Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 48# kabar Gembira#8


__ADS_3

**Setelah pembicaraan yang alot selama hampir dua jam...


"pegang perkataan mu Marcus!" Ujar Frans, menatap Marcus dengan tatapan dinginnya


"Aku tidak pernah melanggar perkataan ku sendiri Frans." jawab Marcus yakin dengan aura arogansi yang terpancar jelas dari laki-laki ini.


"heh, malah sebaliknya, aku ragu kau akan memegang kata-kata mu." sindir Marcus yang masih belum seratus persen mempercayai Frans.


Kenzo hanya melirik kedua laki-laki ini bergantian.


"Pantang bagi seorang Aksena, menjilati ludah nya sendiri." Sarkas Frans.


"Baik kalau memang seperti itu.."sahut Marcus.


"Untuk saat ini aku terpaksa percaya kata-kata mu. Tapi kalau sampai kau bermain kotor di belakang ku, maka akan ku pastikan kau akan membayar nya dengan sangat mahal Frans." kecam Marcus


"cih!! Kalau aku adalah pria licik seperti itu maka aku tidak akan duduk disini untuk mendengarkan mu dan keponakan mu itu." Frans melihat Kenzo dari ujung mata nya. Dia benar-benar telah masuk ke dalam perangkap Kenzo.


Andaikan Frans tidak dengan bodohnya menarik asumsi nya sendiri atas ucapan Kenzo yang di dengar nya tadi maka dia tidak perlu terjebak dalam perjanjian gila dengan Marcus.


"Frans...ingat. waktu mu hanya tiga hari. Jika tiga hari ini kau tidak mampu membuat bibi ku berpaling dari paman ku maka kau sendiri yang akan menjadi saksi nikah mereka." Kenzo mempertegas sekali lagi hasil kesepakatan mereka.


"Kau juga harus memperingati paman mu juga Kenz. Selama tiga hari ini dia harus menghilang dari hidup Dyana. Tidak ada oleh yang berbuat curang diantara kami." tekan Frans.


"Tentu saja. Jika itu berlaku untuk mu maka itu pun harus berlaku untuk paman ku. Kita akan buktikan bahwa cinta Dyana dan Marcus itu ada memang karena hati mereka saling terpaut, bukan karena mereka terbiasa bersama." Tegas Kenzo.


"Kita buktikan saja..."


#flash back on.


"Mau sampai kapan kau berdiri disitu Frans?" Ujar Kenzo pada Frans bermaksud mempersilahkan Frans untuk duduk.

__ADS_1


"Terima kasih." jawab Frans dan memilih sofa diantara Kenzo dan Marcus.


"cepat katakan apa maksud mu untuk memanggil ku kemari." Tanya Frans yang sadar kalau dia sudah masuk ke dalam jebakan Kenzo.


"Mengapa kau kelihatan begitu marah Frans!" Ujar Kenzo sambil menahan tawanya. Dia yakini ucapannya tadi pasti juga telah disalah artikan oleh Frans seperti hal nya Marcus tadi.


"Kau jangan mengejek ku Kenzo Dayson. Kau pasti sudah tahu mengapa aku saat ini sangat kesal melihat wajah mu" Frans membuka kancing jasnya agar bisa menghirup banyak udara untuk bernafas. Frans yakin dia membutuhkan lebih banyak oksigen saat ini.


"Aku mendengar kalian." Seru Frans dan menatap Kenzo serta Marcus bergantian.


"Frans, apakah kau akan menyetujui pernikahan mu dan Dyana?" Kenzo mulai bertanya pada Frans.


"Apa aku ada alasan untuk menolak pernikahan itu?" jawab Frans dengan wajah cuek dan sudut bibirnya yang sedikit tertarik yang semakin membuat Marcus ingin menghajar wajah sombong Frans itu.


Kenzo melihat pamannya dan memberikan pada Marcus untuk menahan emosinya.


Marcus menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan. Untuk mencapai kesepakatan dengan Frans, maka kesabaran saat ini sangatlah dibutuhkan. Sebab Frans sudah mengantongi restu dari ibu Dyana. Hanya Frans lah yang dapat membatalkan pernikahan ini.


"Apakah jika aku menjawab iya, kau akan menceraikan Alesya dan membiarkan dia menikah dengan ku?" Tukas Frans masih dengan wajah yang sama menyebalkan seperti tadi. Bukannya menjawab pertanyaan Kenzo dengan sebuah jawaban, Frans malah menjawab pertanyaan Kenzo dengan pertanyaan juga. Dan lebih amazing pertanyaan itu mampu menyulut api yang membakar seluruh kesabaran Kenzo dalam sekejap.


Frans sengaja berbuat seperti itu karena rasa kesal yang masih kental terasa di diri Frans.


