
“apa maksud semua ini???” Seru Ronald sambil melemparkan lembaran laporan yang diserahkan oleh asistennya ke atas meja kerjanya. “apa angka-angka ini benar, Bram?” Tanya Ronald, tidak percaya dengan angka -angka yang baru saja ia lihat di lembaran laporan keuangan yang diserahkan oleh Bram.
“sayang nya itu benar tuan." jawab Bram dengan hati-hati.
"Saya pun awalnya kaget tuan karena sampai beberapa hari yang lalu laporan arus kas perusahaan kita masih memperlihatkan keseimbangan. Anehnya ketika saya mengecek nya siang tadi, semua nya mulai kacau seperti yang anda lihat di laporan itu tuan.” Jelas Bram, yang juga bingung melihat ada nya dana-dana yang meledak di beberapa produksi yang seharusnya tidak memerlukan biaya produksi sedemikian banyaknya.
Semua orang yang melihat laporan keuangan itu pasti akan menyadari bahwa Ini sungguh sebuah aliran dana fiktif dalam jumlah besar.
“apa kau sudah mengecek antar dana yang tersedia di perusahaan kita dengan laporan ini.” Tunjuk Ronald pada laporan yang berserakan di atas meja nya. “ Mungkin saja ada kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Tidak mungkin dana sedemikian besar keluar begitu saja dari kas kita untuk biaya produksi produk yang bukan produk utama kita.” Ronald semakin frustasi. "orang gila mana yang akan memberikan Acc untuk semua hal gila ini." ucap Ronald yang semaki frustasi...
“Cobalah untuk tenang tuan".Bram berusaha untuk menenangkan bosnya.
"saya sudah meminta tim pengawas keuangan perusahaan untuk mengecek semua hal ini tuan. Saya juga berharap apa yang tuan katakan itu benar, sebab kalau tidak maka perusahaan akan rugi besar tuan. Dan selain itu-“ Bram terlihat ragu untuk melanjutkan perkataannya.
“Selain itu apa Bram??? pa ada yang kau sembunyikan dari ku Bram?” Ronald merasa curiga kalau ada hal penting yang Bram sembunyikan dari nya.
Bram terlihat semakin ragu untuk menceritakan pada Ronald apa yang ia ketahui dari pihak keuangan pagi ini.
“Cepat katakan pada ku Bram!! Kau jangan membuat ku semakin gila karena hal ini!!” Bentak Ronald pada asistennya.
“Begini tuan, tapi saya harap tuan tidak langsung menerima hal ini begitu saja. Sebab ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut dari tim pengawas keuangan perusahaan.”Ujar Bram.
__ADS_1
Ronald merasa ini bukanlah hal sepele, pasti ada hal besar yang Bram ketahui saat ini.
“Ini tuan!” Bram mengeluarkan laporan pengeluaran yang ia sembunyikan di balik jasnya.
“apa ini?” tanya Ronald sambil membuka amplop yang berisi dua lembar kertas yang berisi data pengeluaran kas perusahaan.
“jenny?” Seru Ronal kaget, sebab hampir semua biaya produksi fiktif itu di keluarkan atas persetujuan Jenny. Dan anehnya Dana itu sebagian besar malah masuk ke rekening Jenny dan jumlah yang masuk ke rekening bagian produksi sama sekali tidak seberapa dari jumlah yang Jenny ACC.
“Apa ini Bram!!!!!!”ujar Ronald dengan sangat marah.
“Ini semua belum tentu benar tuan!! Kita harus menunggu hasil dari penyelidikan terlebih dahulu.” Bram mencoba untuk menenangkan Ronald yang sudah kelihatan sangat marah karena di dalam laporan pengeluaran kas perusahaan itu terlihat nama Jenny ada hampir disetiap pengeluaran yang Ronald yakini sebagai pengeluaran fiktif.
“Saya juga sudah - , “ Bram terpaksa berhenti berbicara dengan Ronald karena ia mendapatkan telpon dari salah satu anggota tim pengawas keuangan. “Tuan, ini dari Tim pengawas keuangan. Sebaiknya saya angkat dulu.”
Ronald hanya memberikan isyarat melalui tangannya bahwa ia mengizinkan Bram untuk menerima panggilan itu.
“Heem.. bagaimana penyelidikan kalian?” tanya Bram.
“benarkah?” Seru Bram, wajahnya terlihat tidak begitu baik.
“segera kirimkan ke email ku. Akan aku periksa.”Ujarnya lagi lalu memutuskan panggilan itu.
__ADS_1
“bagaimana?”Tanya Ronald yang sudah sangat tidak sabar untuk mendengar informasi yang Bram terima dari Tim pengawas keuangan perusahaan.
“Sebaiknya kita lihat bersama saja tuan.” Bram tidak sanggup untuk menyampaikan temuan yang disampaikan oleh tim pengawas keuangan perusahaan pada BOS nya.
Bram pun menuju komputer yang ada di meja bos nya itu. Dan tidak perlu waktu lama, email itu pun berhasil ia buka lalu segera ia print kan supaya bisa dibaca oleh tuannya.
“Ini tuan.” Bram menyerahkan data aliran dana untuk pengeluaran fiktif yang membuat perusahaan bisa saja pailit. Serta data keuangan di rekening Jenny dan Agnes.
“Apa? Agnez juga terlibat dengan hal ini?” Ronald terduduk sambil mengusap kasar wajahnya.
Ronald sedih kenapa istri dan anak nya bisa terlibat dana fiktif sebesar ini. Memang nya kurang dia memberikan uang kepada istri dan anaknya selama ini hingga mereka sanggup melakukan hal yang bisa membuat perusahaan gulung tikar seperti ini.
“Jenny!! Apa yang telah kau lakukan!!!!” Seru Ronald, sambil meremukkan kertas yang ia pegang.
“Bram!! Jenny ada dimana sekarang?”Tanya Ronald pada asisten nya itu.
“Nyonya Jenny ada di ruangannya tuan!” jawab Bram yang yakin badai topan pasti akan menerpa ruangan ini sebentar lagi.
“lekas kau keruangan Jenny dan minta dia untuk datang menemui ku saat ini juga!! Aku sungguh berharap istri ku tercinta itu punya alasan yang tepat untuk semua kebodohan yang ia perbuat ini!!!!” Ucap Ronald, dengan wajah yang terlihat sangat kesal hingga otot-otot di wajah nya terlihat dengan sangat jelas.
***bersambung
__ADS_1