Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 26 #Di mulai dari Agnes#4


__ADS_3

#Flash back


Jasmin menatap semua kudapan yang telah ia masak dengan perasaaan gembira. “Akhirnya semua kudapan untuk Marcus selesai.” Gumam Jasmin dengan suara pelan sambil tersenyum.


“Kini aku tinggal membuat minuman segar.” Jasmin membuka kulkas untuk mengambil beberapa mangga dan jelly di dalam kulkas untuk dibuatkan jus mangga yang ditambahkan dengan beberapa potongan jelly rasa leci ke dalamnya.


Jasmin meminta pelayan untuk membuka kulit mangga tersebut kemudian memblender buah mangga itu dengan air es. Sedangkan dirinya sibuk memotong jelly rasa leci itu berbentuk dadu kecil-kecil.


“Ini nyonya.” Ucap si pelayan sambil menyerahkan mangga yang telah diblender itu ke Jasmin.


“Letakkan saja di sana. Aku mau mengisi gelas ini dengan es dan potongan jelly dulu. Setelah itu baru kau isikan mangga yang sudah kau blender tadi ke dalamnya.” Perintah Jasmin pada si pelayan.


“baik nyonya.” Si pelayan pun melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Jasmin kepada nya. Begitu Jasmin selesai mengisi dua gelas itu dengan es dan jelly maka si pelayan pun menuangkan mangga yang telah di blender tadi ke dalamnya.


“nah, sekarang semuanya sudah siap.” Seru Jasmin dengan wajah yang sangat puas. Dia senang membuatkan semua ini untuk Marcus.


“Baiklah aku akan membawa semua ini ke ruang kerja tuan Puji, dan kau segera bersihkan semua dapur ini. Aku tidak mau ketika aku kembali nanti dapur ini masih dalam keadaan berserakan.” Ujar Jasmin pada si pelayan.


“Baik nyonya.”jawab si pelayan sambil mengangguk yang menandakan dia paham akan instruksi yang diberikan oleh Jasmin pada nya.


Jasmin pun keluar dari dapur sambil membawa kudapan dan jus yang telah dibuatnya spesial untuk Marcus. Namun ketika Jasmin berjalan ke arah ruang kerja tuan Puji tiba-tiba Jasmin mendengar suara seorang wanita yang berteriak-teriak keras. Jasmin yang belakangan ini sangat familiar dengan suara itu langsung mengenali suara siapa kah itu.


“Agnez!! Apa sih maunya wanita ******* itu !! Berani nya dia berteriak-teriak padahal di rumah sedang ada tamu.” Seru Jasmin yang langsung menjadi marah sebab mendengar suara teriakan Agnez yang dapat merusak rencananya jika tidak segera dihentikan.


“Pelayan!!!” Panggil Jasmin pada salah seorang pelayan yang kebetulan dengan berjalan disekitarnya.


“kemari..cepat!!” Perintah Jasmin pada si pelayan.


Si pelayan pun mempercepat langkahnya menuju Jasmin yang sedang berdiri sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.

__ADS_1


“ya nyonya.” Jawab si pelayan pelan.


“Kenapa wanita gila itu berteriak-teriak dari bawah sana!!!” Tanya Jasmin dengan nada kesal.


“Saya kurang tahu nyonya. Sebab beberapa hari ini bukankah nyonya melarang kami ke bawah untuk mengantarkan makanan. Jadi kami tidak ada masuk ke ruangan itu nyonya.” Jawab si pelayan.


Sementara Jasmin dan si pelayan sedang berbicara, Teriakan Agnez semakin lama semakin kuat.


“AARgghh.. suara nya sangat mengganggu!!” Seru Jasmin kesal.


“Ini!!” Jasmin menyerahkan nampan yang berisi kudapan dan jus mangga itu ke tangan si pelayan. “kau saja yang mengantarkan kudapan dan jus mangga ini ke ruangan suami ku.” Perintah Jasmin pada si pelayan. “kalau suami ku bertanya mengapa bukan aku yang mengantarkannya, katakan saja aku masih ada urusan di dapur.” Jasmin pun meninggalkan pelayan itu begitu saja.


Jasmin yang sedang marah langsung pergi ke ruang bawah tanah. Amarah nya sudah sampai di atas kepala. Dia ingin sekali mengomeli Agnez karena sudah berani berteriak-teriak sembarangan. Padahal sudah dengan jelas Jasmin jelaskan bahwa Agnez tidak boleh mengeluarkan suara sedikit pun kalau tidak maka hukumannya akan diperpanjang dan diperberat.


