Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 45#kejutan #3


__ADS_3

"Dasar anak nakal! cepat katakan solusi yang kau miliki itu!" Seru Dyana yang sudah tidak sabar mendengar solusi dari Skala walaupun dia sebenarnya tidak terlalu yakin.


"Supaya adil, bagaimana kalau kakek Marcus dan paman Frans bergantian menjaga mu. hari ini Kakek Marcus dan besok paman Frans, bagaimana?" Tanya Skala.


"Tidak!!! jawab Dyana, Marcus dan Frans serentak.


Dyana tidak setuju karena dia memang tidak ingin satu pun dari kedua pria itu ada di dekatnya. Tidak seorang pun. Sedangkan Marcus dan Frans tidak setuju karena mereka tidak ingin berada jauh dari Dyana, bahkan untuk satu hari pun.


Kali ini Skala benar-benar menepuk jidat nya. Dia sudah tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan dalam kasus grandma nya kali ini.


"kalau kalian bersikeras dengan mau nya kalian masing-masing maka aku hanya bisa mengatakan selamat menikmati perdebatan yang tidak berujung ini." Skala langsung mencium pipi Dyana dan berbisi, " aku akan datang lagi kesini bersama daddy ku!! hanya daddy yang dapat menangani hal ini." Skala pun turun dari tempat tidur Dyana.


"Grandma berusaha untuk tetap waras menjelang aku kembali." Seru Skala lalu meninggalkan kamar Dyana. Kini Skala menuju kamar daddy dan mommy nya. Dia ingin memberikan kejutan pada orang tua nya tentang kedatangannya yang mendadak ini.


"Skala??" Panggil Monica yang melihat Skala sedang menaiki tangga menuju lantai atas.


"Bibi Monica?"Panggil Skala tidak percaya dia akan bertemu bibi Monica nya disini. "Apa yang kau lakukan disini bi?" Tanya Skala heran, mengapa bibinya pun ada di rumah ini.


"Ini semua karena ulah mommy mu yang meminta ku untuk menjaga laki-laki di kamar itu." Tunjuk Monicapada kamarnya Jack, kamar tempat biasanya Jack tidur kalau Jack sedang menginap di rumah Kenzo.


"Uncle Jack maksud mu?" Tanya Skala, dengan wajah yang terlihat heran.


"memangnya ada penghuni lain di kamar itu selain dirinya?" tanya Monica, jengah.


"Tentu saja tidak! kamar itu memang adalah kamarnya uncle Jack."jawab Skala.


"Memangnya uncle Jack kenapa?" Skala memang belum tahu keseluruhan cerita kecelakaan yang dialami oleh Dyana dan Jack.

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu SKa, kalau yang mengalami kecelakaan itu tidak hanya grandma mu saja, tapi juga paman Jack mu itu sebab mereka sedang mengendari mobil bersama saat itu." jelas Monica.


"Tidak, tidak ada yang memberitahuku mengenai hal ini." Skala pun berjalan ke arah kamar Jack."lalu bagaimana keadaan uncle Jack saat ini." tanya Skala pada Monica.


"Heem.. selain kaki dan tangannya yang patah, aku rasa semua nya masih baik-baik saja."Jelas Monica.


"Kleek.." Skala pun membuka pintu kamar Jack.


Jack yang mendengar pintu kamar itu terbuka langsung mengira kalau itu adalah Monica, hampir saja Jack memulai omelannya, sebab sudah hampir sejam Monica pergi ke dapur hanya untuk mengambilkan Jack secangkir teh hangat.


"kenapa kau pergi lama sekali Moni-ca?" Ujar Jack, yang tidak jadi meneruskan perkataannya sebab melihat ternyata yang membuka pintu itu bukanlah Monica melainkan tuan mudanya.


"Tuan muda Skala?" Seru Jack yang senang melihat Skala kembali ke rumah itu. "Benarkah itu kau tuan muda?" tanya Jack sekali lagi sambil terus terusan bergerak membuat tempat tidur itu pun ikut bergerak.


"apa kau tidak bisa tenang Jack!" Seru Monica yang khawatir Jack akan terjatuh.


"Dengan siapa tuan muda ke kota A?" tanya Jack, tidak melihat ada orang lain disana kecuali Monica dan tuan mudannya.


