
"mommy...?Daddy...?" panggil Skala dari luar kamar Kenzo dan Alesya yang terdengar sayup-sayup ditelinga Kenzo dan Alesya yang sedang berbaring ditempat tidur.
"Heeem.. sayang, apa aku sangat rindu pada Skala ya? aku seakan-akan mendengar suaranya Skala memanggil kita. Terasa sangat nyata." Ujar Alesya pada Kenzo yang terlihat masih seperti tertidur itu.
"aku begitu.." jawab Kenzo tanpa membuka matanya.
""mommy...?Daddy...?"panggil Skala sambil mengetuk kamar Kenzo dan Alesya.
"apa mommy dan daddy tidak ada di dalam?" pikir Skala dalam hati tapi masih mengetuk pintu kamar itu.
"bahkan selain suaranya, aku juga mendengar suara ketukan kamar." Ujar Kenzo tanpa sadar.
"mommy...?Daddy...?apa kalian ada di dalam?" Skala kembali memanggil Kenzo dan Alesya sambil mengetuk pintu kamar itu.
"Kenz!!!" Seru Alesya, lalu langsung bangun. "suara itu!" Alesya langsung mengambil piyamanya.
"Asstaga!! apa yang tadi itu benar-benar suara Skala?" Kenzo pun buru - buru memakai celana panjangnya.
Kenzo dan Alesya langsung auto masuk ke mode panik. Kenzo sibuk mengenakan pakaiannya sedangkan Alesya auto lari ke kamar mandi.
"Kalau Skala bertanya dimana diri ku, katakan aku sedang mandi." Ujar ALesya pada Kenzo yang terlihat pusing mencari di mana bajunya. Lalu Alesya pun langsung cus ke kamar mandi.
"Ahhh!! dimana baju itu!!!" Ujar Kenzo yang terdengar kesal sebab tidak bisa menemukan baju yang ia kenakan sebelum.. eheeem. ehemm.. bersama istrinya.
"Ya sudah!! tidak perlu pakai baju saja." Gumam Kenzo yang akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar nya dan Alesya dengan berte*lanjang dada.
"Klek.." terdengar suara pintu yang telah di buka oleh Kenzo.
__ADS_1
"Ska????!! Seru Kenzo, dengan mata berbinar melihat kedatangan putra kesayangan nya.
"Daddy???" Ujar Skala dengan nada terkejut melihat Kenzo hanya memakai celana panjang tanpa mengenakan atasan.
"Dimana baju mu!!" tanya Skala dengan wajah polosnya."kenapa Daddy bertelanjang dada seperti ini?"
"Haaaaah.. tadi aku habis olahraga, dan aku lupa menaruhnya dimana?" Jawab Kenzo berbohong pada Skala."ketika aku ingin bertanya dengan mommy mu, dia malah sedang mandi jadi .. ya.. begini lah." Jawab Kenzo sedikit kagok.
"Olah raga? Di kamar??? bukan nya ruang gym ada di lantai atas dad?" Tanya Skala yang menerobos masuk ke kamar Kenzo dan Alesya.
"ya!! ya!! ruang gym memang di atas. Tapi aku hanya olah raga ringan saja Skala, sedikit berlari!! squat jump , push up dan sit ups! aku tidak menggunakan alat jadi aku sedikit malas ke atas." Terang Kenzo penuh kebohongan sambil memperagakan beberapa gerakan yang di katakan nya.
"Oo..." jawab Skala sambil duduk ke tepian tempat tidur Kenzo dan Alesya.
Kenzo yang melihat Skala menaiki tepian tempat tidur yang berantakan itu langsung merasa tidak enak. Kenapa tadi dia tidak mencegah putranya untuk masuk ke kamar itu. Dan lihat lah sekarang keadaan tempat tidur yang sungguh berantakan ini.
"baru saja !!" jawab Skala sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Kalau di lihat sekilas maka Skala saat ini tidak lebih dari seorang bocah kecil yang menggemaskan. "Aku diantar oleh paman Steve. Tapi dia tidak bisa berlama-lama hanya sebatas mengantar ku saja, sebab kakek Damian sedang tidak begitu sehat jadi paman Steve harus segera kembali ke kota J." jawab Skala yang tampak sesekali memperhatikan seluruh kamar Kenzo dan Alesya.
"kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kau tidak mengabari kami?"Tanya Kenzo pada putra nya, Kenzo mencoba untuk tenang. Rasa gugupnya ketika tahu Skala ada dibailk pintu kamarnya tadi sebenarnya belum sepenuhnya hilang. Kepala Kenzo saat ini pun jadi sedikit tidak enak, karena seharusnya saat ini dia sedang menikmati morfin alam dampak dari pelepasan hormon endorsin setelah usai berhubungan dengan Alesya tadi, tapi ternyata dia malah shock karena mendengar suara putra nya ada di balik pintu kamarnya.
"Aku tahu, daddy dan mommy pasti sedang sangat sibuk karena kecelakaan grandma Dyana. Sebenarnya begitu kakek Aldion mengatakan kalau grandma Dyana mengalami kecelakaan, aku ingin langsung kemari tapi aku tidak bisa, karena sekolah ku sedang mengadakan ujian sehingga aku harus menunggu dulu seminggu hingga ujian berakhir baru aku bisa ke sini." Jelas Skala, yang kini meletakan kedua tangan nya ke belakang sebagai tumpuan tubuhnya.
Kenzo yang awalnya menatap Skala biasa-biasa saja karena merasa kondisi sudah aman terkendali, merasa tenang, Skala sama sekali tidak bertanya mengapa kamar ini seperti kapal pecah. Kenzo pun sudah bisa sedikit relaks. Mungkin putra nya tidak akan bertanya hal-hal yang tidak penting seperti itu. Anggap saja jiwa kritis Skala tidak muncul hari ini.
Tapi ketika Skala meletakkan kedua tangannya kebelakang untuk bertumpu, Kenzo auto terbatuk-batuk.
"Mengapa benda itu ada disitu??" Jerit Kenzo dalam hati ketika melihat salah satu barang pribadi milik Alesya ada di antara tangan kanan dan tangan kiri Skala. Untungnya Skala sedang menghadap ke depan hingga tidak menyentuh benda pusaka itu.
__ADS_1
"Are you oke dad?"tanya Skala yang kaget mendengar suara di batuk Kenzo yang tiba-tiba.
'Hem.. heem..! aku baik-baik saja Skala." Jawab Kenzo berusaha menyembunyikan kepanikan nya.
Kenzo langsung berjalan ke arah depan putranya. "Ska, apakah kau sudah melihat grand ma Dyana? bagaimana kalau kita turun dan melihat grand ma mu? dia pasti akan sangat senang kalau tahu kau datang." Ajak Kenzo pada Putranya agar Skala segera keluar dari kamar ini.
"Aku baru saja dari kamar grand ma. Disana ada kakek Marcus dan juga paman Frans." jawab Skala yang tidak tahu maksud hati Kenzo sebenarnya mengajak Skala untuk keluar kamar.
"benarkah?" Seru Kenzo yang seakan-akan menjumpai jalan buntu. "aku harus bisa membawa Skala keluar dari kamar ini." Seru Kenzo dalam hati sambil pura - pura memijat leher nya bergantian. Padahal dia sedang berusaha melihat ke arah belakang Skala.
"Hem.... " Kenzo terlihat berpikir ketika hendak memulai pembicaraan lagi," uncle Jack juga ada disni. Apa kau tidak ingin menjenguknya? mungkin kau tidak tahu kalau uncle Jack dan grandma mu mengalami kecelakaan bersama-sama." Ujar Kenzo.
"Aku juga sudah dari kamar uncle Jack tadi daddy. Disana ada bibi Monica yang menjaga uncle Jack." jawab Skala polos.
"habis sudah ide ku!" gumam Kenzo dalam hati sambil tersenyum.
Kenzo menatap wajah anak nya yang tampan itu. Andaikan Skala datang di waktu yang tepat pasti momen ini akan terasa lebih sesuatu lagi. Tapi karena Skala datang di momen yang sangat salah, sehingga ini menjadi hal ini menjadi hal yang sangat mengejutkan untuk Kenzo. Rasa terkejut nya sampai ke tulang-tulang. Rasa di sidak oleh kejaksaan karena ketahuan melakukan aktivitas illegal.
"Alesya!! cepat lah!! kenapa kau lama sekali di dalam kamar mandi itu!" teriak Kenzo dalam hati yang sudah tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
Kenzo merasa kalau istrinya itu benar-benar tahu cara untuk melarikan diri dalam kondisi seperti ini.
Di dalam kepanikan dan keterkejutan itu, sebuah senyum masih setia di wajah Kenzo setiap kali menatap wajah putra nya itu. Diantara keterkejutan ini tentu saja rasa-rasa bahagia Skala kembali hadir bersama mereka masih sangat terasa.
**Bersambung
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.
__ADS_1