Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44 #Ujian Cinta #30


__ADS_3

Arya melihat jam tangan nya dan terlihat hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Tak terasa dia sudah tidur selama tiga jam. Mungkin bagi orang biasa itu masih sangat kurang untuk tidur tapi bagi Arya itu sudah lebih dari cukup. Arya sebenarnya tidak berniat untuk tidur malam tadi, hanya saja karena telponnya tidak juga diangkat oleh sahabat nya membuat nya tertidur sambil tangannya masih dalam posisi memegang ponselnya.


"Pantesan dia gak mau jadi dokter!! Pas malam bisa enak molor!!" Arya oun bergegas bersiap untuk mandi di ruang pribadinya itu. Sebagai anak pemilik yayasan rumah sakit ini dan dokter dalam urutan pertama dokter paling di cari maka wajar saja Arya memiliki semua previlage seperti ini.


Seperti biasanya, tidak butuh lama bagi Arya untuk membersihkan dirinya. Dia pun mengambil salah satu kemeja berwarna coklat yang tergantung di kemari pakaiannya. Ketika sedang memasang kancing kemeja nya, tiba-tiba ponselnya berdering. Arya melihat ke arah ponselnya dan..


"akhirnya nih orang nelpon balik." Gumam Arya setelah tahu orang yang semalaman dia telponin akhirnya nelpon balik.


"emang enak banget ya hidup sebagai pengusaha itu!! pantas aja seorang Marcus Dayson menolak ketika aku tawarkan pekerjaan sebagai dokter spesialis di rumah sakit kecil milik keluarga ku ini." Cerocos Arya begitu menerima panggilan dari sahabat nya itu. Karena kedua tangannya sibuk menolong memakai semua atribut perangnya pagi ini maka Arya menggunakan mode speaker untuk berbicara dengan Marcus.


"Spesialis dari hongkong!! Ambil spesialis aja belum!" tukas Marcus dari ujung telpon sana.


"Ngapain semalam nelpon?" Tanya Marcus yang sebenarnya sangat paham penyebab Arya biasa nelpon nya malam-malam. Kalau tidak untuk menemani nya jaga malam ya paling dengarin curhatannya yang gak jelas.


"Sibuk gak hari ini?" Tanya Arya to the poin pada Marcus.


"Ya tergantung." jawab Marcus ngeselin.


"Cih!! mentang kau Ceo sebuah perusahaan gaya mu selangit bro!" Cemooh Arya.

__ADS_1


"Ya tergantung! kalau hanya untuk mendengarkan curhatan mu yang gak jelas itu. Maka aku katakan aku sangat sibuk hari ini." ucap Marcus yang benar-benar membuat Arya ini nampol wajah sombong sahabat nya.


"Aku serius ini. Ada kasus pasien yang aku butuh pandangan dari mu. Aku harap kau dapat singgah ke rumah sakit pagi ini. Karena rencananya siang aku mau rapat dengan beberapa dokter sebelum kami melakukan operasi pada pasien ini. Aku perlu pendapat mu untuk meyakinkan bahwa pendapat ku ini salah." ujar Arya seenak nya.


"Kau ini dokter apa bukan sih Arya!! Kok bisa-bisanya kau ingin aku menyalakan hasil diagnosa mu!" Sebut Marcus yang tak abis pikir tentang jalan pikiran sahabat nya ini.


Marcus dan Arya memang sudah bersahabat sejak masuk ke fakultas kedokteran dulu. Bedanya Arya sangat fokus dengan kuliah nya di fakultas kedokteran sedangkan Marcus hatinya hanya ada setengah-setengah di jurusan yang dipilih nya itu sebab saat itu Marcus juga mengambil jurusan bisnis diwaktu yang bersamaan dengan kuliah nya di jurusan kedokteran. Tapi persamaan nya, mereka tetap sama-sama tamat dengan nilai terbaik di angkatan mereka.


