
"Hem.. Aku hanya bercanda." Ujarnya datar lalu pergi meninggalkan Alesya yang masih membatu di sana.
"Jantung ku!!Aku kenapa?"Ujar Kenzo memegang dadanya dan masuk ke kamar mandi.
Kenzo merendam seluruh tubuhnya. Hawa panas yang mengalir ketika dia berdekatan dengan Alesya tadi diharapkannya dapat hilang dengan sejuknya air di bathup itu.
" Kenapa dengan diri ku?Apa aku menyukainya?" Gumam Kenzo pelan.
"Tidak mungkin!! Kami baru bertemu.Bagaimana secepat itu aku bisa jatuh cinta padanya?" Kepala Kenzo mau pecah memikirkan alasan kenapa tubuh dan pikirannya selalu mendekat ketika berada di sekitar Alesya. Ini bagaikan ada sebuah magnet yang menariknya untuk selalu berdekatan dengan wanita itu, menyentuh nya dan... entah lah. Kenzo segera melenyapkan semua pikiran itu. Kenzo harus dapat mengontrol dirinya. Karena masih ada 364 hari lagi yang mesti dia lewati bersama Alesya. Dia tidak boleh gegabah.
###
"Bercanda?" Pikiran Alesya masih mencoba mencerna makna bercanda yang Kenzo barusan ucapkan.
"Dia bercanda dengan menyentuh kulit ku? membuat ku mendengar dengar jelas deru nafasnya? memeluk ku? Dia bercanda dengan cara seperti itu?"batin Alesya.
"Apa kau sengaja mengerjai ku Kenzo Dayson?" Alesya melirik kesal ke arah kamar mandi.
"Aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya mendapatkan candaan seperti tadi."
Alesya masuk ke ruang ganti dan memilih gaun yang akan ia pakai malam ini.
Tak jauh berbeda dengan para wanita di luar sana, Alesya pun kalau urusan penampilan akan menghabiskan waktu yang lama.
__ADS_1
Alesya yang tengah asik memilih gaun yang akan dipakainya tidak menyadari kalau Kenzo sudah berada di dalam ruangan itu.
"Astaga! Kapan kau masuk?" Tanya Alesya kaget.
Namun Kenzo tidak menjawab pertanyaan Alesya dan sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Alesya melirik Kenzo dari atas ke bawah. "Laki-laki ini, huft!" Pikir Alesya tak habis pikir.
"Apa kuping kemasukan air hingga tidak mendengar pertanyaan ku!" Sungut Alesya, pelan.
Kenzo langsung melihat Alesya. "Aku baru saja masuk." Ujar Kenzo.
"Heeem.. bisakah kau tolong pilihkan baju untuk ku? Pilihkan yang serasi dengan gaun mu." Perintah Kenzo.
"Kalau kau keberatan aku akan pilih sendiri."jawab Kenzo.
"Keringkan saja rambut mu. Akan ku pilihkan pakaian mu"
Alesya pun memilih satu stelan jas yang sepadan dengan gaunnya.
"Ini." Ujar Alesya meletakan pakaian Kenzo di sandaran kursi dan masuk ke kamar mandi sambil membawa gaun yang akan ia pakai.
Alesya tidak mungkin berganti pakaian di sana walaupun ia dan Kenzo sudah sah dimata hukum dan agama sebagai suami istri.
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa sesantai itu di depan ku?" Gumam Alesya dalam hati tidak habis pikir tentang Kenzo yang sedari kemarin dengan santainya keluar kamar mandi hanya dengan handuk yang dililitkan di pinggang.
Tak lama Alesya pun keluar dari kamar mandi.
Penampilan nya malam ini sungguh cantik. Gaun hitam dengan gradasi warna ungu membuat nya tampak elegan.
Sebenarnya gaun itu merupakan gaun dengan potongan sederhana namun anehnya gaun itu dapat mengeluarkan kesan mewah setelah dipakai oleh Alesya. Hal itu sungguh membuat setiap mata yang memandang nya akan takjub.
"Apa dia selalu secantik itu?" Batin Kenzo. Diam-diam memperhatikan wanita yang berjalan ke arah meja hias itu.
Sambil menunggu Alesya berdandan, Kenzo mengeluarkan ponselnya dan menelpon Asisten nya untuk datang menemani Skala makan malam di rumah. Dia tidak ingin anak nakal itu makan malam sendirian.
"Jack, datanglah kemari. Temani Skala makan malam. Aku dan Alesya akan makan malam di luar." Kenzo pun menutup panggilan itu.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Kenzo sambil menatap Alesya.
" Ya." Ujar Alesya sambil membetulkan jepitan mutiara di rambutnya.
"Aku akan ke kamar Skala sebentar. Kau langsung saja ke bawah Kenz." seru Alesya.
"Katakan pada Skala, Jack akan menemani nya makan malam." Sahut Kenzo.
"Hem." Jawab Alesya singkat dan pergi ke kamar Skala.
__ADS_1