Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 15#Rencana Kenzo dan skala#1


__ADS_3

Jack yang baru keluar dari kamar Skala ingin segera turun dan bergabung dengan pembicaraan di lantai satu. Namun ketika ia hendak turun terlihat di lantai bawah hanya ada tuan dan nyonya nya.


Dia melihat tuannya sengaja mengerjai nyonya Alesya. Jack tersenyum sebab akhirnya tuannya yang terkenal anti wanita kini sedang memperjuangkan cinta seorang wanita. Terlebih wanita itu adalah wanita yang delapan tahun lalu pernah berselisih dengan nya. Jack merasa tuan nya Kenzo memang berjodoh dengan nyonya Alesya.


Setelah cukup lama mengamati tuan dan nyonya nya berdebat tidak jelas tiba-tiba Jack melihat nyonya nya mencium tuan nya sambil berusaha melepaskan tangan nya dari genggam tuan nya.


"Sungguh ide bodoh!" Gumam Jack dalam hati.


Bertahun-tahun mengikuti Kenzo, tentu Jack sangat paham dengan kepribadian dan cara pikir Kenzo. Berharap sebuah ciuman dapat memanipulasi seorang Kenzo, sungguh perbuatan yang sia-sia.


Jack kembali tersenyum ketika tuannya menarik tubuh nyonya Alesya hingga kini posisinya nyonya Alesya berbaring dan dihadapannya ada tuan Kenzo. "Sudah ku duga." Gumam Jack pelan.


"Apa aku mesti menolong mu nyonya Alesya?"Gumam Jack dalam hati Sambil terus berjalan menuruni tangga. "ini adalah saat yang tepat untuk membalas semua kejahilan mu pada ku tuan Kenzo! Aku akan mengganggu kesenangan mu hari ini." Ujar Jack dalam hati.


Jack pun turun ke bawah.


####


Mata Alesya membulat sempurna. Jantung berdebar kencang. "Habislah riwayat ku kali ini." Gumam nya dalam hati.


Alesya menatap Kenzo dengan jantung yang berdebar-debar. Entah mengapa ide gila itu muncul di kepala nya.


Kenzo tersenyum smirk, "Aku baru tahu bahwa kau seberani ini nyonya Dayson?" Kenzo semakin mendekatkan wajah nya.


"Kenz-" Ucap Alesya tersendat sebab Kenzo semakin mendekatkan wajah nya.


Semakin wajah Kenzo mendekat, semakin kencang debaran jantung Alesya.


"Bagaimana ini!!!!" Teriak Alesya dalam hati. Alesya menahan nafasnya sambil memejamkan mata nya. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.


"Tuan!!!" Panggil Jack membuyarkan semua rencana Kenzo.


"Da" nm"! Umpat Kenzo dalam hati kesal sebab Jack muncul disaat yang tidak tepat.


Dengan raut wajah kesal, Kenzo menoleh pada Jack.


"Hehe.. sepertinya aku sudah mengganggu aktivitas kalian." Ucap Jack dengan deretan gigi yang tampak pada senyum yang ia paksakan itu.


Mendengar suara Jack, Alesya segera membuka matanya dan akhir nya ia bisa kembali bernafas."huuft.. "


"Tak bisa kah kau hanya lewat tanpa mengganggu kami Jack?" Seru Kenzo kesal pada Jack, membuat Alesya malu dan terpaksa memalingkan wajahnya supaya Jack tidak dapat melihatnya.


"Saya pikir-"


"Tidak perlu banyak berpikir, cepat tinggalkan ruangan ini." Potong Kenzo dan memerintahkan Jack pergi dengan suara beratnya.

__ADS_1


Jack hanya dapat menahan rasa senangnya sebab berhasil mengganggu niat tuannya untuk mengganggu nyonya Alesya.


"Kenapa kau malah tersenyum Jack! Kau tunggu apa lagi!!" Ujar Kenzo masih menahan rasa kesal nya.