"aku kesini dengan paman Steve. Tapi paman Steve tidak bisa singgah. Dia hanya mengantar ku saja dan buru-buru pulang ke kota J." jelas Skala pada Jack, mengapa ia hanya terlihat sendirian.


"apa tuan dan nyonya tahu tuan muda sudah kembali? Sebab aku tidak ada mendengar baik tuan Kenzo ataupun nyonya Alesya mengatakan kalau tuan muda akan datang." tanya Jack yang tahu persis andaikan tuan dan nyonya nya tahu putra yang sangat mereka rindu kan akan pulang, pasti mereka sendiri yang akan menjemput Skala ke kota J.


"Tidak! aku sengaja tidak memberitahu mereka. Aku ingin memberikan kejutan pada daddy dan mommy dengan  kedatangan ku yang tiba-tiba ini." jawab Skala.


"Ngomong-ngomong bagaimana kabar mu uncle Jack?" Skala berjalan melihat tangan dan kaki Jack yang diperban itu.


"Tidak ada masalah serius tuan muda. Hanya patah biasa saja." jawab Jack.

__ADS_1


"benarkah?" Skala yang melihat kaki dan tangan Jack yang terbungkus perban itu, teringat kalau grandma nya juga mengalami hal serupa bahkan lebih parah, mata Grandma juga cedera.


"aku bedoa agar uncle Jack dan grandma Dyana segera sembuh dari semua ini." ujar Skala, sambil memegang kaki Jack yang terbungkus perban itu.


"terima kasih tuan muda. Aku sangat senang kau berdoa untuk kesembuhan ku." jawab Jack.


"maafkan aku Jack. Aku tidak tahu kalau kau juga mengalami hal yang serupa dengan grandma ku, sehingga aku tidak membawakan mu bunga." ujar Skala, dengan wajah polos anak kecilnya.


"Tidak masalah tuan muda. Kau datang ke kamar ku untuk menjenguk ku saja, itu sudah lebih dari cukup untuk ku." tegas Jack yang memang sudah sangat bersyukur tuan muda nya ini mau menjenguknya di kamar, apalah diri seorang Jack.. dia tidak lebih dari seorang pelayan pada dasarnya, begitu yang Jack pikirkan.


"Sana!! segera temui daddy dan mommy mu! Mereka pasti akan terlonjak senang melihat kau ada di rumah ini!" Ujar Jack, menyuruh Skala untuk segera mencari daddy dan mommynya. Jack sangat tahu kalau tuan dan nyonya nya itu sangat merindukankan tuan muda Skala.


"Baiklah, aku akan ke kamar daddy dan mommy. Aku sudah berkeliling mencari mereka di sekitaran ruangan ini, tapi tidak ada. Mungkin daddy dan mommy sedang berada di kamar." tebak Skala.


"DI kamar?" Ujar Jack dan Monica berbarengan.  Jack dan Monica pun saling lihat, sepertinya mereka punya pemikiran yang sama.


"Heem.. Monica mengapa kau tidak membawa tuan muda untuk makan dulu. Jam makan siang sepertinya sudah akan berakhir." Ujar Jack penuh penekanan dan menatap Monica sambil memberikan kode-kode Morse agar Monica tidak membiarkan Skala untuk datang ke kamar tuan dan nyonya nya sekarang.


"Haaaah! Kau benar Jack!! Skala kan baru saja tiba, dia pasti belum makan apapun! Bagaimana Ska? sebaiknya kita makan dulu sebelum kau mencari orang tua mu! kebetulan aku juga belum makan siang. Jadi kita bisa makan siang bersama." Ujar Monica, berusaha sebisanya untuk menahan Skala hingga Kenzo dan Alesyaa keluar kamar.


"Aku sudah makan siang di pesawat tadi bibi Monica, maaf aku tidak bisa menemani mu makan siang. Aku sangat ingin bertemu dengan daddy dan mommy." jawab Skala lalu langsung keluar dari kamar Jack begitu saja.


Monica dan Jack hanya bisa saling pandang. Dalam hati mereka semoga Kenzo dan Alesya tidak dalam ritual rutin mereka di kamar saat ini.


**Bersambung


*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2