
#Flash back on
“Aldion, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.” Suara Ameera terdengar sendu. Akhir-akhir ini Aldion memang sangat jarang mendengar suara ceria dari tunangannya ini. Aldion bahkan berpikir mungkin saja itu semua karena Ameera sudah tidak lagi mencintai nya. Kedekatan Ameera dan Ronald yang dilihat sendiri oleh Aldion serta ditambah bumbu-bumbu spesial dari Jenny membuat Aldion meragukan cinta Ameera pada nya.
“Kemarilah. Dan duduk lah di samping ku.” Jawab Aldion dengan wajah datarnya.
Ameera yang melihat wajah Aldion yang tanpa ekspresi semakin yakin untuk menyampaikan niat hatinya untuk memutuskan pertunangan ini. Dalam hati Ameera sungguh tidak ingin menjadi penghalang kebahagian antara Jenny dan Aldion. Kedua orang ini adalah orang yang sangat Ameera sayangi. Jenny adalah sepupu sekaligus sahabatnya dan Aldion adalah pria yang sangat ia cintai. Ameera lebih memilih untuk menjadi pihak yang mengalah dan menonton kebahagian mereka dari jauh saja.
“Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Ameera?”Aldion akhirnya memutuskan untuk bertanya sebab Ameera sedari tadi terlihat bingung untuk mengungkapkan apa yang ingin ia bicarakan pada Aldion.
Ameera melihat Aldion untuk sesaat. Dia memandang wajah tampan itu lama. Mungkin ini adalah kesempatan terakhir bagi Ameera untuk dapat memandang wajah ini. Wajah pria yang sangat ia cintai. Begitu pertunangan ini berakhir maka Ameera harus bisa menjaga matanya agar tidak memandang wajah pria milik wanita lain. Paling tidak itu lah yang dipikirkan oleh Ameera saat ini.
“Ameer?” panggil Aldion sekali lagi. Gadis itu benar-benar terlihat termenung menatap ke arahnya. Entah apa yang ada di dalam pikiran gadis yang ada dihadapannya itu.
“Ya! Oo... maafkan aku Aldion.” Hanya itu yang dapat Ameera katakan. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa izinkan diri nya untuk menatap Aldion lebih lama untuk terakhir kali nya. Aldion pasti akan berpikir kalau Ameera adalah gadis yang tidak sopan yang begitu berani menatap wajah kekasih sahabatnya begitu lama.
“ada apa sebenarnya Ameera?”Tanya Aldion sekali lagi.
“Aldion.” Ucap Ameera pelan dengan suara indahnya. “Aku rasa aku tidak dapat meneruskan pertunangan ku dan diri mu.” Ameera pun langsung menunduk setelah mengatakan semua itu.
Aldion yang sebenarnya sudah menebak hal ini yang akan disampaikan oleh Ameera tetap saja dibuat terkejut setelah mendengar hal ini langsung dari mulut Ameera. Dia tidak percaya kalau Ameera benar-benar akan mencampakkannya demi Ronald. Hati Aldion merasa sedih. Tapi dia tidak ingin memperlihatkan itu pada Ameera. Harga dirinya terlalu tinggi untuk terlihat cengeng di depan seorang wanita.
__ADS_1
“Apa yang kau katakan Ameera. Pernikahan kita tinggal menghitung hari dan sekarang tiba-tiba kau ingin memutuskan pernikahan ini? Tidakkah kau tahu kalau semua undangan sudah tersebar dan semua orang sudah tahu kalau kita akan menikah? Bahkan semua sudah dipersiapkan Ameera.” Ujar Aldion dengan nada yang masih terdengar datar. Tidak ada ekspresi sama sekali.
Air mata Ameera jatuh ke dalam.” Benar kata Jenny, kalau Aldion tidak ingin pernikahan ini batal karena pernikahan ini sudah diumumkan ke semua orang. Aldion pasti tidak ingin mencoreng nama baik keluarga nya.” Bisik hati kecil Ameera.
Walaupun merasa sedih tapi Ameera masih dapat mengontrol emosinya.
“Semua itu dapat disampaikan secara baik-baik Aldion. Mereka semua pasti mengerti. Sebab tidak baik untuk memaksakan dua hati untuk bersatu jika salah salah satunya sudah tidak lagi ingin-“ Ucapan Ameera terhenti. Hatinya terasa teriris mengingat Aldion yang sudah tidak mencintainya.
Tapi dengan cepat Aldion malah menyambung perkataan Ameera. “Walaupun hati itu sudah tidak ingin saling memiliki pernikahan ini tidak boleh batal dan tetap harus dilaksanakan!!!” Aldion pun pergi meninggalkan Ameera. Dia tidak dapat bertahan lebih lama disana. Hati nya akan lebih terasa sakit jika Ameera terus-terusan merongrongnya untuk memutuskan pertunangan ini. Apalagi jika ia sampai mendengar Ameera mengatakan kalau Ameera sudah tidak mencintai dirinya dan lebih memilih Ronald. Bagi Aldion biarlah hatinya tetap terluka asalkan ia bisa terus bersama Ameer. Itulah sebab nya ia tidak ingin pernikahan ini gagal.
