
Bak pucuk dicinta ulam tiba, Jenny yang sedang dibicarakan masuk ke ruangan itu.
Jenny melemparkan pandangannya ke setiap orang yan ada di ruangan itu.
Dengan hati penuh kemarahan sebab merasa ini semua adalah framming yang sengaja Ronald ciptakan untuk menjatuhkannya serta mengusir nya keluar dari rumah itu, Jenny tetap menjaga ekspresi nya setenang mungkin.
“ibu..”Sapa Alesya, namun sayang diabaikan begitu saja oleh Jenny.
“Apa aku ketinggalan sesuatu?” Tanya Jenny tanpa berbasa basi dan langsung duduk bergabung dalam pertemuan tertutup itu.
“kau sudah datang.” Seru Ronald, menatap Jenny dengan pandangan tidak suka.
“Bukankah kau meminta aku untuk datang? Tentu saja aku akan datang.” Jawab Jenny, yang masih menahan amarah dalam hati nya. Jenny benar-benar merasa dikhianati apalagi ketika ia masuk ada Alesya disana.
“jadi sekarang kau memihak pada Alesya?” gumam Jenny dalam hati. Jenny tidak tahu lagi bagaimana menggambarkan betapa besar rasa sakit hatinya saat ini.
Ronald menarik nafas dalam, lalu mengambil kertas di map yang ada di atas meja dan menyerahkannya pada Jenny.”ini tanda tangani.” Ucapnya begitu saja pada wanita yang telah hampir 27 tahun menemaninya.
Jenny melihat map yang ada ditangan Ronald itu.
“Apa ini surat cerai?” Pikir Jenny dalam hati kemudian mengambil map itu dan mulai membuka nya.
begitu membaca kalimat demi kalimat di dalam map itu, dada Jenny terasa terbakar. Amarahnya langsung naik ke ubun-ubunnya begitu ia melihat di dalam berkas itu dinyatakan bahwa saham yang ia miliki di perusahaan ini, semuanya, dialihkan ke Alesya.
Jenny menggenggam erat tepian map itu dengan sangat kuat sambil menatap Alesya dengan penuh kebencian. “jadi ini rencana mu!! Untuk alasan ini kau kembali setelah bertahun-tahun kau lari dari kota ini!!” Seru Jenny penuh kemarahan pada Alesya. Jenny tidak menghiraukan Kenzo yang juga menatap nya saat ini.
Sekilas Alesya tersenyum penuh kemenangan pada Jenny, tapi itu benar-benar sepersekian detik saja sebab di detik berikutnya Alesya memulai lagi sandiwara nya.
“Aku sungguh tidak mengerti maksud ibu.”Ujar Alesya memulai aktingnya dengan wajah sedih yang sudah pasti hanyalah gimik semata.
“Kau jangan bersandiwara lagi Alesya, aku tidak sebodoh apa yang kau pikirkan!!” bentak Jenny. Kini dia merasa semua orang sudah bersekongkol untuk menjatuhkannya.
“Tidak ibu!! Itu tidak benar!!! Aku bahkan tidak tahu menahu tentang semua ini.” jawab Alesya mencoba menenangkan Jenny.
__ADS_1
Untuk perkataan Alesya kali ini Alesya sama sekali tidak berbohong. Hal itu memang benar adanya. Dia memang sama sekali tidak tahu menahu tentang rencana Kenzo yang akan mengalihkan 40 persen saham perusahaan ke atas namanya.
“Cih!!! Berhenti berpura-pura seperti itu Alesya!! Kau membuat ku jijik!!” seru Jenny penuh kemarahan.
“Nyonya Jenny!! sebaiknya kau menjaga setiap kata yang keluar dari mulut mu!!” Seru Kenzo marah. Dia menggenggam tangan Alesya. Tadinya Kenzo hanya akan mengamati hal ini. Tapi begitu Jenny mulai dengan kata-kata kasarnya entah mengapa secara otomatis Kenzo langsung buka suara.
“sekali lagi aku mendengar kau berkata buruk tentang istri ku, aku tidak peduli apakah kau adalah ibu tiri Alesya atau bukan, aku akan membuat perhitungan dengan mu!!!” kecam Kenzo, membuat Jenny berhenti untuk berbicara.
Jenny memandang muak pada semua orang di ruangan itu. Kemudian dia menatap Ronald dengan penuh kebencian. “jangan harap aku akan menyerahkan bagian ku pada nya!!!” ujar Jenny pada Ronald dan melempar berkas itu ke atas meja.
“kalau kau tidak mau menyerahkan bagian saham mu pada Alesya, maka kembali uang puluhan Triliyun yang telah kau ambil dari perusahaan!!!!” Ucap Ronald, berang sambil mencengkram lengan Jenny yang memang duduk disebelah nya.
“Apa kau tahu Jenny!! Semua ini terjadi bukan karena Alesya atau siapapun! Semua ini terjadi karena ketamakan diri mu sendiri!!!” Ujar Ronald sambil mengarahkan jari telunjuknya pada Jenny.
“kalau kau tidak menggelapkan dana perusahaan sebanyak itu maka hal ini tidak perlu terjadi!! Aku tidak harus meminta bantuan pada Kenzo!!!” lanjut Ronald berang.
