
Frans memijat-mijat kepala nya sendiri. Umur nya terasa semakin pendek setiap hari nya jika harus berurusan dengan Stephanie.
“heei... kau kemana Frans? Kau tidak jadi beli seratus tank untuk ku??” Sorak Stephanie dari belakang Frans, sambil tertawa terkekeh-kekeh.
“Makanya jangan sok jadi orang!” Seru Stephanie pelan.
“Hei,..ada apa ini Frans?” Tanya Nania yang langsung menghampiri Frans ketika Frans melewati tadi.
“Ibu... apa ibu yakin dia putri ibu yang sudah lama terpisah dari ibu? Aku rasa ibu seharusnya melakukan cek DNA terlebih dahulu sebelum sembarangan mengakui seseorang oh bukan dua orang sebagai anak – anak ibu!” Gerutu Frans, lalu langsung pergi ke ruang kerja nya. Jika ia tetap di sana kalau tidak terkena serangan jantung maka dia akan menjadi gila. Sungguh pilihan yang tidak mengenakan.
“Stephanie.. tunggu dulu! Katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa wajah Frans bisa sefrustasi itu?” Tanya Nania.
“Ibu tenang saja. Tidak ada masalah apapun! Frans hanya sedikit shock saja sebab bumper mobil nya berpindah tempat karena kesalahan ku! Aku akan minta orang kepercayaan kakak untuk segera memperbaiki. Jadi kesimpulannya masalah sudah teratasi dan ibu tidak perlu panik lagi.” Terang Stephani yang sangat menjaga kesehatan ibu nya beberapa hari ini.
“Huft! Di depan ibu mulut nya sangat manis! Yang dikatakannya pun tidak sama seperti yang dia katakan pada ku tadi!” Frans melihat Stephani sambil menyipitkan matanya.
“Aku akan membalas mu nanti Stephanie Volkova! Tunggu saja tanggal mainnya.” Frans pun menutup pintu ruang kerja nya rapat.
__ADS_1
Disaat rumah Frans penuh dengan segala keributan akibat ulah TOM and Jer yang selalu bertengkar, rumah Kenzo Dayson malah sedang tegang setelah semua orang diminta berkumpul oleh Kenzo terkait dengan pesan yang Alesya temukan di dalam ponsel mendiang Agnes.
“Ini sangat berbahaya Kenz!” Ujar Marcus yang duduk bersama Arya. “Kita harus bisa mengetahui bagaimana rupa Jenny saat ini baru kita bisa menangkapnya. Pantas saja polisi tidak bisa menemukan jejak nya sampai sekarang.” Sambung Marcus.
“Marcus, apa jangan-jangan wanita yang keluar dari ruangan Agnes waktu itu... yang tertangkap camera CCTV adalah Jenny? Ibu nya Agnes?” ujar Arya, meskipun masih sedikit Ragu.
“Apa kau punya CCTV nya Arya?” Tanya Kenzo, cepat.
“Tunggu sebentar!” Arya pun mengeluarkan ponselnya. Arya yang memang menyelidiki penyebab kematian Agnes sejak beberapa saat setelah Agnes meninggal memang memiliki video CCTV rumah sakit yang berisi rekaman di sekitar lorong kamar Agnes.
“Nah itu dia.” Arya pun memutar rekaman CCTV itu agar semua orang bisa melihat nya.
“Mungkin sebaiknya kau share saja pada kami rekaman CCTV itu, jadi kami bisa melihatnya di ponsel kami masing-masing.” Pinta Kenzo.
“Baiklah. Akan aku kirim ke Marcus, biar Marcus yang meneruskannya pada kalian semua.”
Arya pun mengirimkan video itu ke Marcus yang akhirnya diteruskan oleh Marcus ke Kenzo, Alesya, Dyana, Jack, Monica dan Jody.
__ADS_1
Hampir semua ponsel disana terdengar notif pesan masuk.
“Oke.. mari kita bersama.” Ujar Kenzo yang mulai memperhatikan video yang dikirimkan oleh Marcus.
“Video ini tidak begitu jelas Kenz!” Ujar Alesya pada suaminya.
“Benar! Ini tidak jelas!” tambah Dyana.
“Heem.. Jody, tidak dapatkan kau berbuat sesuatu?” Tanya Monica pada Jody yang duduk tepat disebelahnya.
“Tunggu sebentar!” Jody membuka laptopnya dan mulai mengotak atik video rekaman CCTV itu.
“Heeem.. aku hanya bisa berbuat sampai di sini! Tapi ini masih belum terlalu spesifik juga gambar yang dapat kita lihat!” Ujar Jody kecewa sebab tidak bisa membantu lebih banyak dalam hal ini. Padahal Jody tahu semua orang berharap Jody dapat membuat video kabur ini untuk bisa menjadi lebih terang.
“Mari sini, coba ku lihat..” Ujar Kenzo, sambil meminta Jody untuk menyerahkan laptopnya pada Kenzo.
Jody melihat Alesya dan Monica bergantian. Meski pun Alesya dan Monica tidak pernah tahu apakah ada sesuatu yang bisa Kenzo lakukan untuk hal ini, tapi entah mengapa mereka berdua sama-sama mengangguk pada Jody.
__ADS_1
“Jody pun menyerahkan laptop nya pada Kenzo.