Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
Bab 53 #Tertangkap 2


__ADS_3

setelah mendengar percakapan para penjaga yang menyelamatkan mereka tadi, akhirnya Skala dan Daffa tahu jika ayah Skala saat ini sudah berada disini.


Hal ini membuat mereka lega.


Mereka bahkan mendengar rencana yang ayah nya Skala perintah kan kepada para pengawal keluarga Dayson.


Ini lah yang membuat Skala memiliki ide gila di di dalam kepalanya.


"Kau dengar kata penjaga tadi, kalau daddy ku akan menyerang rumah Rama untuk menangkap penjahat yang bersembunyi di dalam rumah itu."


"Itu artinya Rama dalam bahaya." Sela Daffa


"Kau benar Daffa. Dia bisa dalam bahaya karena kalau sudah terjadi penyerangan maka hal-hal yang menghalangi pasti akan di singkirkan." Ujar Skala.


"Kita harus memberitahu hal ini pada ayah mu Ska."


Skala pun mencoba untuk menghubungi sang ayah, tapi karena ponsel sang ayah dalam mode tidak bisa di hubungi karena sedang melakukan peretasan ke satelit maka usaha Skala untuk menelpon ayah nya pun gagal.


"Tidak aktif." Ujar Skala.


Daffa dan Skala tidak tahu jika ayah nya Daffa saat ini juga ada di tempat ini.


Skala dan Daffa terlihat sama-sama berpikir. Hingga akhirnya Skala memiliki rencana sendiri saat ini.


"Daffa, kau dengar tadi kan kalau orang -orang ayah ku akan melakukan serangan mendadak pada para penjahat yang bersembunyi. Aku rasa ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menyusup ke dalam rumah Rama, dan membawa Rama keluar dari tempat itu secara diam-diam." seru Skala.

__ADS_1


"tapi ada beberapa hal yang harus kau pikirkan sebelum melakukan itu Ska. Pertama, apakah Rama bersedia pergi bersama kita? Yang kedua, kita harus tahu posisi pasti Rama saat ini. Atau kita hubungi saja dia dulu, bagaimana?" Ujar Daffa.


"Kau benar Daffa. Tapi bagaimana kalau ternyata dia saat ini sedang di sekap oleh ayahnya, bagaimana caranya dia akan mengangkat telpon kita?"Tanya Skala.


Kedua bocah itu terlihat berpikir keras.


"Terpaksa kita menyusup diam-diam." Seru mereka berdua serentak.


"Ok, kalau begitu kita bawa dulu persiapan kita kesana." Skala pun mulai mengecek beberapa barang yang mungkin akan bisa mereka gunakan memperlambat perlawanan lawan atau mungkin saja bisa mereka gunakan untuk strategi kabur dari rumah Rama nanti nya.


Daffa yang melihat Skala mencari sesuatu untuk dibawa sebagai senjata disana pun ikut mencari benda-benda yang dapat dia gunakan.


"Kau menemukan sesuatu Daffa?" tanya Skala.


"Hanya ada ketapel...dan kelereng disini Skala.. Seperti nya rumah ini dulu di huni oleh keluarga yang punya anak seusia kita." sebut Daffa.


"Ok." Jawab Daffa dan memasukkan ketapel dan kelereng yang ia temukan ke dalam tas selempang nya.


"Kau menemukan apa Ska?" Tanya Daffa yang melihat Skala memasukan sebungkus tepung ke dalam tas nya.


"Aku hanya menemukan tepung disini..Jadi aku bawa saja..Mana tau disana aku jumpa telur, kan rumayan bisa buat kue." Guyon Skala.


Memang lah sobat Daffa satu ini. Dalam keadaan genting seperti ini pun masih sempat - sempat nya bercanda.


Daffa pun memilih untuk mencari benda lain dari pada meladeni Skala yang sedang mood banget bercanda nya.

__ADS_1


"Ska, aku rasa tidak ada benda lain yang aku temukan disini."Ujar Daffa.


"Aku menemukan ini!!" Seru Skala sambil mengangkat sekotak besar paku payung.


"Nah, rumayan juga itu untuk pertahanan." timpal Daffa.


Setelah persiapan mereka oke, mereka pun keluar diam-diam dari tempat persembunyian mereka tadi.


"Daffa kita harus berputar. Kau ingat tadi tiba-tiba ayah Rama datang. Itu artinya di dalam posisi yang bisa melihat kedatangan di pintu depan. Kemungkinan posisi ayah Rama itu ada di ruang tengah atau kamar di dekat pintu ruang tamu tadi. So, paling tepat untuk kita menyusup ke dalam rumah itu adalah lewat pintu belakang." terang Skala.


"Kau benar Ska, tapi kita harus berjalan di belakang rumah-rumah itu." Tunjuk Daffa pada beberapa rumah yang ada di kiri dan kanan rumah Rama.


"Supaya mereka tidak melihat kita."lanjut Daffa


"Baik..kalau begitu ayo kita ke sana." ajak Skala.


"Ska, hilangkan dulu bunyi ponsel kita. Alarm jam tangan juga." Daffa mengingatkan.


"Astag aku hampir saja lupa."


Daffa dan Skala pun mematikan dering ponsel mereka serta alarm.


"Daffa jangan lupa hidup gps ponsel mu untuk jaga-jaga agar ayah ku atau ayah mu bisa melacak keberadaan kita seandainya kita tertangkap." ujar Skala sambil tertawa.


"Apa kau ada rencana untuk tertangkap Ska?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak." jawab Skala.


Mereka berdua pun memulai aksi mereka.


__ADS_2