"Dasar tuan Kenzo, memangnya tidak ada ruangan lain. Kenapa kau harus melakukan nya di ruang terbuka seperti ini!!." Dengus Jack dalam hati dan masih saja berdiri di situ.


"Ini rumah ku, terserah aku mau melakukannya dimana saja." Ujar Kenzo seakan-akan tahu isi kepala Jack." Lekas pergi!!" Perintah Kenzo. "Atau aku akan-"


Mendengar ucapan Kenzo yang semakin kesal, langsung membuyarkan lamunan Jack. Jack segera melangkah kakinya sambil berkata, "Baik tuan."


Jack pun pergi meninggalkan Kenzo dan Alesya. Dia tahu kalau dia berdiri lebih lama di sana maka Kenzo pasti akan memindahkan nya ke kantor pusat bersama pria tua nan cerewet dan suka memaksa itu. Membayangkan setiap hari bersama Albert Dayson, pria tua yang banyak maunya dan suka seenaknya itu, membuat Jack lebih milih melupakan ide gila nya untuk mengerjai Kenzo lebih lama lagi dan tutup mata dengan nasib Alesya.


"Maafkan aku nyonya. Silahkan selamatkan diri mu sendiri." Gumam Jack dalam hati dan pergi.


Kenzo mengalihkan pandangannya pada Alesya.


Jujur, perbuatan Jack tadi benar-benar menggangu Kenzo. Sekarang dia sudah tak berniat lagi untuk mengerjai Alesya.


Kenzo duduk dan merapikan baju. Lalu pergi begitu saja, meninggalkan Alesya yang masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Tinggal bersama mu bagai bermain rollercoaster Kenz!! Membuat jantung ku berlarian kesana kemari." Batin Alesya sambil memegangi dadanya.


***


Alesya sengaja menunggu beberapa saat di lantai bawah. Dia tidak ingin segera naik ke atas. Apalagi sekarang Kenzo menjadi lebih sulit di tebak.


***


Kalau logikanya sebagai seorang laki-laki tidak segera menyadarkannya tadi maka sudah pasti Alesya sudah tersenyum puas sebab berhasil memanipulasi dirinya. Untungnya Kenzo punya pengendalian diri yang sangat baik.


Terkadang dengan hal-hal mengejutkan yang dilakukan oleh Alesya sempat membuat Kenzo berpikir kalau mungkin saja Alesya juga menyukainya. Kalau tidak mengapa sewaktu di resort dan tadi Alesya sampai seberani itu padanya. Apalagi Skala mengatakan ibunya tidak pernah membuka hatinya pada laki-laki yang selama ini mencoba mendekatinya.


"Jangan-jangan dia wanita psikopat yang mampu melakukan semua itu tanpa perlu mengikutkan perasaan nya?" Pikir Kenzo dalam.


Hingga saat ini Kenzo masih belum berani menyimpulkan kalau Alesya menyukainya. Wanita ini bagaikan sedang tarik ulur dengan nya


Kenzo menatap cermin dihadapannya lalu berkata, "Apa kau kira diri ku layang-layang Alesya? Yang dapat kau tarik ulur." Kenzo tersenyum memperhatikan wajah nya di cermin tersebut. "Pegangan yang erat, sebab Aku yang akan menarik mu hingga kau jatuh dalam pelukan ku." Ujar Kenzo sambil melepaskan kemeja nya dan memasukannya ke dalam tempat pakaian kotor.


Kenzo berjalan menuju ruang ganti pakaian untuk mengambil sebuah baju kaos tipis. Kenzo tidak berniat kemana-mana hari ini.


###


"Apa yang sebenarnya terjadi bu??! " Tanya Agnez sambil berteriak pada ibunya.


"Diam lah Agnez!! Kau membuat kepala ku sakit!!" Bentak Jenny. Suara teriakan Agnez membuat Jenny tidak fokus menyetir.

