
“Dari mana kau nyonya Dayson?” Ujar Kenzo sambil berbaring di tempat tidur dan membaca email-email masuk di ponselnya.
Aleysa yang baru saja kembali karena asik berbicara dengan Jody dan Monica terkejut dengan keberadaan Kenzo yang sudah mendahuluinya masuk ke kamar.
“tadi aku ke kamar Skala, tiba-tiba aku merasa rindu dengan anak laki-laki ku itu.” Jawab Aleysa,, walaupun tidak sepenuh nya ucapannya itu adalah kebohongan. Dia memang rindu pada Skala, tapi alasannya masuk ke kamar itu tentu saja bukan karena hal itu.
“Aku pun juga rindu pada putra ku yang tampan itu." ucap Kenzo.
"heem..Perlukah malam ini kita kembali ke kota J?”Ujar Kenzo asal.
Alesya melihat malas pada suaminya yang sok-sok an itu. “aku tahu kau sangat kaya raya tuan Dayson, tapi itu tidak berarti kau bisa terbang dua kali dalam sehari hanya untuk menjumpai putra kesayangan mu itu kan? .” Balas Alesya, sambil membersihkan riasan wajahnya di depan meja hias.
“Aku bisa melakukan apapun untuk putra kesayangan ku serta istri kesayangan ku!” jawab Kenzo tidak mau kalah. Kenzo pun meletakan ponselnya dan berjalan menghampiri Aleysa yang sedang membersihkan riasan wajahnya.
“Apa kita perlu pindah ke kota J sayang?” Ujar Kenzo sambil memeluk Alesya dari belakang.
“Tuan Dayson, “ seru Alesya. “Aku tidak bermaksud untuk menghilangkan momen-momen romantis ini tapi kalau kau tetap seperti ini maka aku tidak bisa membersihkan wajah ku dengan benar dan akhirnya wajah ku akan jerawatan. Kau tidak ingin istrimu jerawatan kan?” Ucap Alesya, sambil melihat wjaah Kenzo dari cermin yang ada dihadapannya.
Kenzo langsung tersenyum mendengar perkataan istrinya itu. Jadi kau lebih mementingkan wajah mu dari pada suami mu ini nyonya Dayson?” Ungkap Kenzo pura-pura sedih karena Alesya lebih mementingkan wajahnya ketimpang momen romantis yang Kenzo ciptakan.
“Tentu saja aku lebih mengutamakan diri mu tuan Dayson, itulah sebab nya aku harus membersihkan wajah ku, kalau tidak kau bisa malu punya istri jelek di depan kolega mu.” Jawab Alesya asal.
Kenzo langusng menggendong Alesya dan membawanya ke atas tempat tidur.
“Kenz! Lepaskan aku dulu!! Biarkan aku membersihkan wajah ku dulu dan mengganti pakaian ku!!” seru Alesya yang bingung sebab Kenzo tiba-tiba menggendongnya.
“Kau cerewet sekali nyonya Dayson!!” seru Kenzo terus menggendong Alesya dan meletakkannya berlahan di tempat tidur.
“Tunggu disitu! Jangan turun dari tempat tidur itu tanpa izin dari ku!” Ujar Kenzo. Lalu Kenzo masuk ke ruangan ganti pakaian untuk mengambil pakaian ganti untuk Alesya.
Kemudian Kenzo keluar dari kamar ganti dan berjalan dengan santai ke arah meja hias. “apa ini pembersih wajah yang kau gunakan sayang?” tanya Kenzo sambil mengangkat sebotol toner dan menunjukannya pada Alesya.
Alesya hanya mengangguk sambil menduga-duga apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
__ADS_1
Kenzo mengambil toner itu dan sebungkus kapas, lalu membawa semua hal itu ke tempat Alesya berada.
“kenapa kau membawa ini semua Kenz?” tanya Alesya bingung dengan tingkah Kenzo malam ini.
“Terlalu jauh bagi ku bila kau duduk disana.” Ucap Kenzo sambil menunjuk meja hias yang jaraknya sebenarnya tidak seberapa jauh dari tempat tidur.
“Tapi biasanya kan aku memang disana membersihkan wajah ku Kenz!” Protes Alesya yang tetap saja bingung dengan tingkah suaminya itu. Bisa-bisanya Kenzo mengatakan kalau jarak tempat tidur dan meja hias itu jauh sedangkan semuanya itu masih berada dalam satu kamar. Kecuali kalau Alesya membersihkan wajahnya di luar kamar, itu baru dikatakan jauh.
“Tidak peduli!! Bagi ku itu tetap jauh!!” Kini Kenzo menarik kursi kecil yang ada di samping meja lampu dan menempatkannya di depan Aleysa yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur.
“Apa yang akan kau lakukan Kenz!” Tanya Alesya. Dia bingung untuk apa Kenzo duduk di depannya dengan memegang kapas dan toner wajah. Apa dia mau membersihkan wajah Alesya?