Walaupun bersahabat, tapi Marcus dan Arya selalu beradu argument mengenai hasil diagnosa mereka. Jika hasil diagnosa Arya A maka Marcus pasti B.. dan pada akhirnya selalu Marcus yang benar hasil diagnosa nya.


"untuk kali ini aku tidak ingin diagnosa ku benar. Karena kalau diagnosa ku benar maka nyawa pasien ku bisa di hitung dengan jari " Jelas Arya. "maka aku butuh kau di sini Marcus. Mampir lah sebentar dan bantu aku." Pinta Arya.


"ok! dengan senang hati aku akan membantu mu meresepkan obat itu selama itu tidak akan kau pakai untuk bunuh diri." Gurau Arya.


"Hidup itu mesti di nikmati masbro!! terlalu cepat untuk dibawa mati." Jawab Marcus sambil tertawa kencang.


"Aku tunggu kedatangan mu!"


"ok."

__ADS_1


Arya menutup panggilan itu. Kini dia sudah ready dengan penampilan nya yang fresh di pagi itu.


Seperti biasa, sebelum melakukan visit ke kemar-kamar pasiennya. Arya pasti menyempatkan diri untuk sarapan di kantin rumah sakit itu.


Ketika Arya masuk ke ruangan kantin, kali ini Arya kembali melihat pasangan yang dilihat nya semalam. "Apa dia dan wanita itu semalaman menginap disini,?" gumam Arya dalam hati ketika Kenzo dan Alesya yang sedang sarapan pagi ini di kantin Itu.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan pasangan-pasangan zaman sekarang. Sudah jelas kekasih nya masih kritis di kamar ICU, bisa-bisanya dia bermesraan dengan wanita lain sambil menemani pacarnya." Arya mencoba tidak begitu peduli. Dia melangkah ke arah mbak-mbak kantin yang sudah berdiri cantik di depan etalase makanannya.


"selamat pagi dokter Arya? Apa seperti biasa? atau ada menu tambahan lainnya?" Tanya si Mbak-mbak kantin yang sudah biasa dengan Arya, kopi anti pelakor ada gak?" Tanya Arya, yang jengah melihat kemesraan Kenzo dan Alesya. Entah mengapa dia merasa sangat kesal melihat kedua orang ini.Dalam pikiran Arya kedua orang ini sedang menikmati bermesraan di atas penderitaan Mai yg sedang berjuang melawan maut nya di dalam ruang ICU.


"waah mood pak dokter ganteng kita sedang buruk nih seperti nya." goda si Mbak-mbak penjaga kantin. "Saya berikan dua ekstra cream!! biar hari pak dokter hari ini selembut rasa kopi dengan dua ekstra cream ini!" ujar si mbak-mbak kantin itu ala iklan di TV.


Arya langsung mengambil dua ekstra cream yang diberikan oleh Mbak-mbak kantin itu. Lalu seperti biasa, hawa-hawa buaya daratnya pun mulai keluar. " Sebenarnya aku tidak membutuhkan ini." Ujar nya sambil mengangkat dua ekstra cream yang diberikan oleh si mbak-mbak kantin itu. "cukup kau tersenyum manis seperti ini hari ku akan kembali ceria " ujar Arya lalu mengambil kopi yang sudah ada di dalam cangkir di atas meja.


"Ihh ..! pak dokter mah emang paling bisa kalau urusan kayak gini nih!!" jawab si mbak-mbak kantin, tersipu malu.


Arya pun by mengambil sebuah sandwich yang sudah ready di atas etalase kaca itu dan membawanya bersama nya kopi hangat penuh cinta dari Mbak-mbak kantin tadi.


Sebelum pergi dari hadapan mbak-mbak kantin itu, Arya berkata..."mbak Lisa memang yang terbaik!! Sarange mbak lisa!!" ucapnya tanpa merasa malu karena orang-orang di kantin itu melihat nya, termasuk Kenzo dan Alesya yang sedang menikmati sarapan pagi mereka yabg harus mereka segera kan sebelum Dyana terbangun.

__ADS_1


***bersambung...


__ADS_2