Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 45#kejutan #1


__ADS_3

Dua hari sudah sejak jasad Mai dibawa ke Australia untuk di makam kan, dan sudah hari pula Dyana dan Jack kembali ke kediaman Kenzo Dayson.


"Aku tidak habis pikir, mengapa kau membiarkan Marcus dan Frans juga tinggal disini Alesya?" Sungut Kenzo pada istrinya. Kenzo tidak habis pikir mengapa Alesya membiarkan musuh besar mereka untuk tinggal di rumah mereka.


"Kalau Marcus jujur saja, aku memang yang membiarkan nya untuk tinggal disini sebab kan Marcus memiliki kemampuan sebagai dokter dan kita membutuhkan seseorang seperti dia untuk menjadi bibi." Kilah Alesya pada suaminya. Padahal sebenarnya Alesya memiliki niat terselubung untuk semua itu. Alesya ini adalah hubungan Kenzo dan Marcus kembali mencair seperti dulu. Sebenci -bencinya Kenzo pada Marcus sebab mengira Marcus adalah orang yang telah mencelakai orang tua nya. Alesya berharap dengan selalu bersama (Kenzo dan Marcus) dapat mengurangi sedikit demi sedikit rasa benci itu dan Kenzo bisa sadar bahwa Marcus tidaklah mungkin untuk melakukan hal itu pada nya.


Masalah Kenzo dan Marcus ini memang sangat memungkinkan. Marcus sebenarnya tidak bersalah, tapi dia tidak dapat mengungkapkan nya pada Kenzo. Sebab kalau sampai Kenzo tahu bahwa dirinya lah penyebab kecelakaan kedua orang tua nya, Kenzo pasti akan hancur. Selain itu, kebenaran itu juga akan berakibat buruk pada kesehatan Kenzo.Ini lah mengapa Marcus akhirnya hanya membiarkan semua kekeliruan ini.


"Tapi kalau Frans..."Alesya tertawa kecil sebelum akhirnya menyelesaikan kalimatnya, "aku tidak pernah mengizinkan nya. Dia sendiri yang ngotot untuk tinggal di sini dan aku tidak dapat melarang nya sebab dia menggunakan nama nenek Mary sebagai tameng nya." Jelas Alesya pada Kenzo.


"Aku tidak masalah dengan Frans . tapi Marcus...come on Alesya..! Kita bahkan bisa meng-hire seorang dokter yang paling profesional untuk merawat bibi di rumah." Kenzo tetap keberatan dengan keberadaan Marcus di rumah itu.


"Tapi bibi membutuhkan Marcus ..Kenz!" Seru Alesya dengan wajah serius. "Tidak ada satu orang pun yang dapat mendampingi bibi selain Marcus. Kau pasti tahu kalau bibi sangat mencintai paman mu itu. Dan dalam kondisi bibi seperti ini siapa lagi yang dia inginkan untuk berada disisinya kalau bukan Marcus?" Bujuk Alesya pada Kenzo.


"Tapi aku tetap tidak setuju." ujar Kenzo yang tetap kekeuh dengan pendirian nya.


"Apakah semua rasa benci mu itu jauh lebih penting dari pada kesembuhan bibi Dyana?" Alesya mengarahkan wajah Kenzo dengan tangannya agar memandang wajah Alesya.


"Katakan pada ku Kenz? Apa suami ku yang tampan dan juga baik hati ini, seegois itu?" rayu Alesya pada suaminya nya itu.


"Kau tak kan bisa merayu ku Alesya! Aku tidak akan terbujuk rayuan mu itu." Ucap Kenzo dengan wajah datar nya dan melepaskan tangan mungil Alesya dari wajahnya,lalu berbalik menghindari Alesya.


Tapi tentu saja Alesya tidak habis akal, dia langsung memeluk Kenzo dari belakang."Apa kau tidak sayang pada bibi Kenz? aku yakin Marcus dapat memberikan semangat pada bibi. Kau tahu kan Kenz, kornea mata Mai tidak dapat didonorkan Ke bibi dan pendonor baru pun belum dapat kita temukan. Pasti saat ini bibi sangat down dengan keadaan nya." Ujar Alesya tetap berusaha membujuk Kenzo.


Kenzo memegang tangan Alesya. "Dia hanya boleh disini hingga Dyana membaik. Setelah itu dia harus angkat kaki dari rumah ku ini " Seru Kenzo yang akhirnya tidak dapat menentang keinginan istrinya.


"Kau Memang yang terbaik tuan Dayson." Alesya berlari ke depan dan langsung mencium pipi Kenzo.

