Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#47


__ADS_3

"Besok pagi?" Seru Nania sungguh terkejut dengan pernyataan Frans yang ujuk-ujuk datang dan bilang akan menikah dengan Dyana besok pagi.


"Iya bu... Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi!! Bisa-bisa kami malah jadi gagal nikah!!!" Tukas Frans.


"Aku bisa memahami kekhawatiran diri mu Frans. . Tapi besok pagi itu terlalu mendadak?! Dan persiapan kita belum sepenuhnya selesai!" ungkap Nania.


"Bu.. yang penting itu akad nikah nya saja dulu. Pesta nya bisa nyusul! " Frans tetap memaksa agar pernikahan itu tetap diadakan.


"Aku rasa ide Frans ini tidak lah buruk Nania!!! menikah dulu baru setelah itu mereka menyelenggarakan pesta pernikahan, bukan lah hal yang aneh untuk di lakukan." Mary sangat mendukung rencana Frans. Dia tidak tahu kalau ada udang di balik bakwan dari semua ini.


"Aku tidak setuju!! " Tukas Dyana. Bagaimana pun dia harus ambil bagian dari rencana yang telah di buat oleh tim sukses sudden wedding ini.


"Kau harus setuju Dyana!! Jangan kira dengan memperlambat pernikahan ini maka hati ku lambat laun akan menerima Marcus. Sampai kapan pun aku tidak akan menerima itu." Mary masih bersikukuh dengan pendirian nya.


" Kau suka atau pun tidak, kita menikah besok!!! " Seru Frans pada Dyana.


"Menikah saja sendiri!!! " Jawab Dyana melanjutkan akting nya.

__ADS_1


"Dyana! Kau tidak boleh berkata seperti itu pada Frans!! Dia itu calon suami mu! " ujar Mary.


"Tapi bu!!!! " Dyana pura-pura protes atas sikap ibu nya.


"Tidak ada tapi-tapian Dyana." Tegas Mary.


Dyana menundukkan kepalalnya sambil memasang wajah tidak suka nya pada keputusan Mary.


Tapi tanpa sepengetahuan Mary dan Nania, Frans dan Dyana saling curi pandang. Sebab mereka tahu kalau rencana mereka sudah berhasil.


Nania berjalan ke arah Dyana yang sedang menundukkan kepalanya.


Dyana mengangkat wajahnya. Sebenarnya dia tidak tega membohongi ibu nya Frans ini. Sebab wanita ini sangat baik hati dan juga sangat lembut.


"Bu.. please jangan tanya kan hal itu lagi pada Dyana. Ibu pasti sudah tahu jawaban nya kan?" Tukas Frans.


Frans tahu Dyana kesulitan untuk berbohong pada ibu nya Frans.

__ADS_1


"Tapi aku perlu tahu hal itu. Aku tidak ingin rumah tangga kalian seumur jagung." Lanjut Nania.


"Apakah jika aku mengatakan kalau aku tidak mencintai Frans maka bibi akan membiarkan ku membatalkan pernikahan ini?" Dyana memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan ini pada Nania di hadapan sang ibu.


Spontan semua orang melihat ke arah Dyana. Terutama Mary, dia tidak menyangka kalau Dyana berani bertanya seperti itu pada Nania.


"Kau tidak perlu menjawab nya Nania. Sejalannya waktu cinta itu akan muncul. Dan putri ku sejalannya waktu akan melupakan pria itu dan menerima Frans sebagai suaminya." Sela Mary.


"Buktinya aku bisa melupakan tunangan ku yang meninggalkan ku lalu menerima sepupunya sebagai suami ku! Aku bahkan memiliki Jodytia dan Dyana dari pernikahan ku dengannya." Terang Mary.


Nania menatap dalam pada sahabat nya itu.


"Bagaimana kalau hal seperti itu tidak terjadi pada putri mu, Mary? " Seru Nania dalam hati.


"Bagaimana kalau nasib putri mu malah seperti aku! Yang walaupun telah menikah dengan pria yang mencintai ku tapi tidak sedetik pun aku melupakan pria yang aku cintai. Juan Aksena bahkan tidak dapat menyentuh ku hingga akhir hayatnya. Aku sungguh telah amat berdosa pada pria itu." Gumam Nania dalam hati.


Karena alasan ini lah, Nania ingin memastikan semua nya terlebih dahulu. Dia tidak ingin Dyana bernasib sama dengan nya, dan Frans bernasib sama dengan Juan Aksena.

__ADS_1


Nania tidak mau Frans dan Dyana mengulangi kisah cinta yang menyedihkan ini.


Andaikan waktu dapat di ulang, maka Nania akan lebih memilih untuk tidak menerima pinangan Juan Aksena waktu itu saat cinta nya untuk Evgen Volkov masih menyala.


__ADS_2