Ameera yang masih duduk terdiam di kursi itu hanya bisa terisak sambil melihat punggung Aldion yang semakin menjauh dan menjauh dari pandangannya.
Tapi mengapa Aldion begitu egois. Hanya untuk menjaga nama baik keluarga nya ia sanggup melukai banyak hati disini. Hati Ameera dan hati Jenny. Apa yang akan Aldion dapatkan dari semua ini. Itulah yang dipikirkan oleh Ameera.
Ameera terlalu polos hingga termakan dengan semua perkataan bohong Jenny tentang hubungannya dengan Aldion. Yang fakta nya itu hanyalah kebohongan besar.
Jenny dan Ronald benar-benar sudah menyetting ini semua sedemikian rupa. Menanamkan kesalahpahaman pada Aldion dan Ameera. Hingga kedua nya merasa sudah kehilangan cinta dari pasangannya.
Sejak hari itu Ameera tidak pernah lagi bertemu dengan Aldion. Laki-laki itu sepertinya memang sengaja menjauhi Ameera. Hingga hari pernikahan yang telah ditunggu-tunggu banyak orang tiba...
Hari itu Aldion terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam yang Ameera pilihkan sewaktu mereka sedang semangat-semangatnya untuk menikah, ketika racun -racun ular kobra belum dilancarkan oleh Jenny dan Ronald pastinya.
__ADS_1
Tak kalah menawannya dengan penampilan Aldion, Ameera pun tampil bak putri raja dari dunia dongeng. Kecantikannya hari itu bahkan menyihir semua mata yang melihatnya termasuk Aldion yang terpaku melihat wanita cantik itu yang berjalan ke arahnya yang di dampingi oleh sang calon ayah mertua.
Pesta pernikahan yang direncanakan akan berlangsung tiga hari tiga malam itu dimulai. Semua terlihat bahagia dihari itu. Semua tertawa. Semua bergembira. Bernyanyi dan menari bersama. Sayangnya kebahagian yang sama tidak dirasakan oleh Ameera dan Aldion. Ameera merasa sedih sebab pernikahannya ini pasti sudah menyakiti hati Jenny dan sudah pasti juga menyebabkan Aldion harus menekan perasaannya sebab menikahi wanita yang tidak dicintainya. Dilain pihak, wajah Aldion pun terlihat tidak begitu gembira sebab dalam pikirannya Ameera terpaksa menikah dengan nya semetara hati Ameera sudah menjadi milik laki-laki lain.
Aldion yang larut dalam kesedihannya akhirnya memutuskan untuk minum-minum bersama tamu undangan pria yang lainnya. Bahkan Ronald pun ikut bergabung bersamanya.
Aldion terus memperhatikan Ronald yang terus menatap Ameera dengan tatapan penuh cinta. Hal ini membuat hati Aldion semakin sakit membuatnya semakin banyak minum bahkan diluar batas toleransi minum yang ia miliki.
Hari semakin larut. Pesta untuk hari itu pun berakhir. Satu persatu tamu memutuskan untuk pulang sementara keluarga memang sudah diputuskan untuk mengingap di hotel tempat pesta diselenggarakan. Hal ini karena pesta pernikahan Ameera dan Aldion direncanakan akan dilaksanakan tiga hari tiga malam. Jadi sebaiknya semua anggota keluarga menginap disana agar tidak perlu bolak balik.
Aldion yang dalam keadaan mabuk langsung menuju kamar pengantinnya. Begitu ia membuka pintu ia melihat Ameera sudah tertidur pulas di atas tempat tidur. Hal ini membuat Aldion menjadi marah.
“Lihatlah dia sengaja untuk tidur duluan tanpa menyapa diri ku. Apa cintanya pada diri ku sudah benar-benar hilang?” Aldion mendekat dan duduk di sebelah tubuh Ameera yang terlihat seperti tertidur itu setelah ia mengunci pintu kamar mereka.
Aldion memang sedang mabuk tapi dia masih dapat melihat Ameera dengan sangat jelas.
“Aku sangat mencintai diri mu Ameera. Sangat!! Maafkan aku yang sudah menjadi sangat egois untuk tidak membiarkan mu hidup bersama dengan laki-laki yang kau cintai.” Aldion terus saja menggerutu tidak jelas.
“Aku tahu.. setelah aku melakukan ini pada mu kau pasti akan membenci ku. Tapi bagi ku lebih baik bagi ku untuk menerima semua kebencian mu pada ku dari pada aku harus hidup tanpa diri mu Ameera.” Aldion pun tanpa menunda lebih lama melaksanakan malam pengantinnya dengan Ameera. Dan setelah itu, Aldion pun tertidur pulas.
***bersambung
__ADS_1