__ADS_1


Jenny dan Agnez kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Mereka sengaja tidak satu mobil dengan Ronald sejak mereka berangkat tadi pagi.


"Kau meminta ku diam?Bu,... harusnya kau lah yang lebih panik saat ini. Sebab kalau sampai orang-orang bodoh itu buka mulut pada Kenzo maka Kenzo pasti akan menghabisi mu." Tukas Agnez.


"Maka nya kau harus diam Agnez! kau membuat lu sulit untuk berpikir!!!"Ucap Jenny dengan suara tinggi.


Jenny merapatkan mobilnya. Dipejamkannya matanya. Lalu seperti orang gila Jenny memukul-mukul stir mobilnya. " Aaaaaaarrrrgggggghjh..... "Teriak nya keras dan membuat Agnez terkejut.


Agnez tidak pernah melihat ibunya lepas kendali seperti saat ini.


Cukup lama Jenny memukul-mukul stir sambil berteriak sedangkan Agnez hanya diam membatu melihatnya.


" aheeem... " Ujar Jenny berdehem kecil lalu merapikan rambut dan baju nya. "Kita harus tenang, " ujar nya. "Selama Kenzo belum mencurigai kita, sebaiknya kita menjaga sikap kita. Dan kau Agnez, kau harus mencari jalan untuk memisahkan Kenzo dan Alesya. Jebak dia sekali lagi." ujar Jenny mencoba menguasai diri nya kembali.


"Apa kau sudah lupa ibu!! Kita sudah pernah mencoba melakukan itu. Tapi lihat...! semua itu berbalik pada ku."


"Semua kegagalan ini membuat otak ku jadi lambat berpikir." Gerutu Jenny sambil memiji-mijit pelipisnya.


"Kita terlalu meremehkan mereka, bu." Ujar Agnez.


" Kau benar Agnez. Kali ini kita tidak boleh meremehkan mereka. Kali ini kita akan bermain halus."Jenny tersenyum smirk. Otaknya sudah menemukan sebuah cara untuk memisahkan Alesya dan Kenzo tanpa terlihat bahwa mereka lah yang berada di balik layar.


"Kita pisahkan mereka dengan menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka. Kita gunakan Frans untuk jadi orang ketiga."


"Frans? apa ibu bermaksud untuk menemui Frans dan mengajaknya kerjasama?" Tanya Agnez.


"Apa otak mu memang selalu bodoh seperti itu Agnez?" Jenny merasa kesal dengan cara berpikir putrinya yang sangat bodoh.


"Apa kau pikir Frans akan mau bekerja sama dengan kita?"Jenny melihat kesal pada putrinya. " Tentu saja dia akan menolak."


"Lalu??" Tanya Agnez penasaran.


"Kita akan ciptakan banyak kesempatan untuk Frans dan Alesya agar mereka bisa mengulang kisah cinta mereka. Aku yakin Frans belum menyerah pada cintanya. kita harus bisa membuat dia merebut Alesya dari Kenzo." Jelas Jenny.


"Frans bukan pria seperti itu ibu. Dia tidak akan menganggu istri orang lain." Tegas Agnez.


'Benar kah? kalau begitu kita harus bisa memotivasi dia untuk melakukan itu. Kita harus bisa merekayasa seakan-akan kehidupan rumah tangga Alesya dan Kenzo tidak harmonis. Hingga Frans tidak tahan melihat penderitaan hidup Alesya dan merebutnya dari Kenzo."


"Tapi bagaimana cara nya bu???" Tanya Agnez lagi.


"Makanya pakai otak mu Agnez!!!" Jenny kembali menjalankan mobilnya.


###bersambung


Pengumuman...

__ADS_1


otor sedang membenahi bab di karya ini.. jadi mungkin untuk bab selanjutnya tidak mengikuti urutan bab hingga bab ini.. itu karena sedang otor revisi.. mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ya my beloved reader...


__ADS_2