“heh!! Berapa kali aku katakan kalau aku bukanlah pelakunya!!!!”Jenny tentu saja tidak terima Ronald mem-framing dia seperti itu.
“cepat kau tanda tangani surat penyerahan saham itu!! Jangan sampai aku harus memotong tangan mu untuk membubuhkan cap jari mu di surat itu!!” ancam Ronald lalu melepaskan cengkraman tangannya pada Jenny.
Alesya tersenyum puas melihat dua orang yang paling ia benci di dunia ini saling tuduh dan saling benci seperti ini. “Ini lah balasan yang seharusnya dari dulu sudah kalian dapatkan karena menghancurkan kebahagian ayah dan ibu ku.” Gumam Alesya dalam hati.
“kau!! Kau berani mengancam ku Ronald!!! Apa kau lupa, aku lah yang sudah membuat mu duduk di posisi mu saat ini!!” Ujar Jenny dalam hati, menatap Ronald penuh rasa benci.
Dengan berat hati Jenny mengambil pena yang ada di atas meja dan membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen itu. Jenny bahkan menekan berkas itu dengan sangat kuat hingga hampir saja menyebabkan kertas itu koyak karena tekanan pena dari Jenny.
“aku akan membalas ini semua Ronald!!!” ujar Jenny dalam hati dan menggeser berkas itu dengan kasar.
Kenzo tersenyum puas sebab akhirnya saham perusahaan itu sudah kembali ke pemilik aslinya.
“Aku tidak perlu berkata kasar, jika tadi kau langsung tanda tangani berkas ini.” Ucap Ronald dan mengambil berkas itu lalu ikut membubuhkan tanda tangannya.
“ini.” Ujar nya pada Kenzo sambil menyerahkan map itu pada Kenzo.
__ADS_1
Kenzo membuka map itu dan membaca setiap baris kalimat di dalam berkas itu, lalu dengan wajah cool-nya dia berkata, “ kau tenang saja tuan Ronald, aku akan meminta asisten ku untuk mengirimkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan mu untuk kembali normal.” Kenzo memberikan berkas itu pada Kenzo.
“aku sedikit merasa tenang kalau begitu.” Jawab Ronald.
Jauh di dalam hati nya, sebenarnya Ronald masih tidak ikhlas Alesya memiliki saham perusahaan sebesar itu. Sebab itu sama saja arti nya Ronald sedang mengalungkan tali kendali di lehernya dan memberikannya pada Alesya agar bisa mengendalikannya.
Hanya saja ada satu hal yang membuat Ronald bisa sedikit mempercayakan hal itu pada Alesya sebab Ronald masih berpikir kalau Alesya belum tahu kalau Ronald bukanlah ayah kandung Alesya.
Ronald belum mengetahui fakta kalau Alesya sudah bertemu dengan ayah kandungnya yang sebenarnya Aldion Rodio. Kalau saja Ronald mengetahui fakta ini maka Ronald tidak akan melepaskan saham-saham itu pada Alesya.
“tuan Ronald,.” Panggil Bram. “Sepertinya rapat dewan direksi harus kita tunda sebab masa wartawan yang kita jumpai di depan perusahaan tadi tidak dapat diredam. Jumlah mereka semakin banyak. Saya kira sebaiknya kita harus menenangkan hal itu terlebih dahulu.” Ujar Bram pada Ronald setelah ia mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa jumlah wartawan di depan perusahaan semakin tidak terkendali.
Ronald menatap Kenzo dan Alesya seakan-akan sedang meminta saran terbaik untuk hal ini dari mereka.
“aku rasa apa yang disampaikan oleh asisten tuan benar tuan Ronald.” Jack mewakili Kenzo untuk bicara.
“bukankah kita sudah menjumpai solusi untuk masalah ini? Jadi sebaiknya kita menenangkan para wartawan terlebih dahulu.” Saran Jack.
Kenzo tersenyum tipis ke arah Jack.”tidak percuma kau menjadi asisten ku Jack.” ucap Kenzo dalam hati.
"Setelah Ronald berbicara ke wartawan maka kita akan dapat mendepaknya di rapat dewan direksi nanti. Heh, aku tidak perlu menunggu lama untuk melakukan hal ini.” Gumam Kenzo.
Rencana Kenzo awalnya, setelah rapat dewan direksi pagi ini Kenzo akan mengunjungi setiap pemegang saham yang lainnya dihari berikutnya guna mempengaruhi mereka untuk menurunkan Ronald dari posisi direktur perusahan itu dan menggantinya dengan Alesya sebagai pemegang saham terbanyak.
Kenzo yakin semua hal ini akan berhasil sebab ia sudah mengumpulkan riwayat pekerjaan Alesya sebelum ia datang ke kota A. Dengan melihat berkas yang telah Kenzo persiapkan ini maka tidak akan ada satu orang pun yang akan berani mengatakan kalau Alesya tidak pantas menduduki posisi itu.
Kenzo akan membuat Ronald benar-benar menyesal telah membuat hidup istri dan orang tua istrinya menderita. Kali ini Ronald akan merasakan bagaimana rasanya ditusuk dari belakang seperti yang ia lakukan pada keluarga Alesya dulu.
***bersambung
*aku bersama mu Kenzooooo........ *kok malah otor yang merasa senang ya. hihihihiii
ayoo like.. komen dan vote...
__ADS_1