"Irfrans Aksena jaga lidah mu!!" bentak Kenzo yang lepas kontrol. Kalau tadi dia dapat menyuruh Marcus untuk tenang. Tapi ketika lidah tajam Frans mengenainya, esmosi nya langsung up ke langit ke tujuh.


"Hahaha...Kau sangat marah ketika wanita mu diambil oleh orang lain tuan Dayson! Tapi di sisi lain kau malah sedang berusaha membujuk ku untuk menyerahkan wanita ku pada pria lain.," Sebut Frans memandang tajam pada Kenzo.


"Jangan kira aku bodoh dengan tidak menyadari maksud mu Kenzo Dayson!" tekan Frans.


",ck..baguslah kalau kau tahu maksud ku. Tapi aku pertegas pada mu Frans, dalam kasus ini kau lah yang mencoba merebut Dyana dari Marcus. Hubungan mereka sudah ada bahkan jauh sebelum kau mengenal Dyana. Sekarang coba pikir, siapa yang merebut siapa dalam cinta segitiga kalian." Kali ini Kenzo yang menyunggingkan senyuman menyebalkan pada Frans.


"Hubungan mereka tidak lebih dari hubungan yang ada karena sebuah kebiasaan. Dyana kadung terbiasa dengan keberadaan Marcus, dan itu bukanlah cinta." Tegas Frans.

__ADS_1


"Frans . Entah apa yang ada dalam pikiran mu saat ini. Tapi yang pasti apa yang kau pikirkan itu salah..Aku mencintai Dyana dan Dyana juga mencintai diri ku. Dan itu semua bukan karena kami terbiasa bersama. Aku bahkan sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan menghubungi nya." jelas Marcus.


"Itukan Menurut mu Marcus, tapi menurut ku tidak begitu. Andaikan aku juga punya waktu untuk bersama dengan Dyana maka aku yakin dia pun akan jatuh cinta pada ku." ujar Frans penuh keyakinan.


"cih . kau saja sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan Alesya dulu, tapi buktinya dia tetap saja jatuh cinta pada ku." Sela Kenzo yang masih merasa kesal pada Frans. "Dan aku hanya butuh waktu tiga hari untuk membuat hatinya berlabuh di dermaga cinta ku." ucap Kenzo bohong. Dia sengaja memanas-manasi Frans


"Kalau begitu berikan juga aku waktu tiga hari. Aku akan membuat Dyana berpaling dari mu dan jatuh cinta pada ku." Ujar Frans yang terpancing emosinya oleh Kenzo.


"Tidak aku tidak suka cara itu! Aku tidak akan membiarkan Dyana satu hari pun bersama dengan mu!" Tolak Marcus. Ide Frans benar-benar tidak masuk dalam pikiran Marcus.


"Paman tenanglah dulu." ujar Kenzo.


"Kalau memberikan mu waktu tiga hari untuk mendekati bibi ku lalu apa yang akan kami dapatkan jika kau ternyata gagal setelah tiga hari itu." Kini Kenzo menatap Frans dengan wajah serius.


"Kalau aku gagal membuat Dyana berpaling dari Marcus setelah tiga hari maka aku akan mengakui cinta mereka." jawab Frans dengan enteng.


"Bullsh**t.." seru Kenzo. Itu sama sekali tidak mengurangi keuntungan mu. Karena dengan begitu kau tetap bisa menikah dengan Dyana Kau hanya tinggal tutup mata atas cinta paman dan bibi ku, lalu masalah selesai." Tukas Kenzo yang tidak akan tertipu dengan kelicikan Frans.


"Sial..dia mengetahui jalan pikiran ku " seru Frans dalam hati.


"Biar ini adil, bagaimana kalau kau sendiri yang menjadi saksi nikah Dyana dan Marcus jika dalam tiga hari ini kau gagal meraih cinta Dyana?" ujar Kenzo plus dengan raut wajah liciknya.


Frans menarik nafas dalam. Tidak salah Kenzo selama ini menjadi lawan yang sulit untuk dia kalahkan. Rivalnya itu memang ahli dalam mengatur strategi. Seperti saat ini, apapun keputusan yang diberikan oleh Frans, Frans sudah kalah.


Jika Frans menjawab tidak maka dia akan dianggap pengecut oleh Kenzo. Harga dirinya akan hancur. Tapi jika Frans menjawab Iya maka detik itu pula dia sudah menyerahkan Dyana pada Marcus. Tidak mungkin menggapai hati Dyana setelah Frans tahu dimana hati itu mengarah.


"Dyana.. Dyana..aku kira kamu akhir, ternyata kamu hanya bab selanjutnya dari buku ku yang berjudul "ikhlaskan" Gumam Frans dalam hati.


***bersambung..


😎😎😎

__ADS_1


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2