
Romano pun menutup pintu kamarnya. Dari percakapan tadi Romano pasti sudah bisa simpulkan bahwa Kenzo tidak akan mau menerima Mai dalam hidupnya. "aku sudah berupaya semampu ku Mai. Aku bahkan menyingkirkan harga diri ku untuk memohon hal itu pada Kenzo. Kenapa kau harus mempersulit hidup mu sendiri nak?" Romano mengambil gelas minuman nya dan menenggak semua minuman itu dalam satu tenggakkan.
Romano mengambil ponsel nya dan mencari nomor Mai di dalam ponsel itu. "Kau harus pulang dengan ku Mai!!" ujar Romano dan menelepon Mai.
***
"Mai!!! kau mau kemana!!" teriak Dyana pada Mai yang tiba-tiba masuk ke dalam sebuah taxi yang entah sejak kapan ada di depan rumah Kenzo.
"Aduh mau kemana sih anak itu!!" Ujar Dyana panik. Dia hendak menelpon Kenzo untuk memberitahu Kenzo kalau Mai tiba-tiba pergi begitu saja. Tapi pas Dyana akan menelpon Kenzo, ternyata ponsel nya mati karena kehabisan baterai.
"Bagaimana ini!!" Seru Dyana panik karena dia tidak bisa menelepon Kenzo atau pun menelepon penjaga di pagar depan. Dyana terlihat sangat panik sebab Mai tidak mengatakan dia akan pergi kemana. Apakah dia akan pulang ke Australia atau dia akan tetap berada di kota ini.
Walaupun tidak suka dengan Mai tapi kalau Mai main pergi seperti ini Dyana pasti juga akan panik. Pertama karena Mai adalah saudari tiri nya. Dan Dyana merasa dia punya tanggung jawab atas diri Mai. Dan yang kedua, tadi Dyana sudah bilang ke Kenzo kalau dia sendiri yang akan bakalan antar Mai pulang. Tapi sekarang Mai malah pergi meninggalkan nya begitu saja tanpa mengabari kemana dia akan pergi. Apa yang akan Mai katakan pada Kenzo.
Untunglah tidak lama setelah Taxi yang membawa Mai pergi tadi pergi dari hadapan Mai, Jack muncul dengan mobilnya.
Dari dalam mobil Jack dapat melihat Dyana berdiri di depan teras rumah seperti orang yang sedang panik.
"Nona ada apa?" Tanya Jack, begitu turun dari mobil.
"Jack!! lekas ikuti Taxi itu." Seru Dyana, memukul bahu Jack yang baru saja turun dari mobilnya dan memintanya untuk mengikuti Taxi yang seperti nya baru saja keluar dari pagar rumah Kenzo.
"ayooo Jack!!" Jack yang baru datang tentu saja bingung dengan sikap tergesa-gesa nya Dyana.
Melihat Jack yang bingung dengan situasi ini maka Dyana langsung menyerobot kunci mobil dari Jack dan berlari ke arah pintu supir.
__ADS_1
"Jack!! cepat!!" Seru Dyana sambil membuka kaca pintu mobil dan menyuruh Jack untuk segera masuk.
"Biar aku saja yang membawa mobil ini nyonya." ucap Jack sopan. Tidak mungkin majikan yang nyupiri bawahan kan. Jack tidak mau dimarahi oleh Kenzo karena masalah ini.
"sudah!! kau lekas masuk saja Jack!!" Perintah Dyana dengan mode panik karena mobil Taxi tadi mulai tidak terlihat lagi.
Jack yang memang tidak paham apa yang sebenarnya terjadi akhirnya ikut-ikutan panik.
"Nona!! memang nya ada apa?" begitu masuk ke dalam mobil itulah pertanyaan yang pertama kali Jack lontarkan pada Dyana.
"pasang sabuk pengaman mu Jack!! Kalau tidak, aku tidak akan bertanggung jawab kau meluncur ke luar lewat kaca depan itu." sebut Dyana membuat Jack cepat-cepat mencari sabuk pengaman nya dan langsung memasang nya. Seperti yang telah Dyana isyarat kan, Dyana pun tidak main-main dalam menginjak pedal gas mobil itu.