Jasmin menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa sebab amarah dan rasa kesalnya sudah membuncah.


“Jasmin aku mohon pada mu!! Tolong lepaskan aku!!aku mohon pada mu Jasmin!!” Pinta Agnez dengan suara lirih dan tidak bertenaga.


“Apa kau bilang? Melepaskan mu!! Apa aku tidak salah dengar??” ejek Jasmin pada Agnez.


“Aku mohon Jasmin!! Tolong kasihanilah diri ku!!” Ucap nya terbata-bata sebab ia benar-benar telah kehabisan tenaga.


“Aku baru akan membebaskan mu begitu masa hukuman mu berakhir. Jadi menjelang itu semua berlalu maka kau tetap disini untuk menjalani hukumanmu.” Kata Jasmin dengan arrogant.


“Tapi aku benar-benar sudah tidak tahan berada disini Jasmin. Atau aku mohon berikan aku makanan dan minuman serta selimut maka aku berjanji aku tidak akan membuat keributan lagi! Aku berjanji pada mu Jasmin.” Mohon Agnez pada Jasmin.


Sejak Agnez dikurung di ruang bawah tanah itu Agnez hanya dapat makanan satu kali. Yakni bubur beracun yang telah Jasmin sedia kan untuknya. Tapi bubur itu pun tidak jadi dimakan oleh Agnez sebab saat itu dia memang sudah tidak percaya kalau Jasmin akan berbaik hati membawanya makanan atau pun minuman.


Sejak saat itu Agnez tidak pernah mendapatkan makanan atau minuman lagi. Jadi dapat dikatakan bahwa Agnez Sudah tidak makan dan minum lebih dari tiga hari. Jadi wajar saja jika tubuh Agnez menjadi sangat lemah sekarang. Jasmin memang sudah benar-benar menyiksanya.

__ADS_1


“kalau kau Sudah tidak tahan lagi maka kenapa kau tidak mati saja Agnez!” Ucap Jasmin dengan gampangnya.


Agnez yang sudah kehabisan banyak tenaga tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia membuang semua egonya dan bersujud di kaki Jasmin yang berada di luar sel itu sambil berkata. “Jasmin aku mohon pada mu, tolong lah aku. Aku mohon Jasmin!” nafas Agnez terdengar tersengal-sengal.


Bukannya merasa iba pada kondisi Agnez yang menjadi buruk sebab tidak diberikan makanan atau pun minuman, Jasmin malah masuk ke dalam sel itu.


“Pelayan bukakan pintu ini.” Perintah Jasmin pada pelayan yang ada di belakangnya.


Si pelayan pun membukakan pintu sel itu untuk Jasmin.


Dengan Langkah arogan Jasmin masuk ke dalam sel itu, tempat dimana Agnez masih dalam posisi sujud di lantai sel itu.


“Apa? Kau mengatakan apa? Aku sama sekali tidak mendengar apa yang baru saja kau ucapan.” Seru Jasmin sambil menaikkan kaki nya ke punggung Agnez yang sedang bersujud itu.


Agnez yang merasakan punggung nya menjadi sakit sebab diinjak oleh kaki nya Jasmin hanya bisa meringis kesakitan. “Aaa…” ucap Agnez dengan suara yang sungguh menyedihkan.


“Ku suruh kau untuk mengulang perkataan mu. Tapi bukannya mengulang kata-kata mu tadi, kau malau menjerit tidak jelas.” Ujar Jasmin yang semakin menguatkan pijakan di atas punggung Agnez. “Cepat!! Ulangi!! Aku bilang aku tidak dengar!!” Ujar Jasmin sambil berteriak.


Sepertinya Jasmin sangat senang melihat kondisi Agnez yang terlihat sangat hina di mata Jasmin saat ini.


“Jasmin!! Aku mohon-a-ku mohon to-long kau lepaskan a-ku!” Ujar Agnez terbata-bata sambil menahan pijakan dari Jasmin yang semakin kuat.


“katakana dengan jelas!! Jangan bergumam tidak jelas seperti itu!! Seperti kehabisan tenaga saja!!” ujar Jasmin seenaknya padahal dia sangat tahu bagaimana kondisi Agnez saat ini. Wanita itu terlihat sangat kelaparan dan menyedihkan.


***bersambung..


Hohoho.. ayoo mana nih vote nya untuk otor?? Apa otor harus naik gunung lagi untuk bertapa?hiks


*otor mulai masukan bekal ke ransel... 😏😏😏

__ADS_1


__ADS_2