__ADS_1


Kenzo tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan ini, dia langsung menangkap tubuh mungil istrinya itu.Dan menahan Alesya dengan kedua tangan kekar nya.


",Tidak ada yang gratis di dunia ini nyonya Dayson!!Tidakkah kau merasa kau harus memberikan sesuatu pada ku sebagai perwujudan rasa terima kasih untuk kebaikan hati ku tadi?" Kenzo sudah mulai menjurus ke hal yang sudah pasti sangat dipahami oleh Alesya. Apalagi sudah beberapa hari ini mereka disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari Mai datang...Dyana dan Jack kecelakaan hingga Mai meninggal. Mereka berdua benar-benar tidak memiliki waktu untuk bersama.


"Kenz!! rumah kita sedang ramai. Ada Jack dan Monica serta ada pula Marcus dan Frans yang menjaga bibi." ujar Alesya sambil berusaha melepaskan tangan Kenzo yang memeluk nya dengan erat.


"Memang nya kenapa?" tanya Kenzo yang benar-benar tidak paham maksud perkataan Alesya. Toh mereka saat ini kan sedang berada di dalam kamar. . lalu apa hubungannya dengan orang yang ramai di luar kamar. Lagi pula, rumah Kenzo juga selalu ramai tidak pernah sunyi. Pelayan dan bodyguard saja jumlah nya puluhan.


",Malu Kenz!! Bagaimana kalau ada yang datang mencari kita ke kamar?" ujar Alesya.


"Abaikan saja." Jawab Kenzo gampang.


"heeemm.. bagaimana kalau ada yang mereka mencari diri mu atau diri ku karena membutuhkan sesuatu?" kilah Alesya lagi.


"kalau begitu usir saja mereka semua!! kedatangan mereka sangat menggangu ku!" jawab Kenzo cuek.


"Baiklah... seharusnya aku tahu percuma saja berdebat dengan mu!!" Alesya mengaku kalah.


"Tapi tidak sekarang. Karena aku harus ke kamar bibi dan juga ke kamar Jack." Alesya mencoba melepaskan tangan Kenzo yang masih setia memeluk nya.


"Itu artinya keberadaan mereka mengganggu waktu mu untuk ku.." ujar Kenzo, dengan nada mengancam.


"ayo lah sayang ..ini tidak akan lama. Dan kita masih ada banyak waktu setelah nya." Rayu Alesya.


"Sekarang atau mereka pergi dari sini." Kenzo kembali mengancam.


"Kenz!" Teriak Alesya sambil melotot melihat suaminya.

__ADS_1


", keputusan ada ditangan mu sayang." Ujar Kenzo dengan tampang tak bersalah nya karena telah mengancam Alesya.",kau mau mereka tetap ada di sini atau kau ingin mereka angkat kaki dari rumah ini."


"Kau memang benar-benar sesuatu tuan Dayson!" Seru Alesya dengan wajah cemberut.


"Aku memang harus menjadi sesuatu untuk dapat menjadi suami mu." Jawab Kenzo sambil tersenyum nakal.


"Kau memang adalah sesuatu Kenz!!" Seru Alesya.


"Benarkah?" tanya Kenzo sambil menaikkan satu alisnya. Dan manarik Alesya semakin mendekat.


"Tentu saja!!" Jawab Alesya kelabakan. Dia harus mencari akal agar bisa bebas dari Kenzo. Alesya harus benar-benar ke kamar Dyana. Dia Alesya takut Frans dan Marcus ribut untuk masalah yang tak jelas dan membuat Dyana sakit kepala.


"Jangan coba untuk kabur nyonya Dayson! tidak kah kau kasihan melihat ku yang sudah berpuasa sekian lama ini?" Ujar Kenzo sambil menci*um he**** Alesya.


Alesya hanya bisa memejamkan matanya."Kenz.. sabar dulu." Ujar Alesya pada Kenzo Tapi Kenzo yang sudah keburu kehilangan akal nya sudah tidak dapat mendengar Alesya dengan jelas lagi.


"Kenapa kau sangat tidak penurut sekarang nyonya Dayson." Kenzo menatap Alesya dengan matanya yang sayu.


"Aku.." Alesya tidak dapat meneruskan perkataannya sebab seperti biasa Kenzo selalu dapat membuat Alesya bungkam dengan ciumannya.


"kau terlalu banyak bicara..." Kenzo pun menggendong Alesya dan membawanya ke atas ranjang mereka..


Sungguh Alesya sudah pasrah, terserahlah Frans dan Marcus akan membuat keributan atau tidak, sebab kini Alesya sudah berada dunia yang berbeda...dimana ada dirinya dan Kenzo di dalamnya.


***


*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2