo untuk pertemuan besok pagi. Setelah itu, agendakan rapat Direksi dan adakan konferensi pers untuk menekan opini publik. Kau pun segera cari tahu dimana keberadaan Jenny. Dia juga harus hadir di rapat direksi dan acara konferensi pers besok pagi.” Perintah Ronald pada Bram.
“baik tuan, akan saya laksanakan.
"hubungin juga pengacara untuk mempersiapkan surat cerai. Aku sudah tidak bisa mempercayai wanita itu lagi." ujar Ronald.
__ADS_1
Bram sedikit terkejut dengan keputusan Ronald tapi sebagai asisten yang sangat mengenal Ronald dia tahu, bagi Ronald cinta itu hanya untuk nyonya Ameera. Dan nyonya Jenny tidan pernah bisa menggantikan posisi nyonya Ameera sampai kapan pun juga.
“apa yang sudah merasuki mu Jenny!! Sehingga kau melakukan hal itu.!!”Gumam Ronald yang masih tidak percaya akhirnya Jenny dan Agnez mengkhianatinya.
****
Di sebuah kamar hotel..
“seseorang pasti sedang menjebak ku!!” seru Jenny setelah membaca berita di internet dan langsung melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur.
“siapa orang ini sebenarnya!!!” ujar Jenny frustasi.
“nyonya!!” Ujar sekretaris Jenny yang kebetulan memang masih ada di kamar hotel itu menemani Jenny.
“ya ada apa!” balas Jenny.
“Bram, sekretaris tuan Ronald menelpon anda.”
“apa dia akan menelpon ku untuk menagih uang puluhan triliyun itu!!” gumam Jenny kesal. Sebab tentu saja dia belum berhasil mengumpulkan uang itu kembali.
“hallo.....”..
__ADS_1
***bersambung