Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#32


__ADS_3

“Aku sama sekali tidak keberatan kalian duduk berdekatan bahkan kalau kau ingin memangku Alesya, aku pun tidak keberatan sama sekali Kenzo. Tapi please, can we back to our topic? (tapi bisa kah kita kembali ke topik kita tadi?)” tanya Marcus yang hanya bisa menatap Kenzo dan Alesya yang ternyata tidak mendengarkannya sama sekali malah asik saling dorong-dorongan. Alesya mendorong Kenzo, dan Kenzo kembali menempel ke Alesya.


“Aku harap, ini tidak berlanjut sampai tengah malam.” Seru Marcus, pasrah.


Marcus terus menatap Kenzo dan Alesya yang seakan-akan lupa dengan keberadaannya disana.


“Heem..!!” Marcus pun terpaksa berdehem keras untuk menarik perhatian Kenzo dan Alesya.


Kenzo dan Aleysa auto berhenti dari tingkah absurb mereka.


Alesya dan Kenzo saling berpandangan. Bagaimana mereka bisa lupa kalau mereka duduk di sini dengan tujuan membicarakan pernikahan Marcus dan Dyana.


“Heem.. baiklah paman, tanpa harus mendengarkan keseluruhan cerita Alesya, aku rasa aku dapat menyimpulkan bahwa Frans sudah menarik diri dari perjodohannya dan bibi. Itu artinya saat ini tidak ada penghalang bagi mu dan bibi menikah kan?” tanya Kenzo di ujung pembicaraannya.


“Kens apa kau melupakan sesuatu?” Wajah Marcus seakan-akan mengisyaratkan ada hal penting yang terlupakan oleh Kenzo.


Kening Kenzo berkerut sambil menilik ke dalam mata Marcus.

__ADS_1


“Nenek..” Seru nya pelan dan diikuti oleh anggukan pelan dari Marcus.


“Nenek? Maksud mu nenek Mary? Ibu nya bibi Dyana? Memangnya kenapa dengan nenek Kenzo?” Tanya Alesya yang duduk di samping Kenzo.


“Nenek tidak akan menyetujui pernikahan ini Alesya?” Jelas Kenzo pada istrinya.


“Tapi mengapa?” Tanya Alesya lagi yang tidak paham duduk masalahnya.


“Karena dia mengira aku lah yang menyebabkan orang tua Kenzo meninggal. Kau tahu kan Alesya, kalau Dyana itu adalah adik mendiang dari ibu Kenzo? Itu lah sebabnya dia membenci ku.” Marcus menambahkan penjelasan Kenzo.


“Kalau begitu, bukankah ini seharusnya tidak jadi masalah lagi bukan ? Kau tinggal menjelaskan semuanya pada nenek dan semua nya masalahnya akan selesai.” Alesya mengira masalah nya hanya sebatas itu.


“masalah pertama? Maksud mu? Memangnya ada masalah berikutnya?” Alesya semakin tidak paham dengan polemik cinta Marcus dan Dyana ini.


“Kenzo benar! Itu baru masalah yang pertama. Masalah kedua adalah, status ku yang hanya lah anak angkat keluarga Dayson, membuat ku tidak pantas menjadi suami bagi Dyana di mata bibi Mary. Karena alasan ini lah mengapa dari dulu bibi Mary sibuk mencarikan calon suami untuk Dyana..” Jelas Marcus lebih rinci.


“bibi Mary tidak ingin anak nya menikah dengan pria yang tidak jelas asal usulnya seperti ku.” Tambah Marcus dengan wajah sedih.

__ADS_1


“What?!! Apakah kau serius paman kalau nenek Mary yang kelihatannya sangat baik dan lembut memiliki pemikiran kolot seperti itu?” Tukas Alesya yang sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


“Aku serius Alesya! Kau bisa tanyakan langsung hal ini pada Kenzo. Sedari dulu bibi Mary memang tidak pernah menyukai ku. Dan setelah orang tua Kenzo meninggal, dia semakin menyudutkan ku.” Ujar Marcus.


“Paman benar sayang! Masalah terbesarnya kini telah muncul ke permukaan. Restu dari nenek akan sangat sulit untuk kita dapatkan.” Timpal Kenzo.


Kenzo turut sedih atas nasib yang menimpa pamannya dan bibi nya ini, kisah cinta mereka masih saja tidak dapat menemukan dermaga untuk berlabuh.


Kenzo dan Marcus sama-sama mengurut kepala mereka. Kalau sudah berurusan dengan neneknya Kenzo dari pihak ibu ini membuat pikiran kedua pria ini seakan buntu.


“Heemm.. mengapa kita tidak meminta bantuan kakek Albert?” Cetus Alesya yang bagaikan cahaya di tengah kegelapan ini.


“Kau benar Alesya!” Seru Kenzo sambil mengecup pucuk kepala istrinya itu.


“Bagaimana kita bisa melupakan pria tua yang arogan itu!” Seru Kenzo, yang tidak menyadari kalau dirinya sama arogannya dengan sang kakek.


“Aku tidak begitu yakin ayah bisa meyakinkan bibi Mary. Bukan kah semenjak ayah mempertahankan aku di rumah utama selepas pemakaman ayah dan ibu mu Kenzo, hubungan ayah dan bibi Mary menjadi renggang.” Ujar Marcus mematahkan semangat yang sempat muncul sesaat tadi.

__ADS_1


Kini ketiga orang itu terlihat kembali menekuk kan wajahnya, berpikir keras mencari solusi dari permasalahan ini.


**bersambung


__ADS_2