“Aku akan membersihkan wajah mu. Jadi kau tidak perlu berjauhan dari ku.” Jawab Kenzo.
“What???” hanya itu yang muncul di kepala Alesya ketika ia mendengar Kenzo akan melakukan hal itu untuknya.
“No!! Tidak!! Tidak perlu! Aku bisa membersihkan wajah ku sendiri.” Alesya langsung berdiri dan ingin merebut kapas dan toner yang ada di tangan Kenzo. Tapi dengan sigap Kenzo langsung menyembunyikan tangannya kebelakang membuat Alesya kesulitan untuk meraihnya.
“kenz! Lekas kembalikan!!” Aleysa mencoba merebut benda-benda itu dari tangan Kenzo yang Kenzo posisikan di belakang tubuhnya.
Kenzo tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia langsung memeluk Alesya dan membuat Alesya duduk di pangkuannya.
“kenapa kau tidak pernah bisa duduk dengan tenang nyonya Dayson?” Ujar Kenzo yang sudah berhasil membuat Alesya berhenti mengincar benda-benda yang ada di tangannya itu.
Alesya melipat tangannya dan berpura-pura marah pada Kenzo, “kalau kau tidak menganggu ku tuan Dayson maka saat ini aku sudah selesai membersihkan wajah ku dan mengganti pakaian ku.” Seru Alesya.
“dan kalau kau tetap duduk dengan diam di posisi mu tadi nyonya Dayson maka aku juga sudah selesai membersihkan wajah mu dan menggantikan pakaian mu.” Balas Kenzo, seenaknya.
“Apa?? Kau juga bermaksud menggantikan pakaian ku??” Alesya benar-benar kaget dengan ide gila Kenzo.
“Heem.. atau kau lebih suka tidak memakai pakaian sama sekali??” Kenzo pura-pura berpikir keras untuk hal itu.
Alesya langsung mencubit pipi Kenzo dengan geram. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki suami sevulgar ini!!
__ADS_1
“tuan Dayson kau!!!!!!!!!” pekik Alesya sekuat tenaga.
“Aoooough!!! Kau mulai menyakiti ku lagi nyonya Dasyon!!” ucap Kenzo dengan ekspresi wajah menggoda.
“kau sengaja mempermainkan ku!!” Alesya berniat untuk turun dari pangkuan Kenzo. Tapi sekali lagi Kenzo menahannya. Bahkan kali ini Kenzo meletakan dagunya di atas bahu Alesya.
“Aku rindu Skala..” Ujar Kenzo, lembut dan dalam. Berhasil membuat Alesya tenang untuk sesaat.
Alesya menoleh ke arah wajah Kenzo yang sedang menatap wajahnya dari samping.
“aku juga rindu Skala, Kenz.” Jawab Aleysa, sama pelannya dengan Kenzo.
“lalu bagaimana cara nya mengusir rasa rindu ini?” tanya Kenzo pada istrinya itu.
Aleysa hanya menatap Kenzo, sebab ia pun tidak tahu bagaimana cara menghilangkan rasa rindu pada putranya itu. Bagi Aleysa ini adalah kali pertama ia berpisah dengan Skala. Tentu saja ia tidak punya trik atau Tip untuk menghilangkan rasa rindunya itu yang bisa ia bagi ke Kenzo.
Kenzo mempererat pelukannya di pinggang Alesya. Mendekap istrinya itu penuh cinta.
Sejenak Aleysa pun lupa kalau tadi ia sedang bergelut untuk suatu hal tanpa sebab dengan Kenzo. Kini dia hanya ingin menikmati pelukan hangat yang diberikan oleh Kenzo. Alesya memegang tangan Kenzo yang memeluknya erat sambil menikmati momen indah ini.
“alesya, aku rasa aku punya satu cara untuk menenangkan pikiran kita dari rasa rindu pada bocah nakal itu.” Seru Kenzo pada istrinya yang sedang memejamkan mata itu.
“heem.. katakan apa ide mu tuan Dayson” Ujar Alesya masih sambil memejamkan matanya dan bersandar pada kepala Kenzo yang nangkring di bahunya.
“bagaimana kalau kita membuat bocah yang lain untuk menemani kita selama bocah nakal itu menemani kakek nya.” Seru Kenzo, sambil memandang wajah istrinya yang otomatis terkejut dan menoleh ke arah Kenzo.
“ini semua memang rencana mu sedari awal kan tuan Dayson!!” Seru Alesya sambil mencubit pinggang Kenzo sebab bisa-bisanya Kenzo membuatnya jatuh dalam perangkap Kenzo malam ini..
Tidak ingin membuang lebih banyak waktu, Kenzo langsung menggendong Alesya dan meletakkannya di tempat tidur..
“bukankah ide ku sangat brilian bukan nyonya Dayson?”....
**bersambung...
__ADS_1
Ups! Yang belum 18 tahun dilarang keras membayangkan scene berikutnya.. hihiihihi