"Nona!!!!hati-hati!! Mobil ku ini baru!" seru Jack kaget saat Dyana membawa mobil baru nya dengan begitu kasar. "jangan sampai aku beli mobil baru lagi!!" Gumam Jack dalam hati mengingat kalau mobil ini baru sore ini dia beli karena mobilnya yang biasa dia bawa abis tabrakan dengan mobil Monica.
"Memangnya ada siapa di dalam Taxi itu nona!! kenapa kita harus mengejar nya?" Tanya Jack sambil terus berpegangan di pegangan di samping nya.
"Di dalam mobil itu ada Mai!! Saudari tiri ku!"Jawab Dyana sambil tetap fokus mengejar Taxi yang cukup jauh dari nya.
"Nona Dyana!! hati-hati!!" Seru Jack ketika Dyana memotong mobil truk di depannya. "ya Tuhan apakah kau ada memberi ku nyawa cadangan?" gumam Jack, memegangi dada nya.
"Kau tenang saja Jack. Aku ini pembalap bersertifikat..."Gurau Dyana, dan melihat Jack sambil tertawa.
"Kau jangan tertawa nona!!! coba kau lihat berapa kecepatan mu kini!!" tunjuk Jack pada speedometer yang ada di depan mereka.
"alah! itu masih normal Jack!" jawab Dyana santai ketika melihat jarum speedometer itu terus menukik ke arah kanan.
__ADS_1
"Habis sudah mobi baru ku!!" Jack kembali terpikirkan nasib mobil nya.
"Jack!! Coba kau lihat Taxi itu belok ke arah mana?Aku tidak dapat melihat nya dengan jelas dari sini." seru Dyana pada Jack sebab mobil nya terhalangi oleh tiga buah mobil dalam posisi acak di depannya.
"belok kanan nona!!" jawab Jack setelah bersusah payah melihat jauh ke depan untuk mencari tahu belokan mana yang di ambil oleh Taxi yang ditumpangi oleh Mai.
"Mau kemana kau Mai!!" gumam Dyana dalam hati. Dyana terus mengejar mobil Mai kearah yang Dyana tidak tahu kemana sebenarnya.
"Nona!! kenapa nona mengejar nona Mai? bukan kah bagus tadi tuan Kenzo memang berniat untuk menyuruh dia pulang." Jack benar-benar tidak paham mengapa Dyana tidak membiarkan saja Mai pergi.
"Aku tidak bisa Jack. Bagaimana pun dia itu saudari Ku. Kalau terjadi apa-apa pada nya di kota ini bagaimana? mana aku lagi orang terakhir yang bersama nya. Apa yang akan aku jelaskan pada Ayah dan ibu ku di Australia?" jelas Dyana.
"lalu,tadi aku sudah katakan pada Kenzo, kau aku sendiri yang akan langsung mengantarkan pulang ke Australia.. Aku harus bertanggung jawab dengan perkataan ku. Selain itu, aku harus memastikan dengan mata dan kepala ku sendiri dia pergi jauh dari sini agar tidak menggangu rumah tangga Kenzo dan Alesya!" Lanjut Dyana, dan terus mengejar mobil Taxi itu.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Dyana, sekarang Jack sudah paham duduk permasalahan nya. Dia pun kini ikut fokus melihat ke arah depan.
"Nona belok kiri!" ujar Jack ketika melihat Taxi itu kini memilih persimpangan di sebelah kiri.
Tapi karena Jack mengatakan nya terlalu mendadak, Dyana terpaksa melakukan satu belokan patah tanpa menyadari ada sebuah mobil dengan kelajuan yang cukup tinggi dari arah belakang mereka dan ...
"Duaaaar!!!!"Mobil baru Jack yang dibawa oleh Dyana terbalik karena mendapat hantaman dari samping ketika mereka berbelok. Mobil itu terpental cukup jauh dari posisi semula.
***bersambung...
otor!!!! kenapa diri mu tega sekali!!!!!
__ADS_1