Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#26


__ADS_3

“Sekarang jelas kan semua ini pada ku nona Stephanie?” Ucap Frans dengan tatapan tajamnya.


“Ehmm... bagaimana kalau kita mulai dengan saling berkenalan dulu tuan Ifrans Aksena?” Sebut Stepanie sambil merubah posisinya dari berbaring ke posisi duduk bersandar sebisanya di tempat tidur itu. Walaupun itu terasa sakit di perutnya bekas tikaman James tadi tapi ditahannya.


“Perkenalkan nama ku Stephanie.” Ucap Stephanie sambil mengulurkan tangannya.


Frans melihat lalu melihat ke arah tangan Stephanie kemudian kembali melihat ke arah wajah Stephani tapi sama sekali tidak terlihat akan menyambut uluran tangan Stephani ataupun itikad untuk berkenalan dengan Stephanie.


“Well, seperti nya aku sudah membuat mu begitu marah tuan Aksena. Aku mohon maafkan aku.” Ujar Stephani menatap Frans dengan puppy eyes nya.


“Bagaimana pun cara nya aku harus bisa membuatnya mengakui dia adalah calon suami ku di depan Stephan. Aku tidak ingin Stephan mencarikan calon suami yang lain!.” Gumam Stephanie dalam hati.


“Sebelumnya aku mohon maaf. Untuk banyak hal yang terjadi diantara kita hari ini.” Lanjut Stephani yang mencoba untuk sesantai mungkin berbicara dengan Frans yang jelas-jelas menatapnya tajam.

__ADS_1


“Aku juga mohon maaf sudah melibatkan mu sejauh ini. Sungguh Frans...-“


“Panggil aku tuan Aksena! Aku rasa kita tidak sedekat itu hingga kau bisa memanggil nama kecil ku.” Potong Frans, membuat Stephanie tersenyum kaku dan menelan salivanya.


“Dasar!! Kalau bukan karena aku membutuhkan bantuannya! Akan ku beri dia pelajaran!” Seru Stephanie dalam hati lalu menghirup udara sebanyak yang dia bisa untuk membersihkan rasa kesal di hati nya.


“Ehem... baiklah eee tuan Aksena, aku Stephanie meminta maaf pada mu atas semua hal yang telah kau alami hari ini.” Sebut Stephanie yang langsung mendapatkan tatapan mata yang lebih tajam dari sebelumnya dari Frans.


“Kau!!” Frans menyentil kening Stephanie yang seenaknya saja membawa-bawa nama tuhan dan takdir dalam hal ini. Tidak mungkin tuhan akan begitu kejam pada dirinya dengan mempertemukannya denagn gadis gila seperti Stephanie.


“Auuwww!!!” Pekik Stephanie sambil mengusap-usap kening nya.


“hei! Kenapa kau menyentil kening ku!!” Segah Stephanie tidak terima dengan perlakuan Frans barusan.

__ADS_1


“Itu karena kau berani bawa-bawa takdir tuhan dalam hal ini.”Jelas Frans sambil tersenyum sinis.


“Hei!! Tuan Aksena yang mulia, kalau bukan takdir yang sudah di atur oleh tuhan, lantas kau mau menyebutkannya dengan apa? TAKDIR CINTA?” ucap Stephanie asal. Dia pun sebenarnya enggan berurusan dengan Frans, tapi Stephanie tidak punya kenalan pria lain yang dapat dimanfaatkannya. Lagi pula Frans sudah mencuri ciuman pertama dan kedua.. anggap saja ini sebagai harga yang harus Frans bayar karena lancang mencuri first kiss nya Stephanie.


“Kau!!” Frans sudah akan menyentil kening Stephanie sekali lagi, untung gadis itu kali ini dengan sigap menutup keningnya dengan tangan.


“Aku sudah tidak ingin ada urusan apapun lagi dengan mu nona Stephanie jadi tolong biarkan aku pergi dan jangan membuat saudara mu yang sama gilanya dengan diri mu itu menjadi lebih salah paham dengan ku. Dari tadi dia selalu menyebut ku calon suami mu!” Ujar Frans penuh penekanan.


Stephanie melihat Frans dengan mata nya yang berbinar indah lalu berkata,”kau memang calon suami ku.” Seulas senyum dua jari ala model-model aneka yes tahun sembilan puluhan dulu kini tengah menghiasi wajah Stephanie seakan tidak peduli dengan urat-urat wajah Frans yang menegang karena menahan marah.


“STE-PHA-NIE!!!!!!” Geram Frans hati sambil mengulum sebuah senyum di wajahnya. “Sepertinya kau sengaja mencari gara-gara dengan ku!” Seru Frans sambil menatap wajah Stephanie dengan jengkel.


**bersambung..

__ADS_1


__ADS_2