Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 46#Syal permintaan maaf#3


__ADS_3

Meskipun Kenzo tidak menyukai Agnes sebab Agnes selalu membuat istrinya menderita bahkan terakhir kali Agnes terbukti telah berkomplot dengan Jenny untuk mencelakai Skala dan sungguh Kenzo masih belum bisa memaafkan Agnes terkait hal itu, tapi melihat Marcus yang meminta Kenzo untuk membawa Alesya ke dalam dengan deraian air mata di wajahnya membuat Kenzo tidak tega untuk menolaknya. Dalam hati, Kenzo mengatakan bahwa dia melakukan ini bukan demi Agnes tapi demi pamannya Marcus.


“Ada apa Kenz?” tanya Alesya yang sudah sangat penasaran mendengar isak tangis Marcus di dalam kamar itu. Tapi dia tetap bertahan di luar sebab suaminya memerintahkannya untuk tetap di luar.


Kenzo menarik nafas pelan dan menatap inten mata istrinya. “masuklah. Biar Skala bersama ku di luar.” Ujar Kenzo akhirnya.


Alesay memperhatikan dengan seksama ke dalam mata Kenzo. Apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh suaminya itu.


Alesya melepaskan genggaman nya pada Skala dan masuk ke dalam ruang perawatan itu sesuai dengan instruksi suaminya. Begitu ia masuk ke dalam terlihat di dalam ada Arya, dokter yang merawat mendiang Mai beberapa waktu lalu. Kemudian ada Marcus yang memunggungi nya.


“Masuklah Alesya..” Arya mempersilahkan Alesya untuk masuk lebih dalam.

__ADS_1


“Mendekatlah Alesya.” Kini terdengar suara Marcus yang meminta Alesya untuk berjalan semakin dekat dengannya.


Tinggal beberapa langkah lagi maka Alesya akan tepat berada di belakang Marcus. Tapi Alesya malah memilih untuk berhenti dan menarik nafasnya sangat dalam, kaki nya menolak untuk melangkah lebih dekat.


“Mendekatlah Alesya..” Pinta Marcus sekali lagi tapi Alesya masih tidak bergerak dari posisinya kini. Matanya hanya menatap lekat pada jenazah Agnes yang ada di atas tempat tidur itu tanpa bergeming. Entah apa yang ada di dalam pikiran Alesya saat ini.


“apa kau sangat membenci nya hingga di saat seperti ini kau masih enggan untuk memaafkannya Alesya.” Ujar Marcus yang terdengar parau.


“Dia.. selama hidupnya selalu memusuhi ku. Menjebak ku. Membuatku lari dari rumah. Dia, wanita yang kau tangisi itu, keluarganya telah menghancurkan hidup ku, hidup ibu ku, ayah ku dan keluarga ku yang lain. Bahkan terakhir kalinya dia juga berkomplot untuk membunuh putra ku, Skala. Membuat Skala harus mengalami masa-masa antara hidup dan mati. Aku tidak ingin melihatnya, meskipun dia sudah tidak bernafas lagi.” Ujar Alesya. Suaranya bahkan terdengar bergetar sebab menahan rasa marah yang teramat sangat pada Agnes.


Alesya menarik tangannya. Kebenciannya pada Agnes benar-benar sudah mengakar di dalam dirinya. Dia merasa dia tidak akan pernah mampu untuk memaafkan semua perbuatan Agnes sampai kapan pun.

__ADS_1


“kau tidak ada diposisi ku paman. Wanita ini dan keluarga sangat kejam. Karena dialah aku kehilangan kehormatan ku. Dan karena dia juga aku hampir saja sengsara menikah dengan seorang tua bangka.” Sebut Alesya berapi-api.


“Tapi bukan kah karena dia juga kau bertemu dengan Kenzo dan memiliki Skala? Mengapa kau tidak bisa melihat dirinya sebagai jembatan gantung yang tuhan berikan untuk mu sebagai cobaan bagi mu supaya kau bisa menemukan kebahagian mu yang sebenarnya Alesya?” Marcus terus memohon kepada Alesya agar dapat memaafkan semua kesalahan Agnes.


Alesya mengepal kedua tangannya. Semua penderitaan hidupnya selama ini, seakan-akan bermunculan di kepala nya membuatnya semakin sulit untuk memaafkan Agnez.


"Maaf paman.. aku sungguh tidak bisa." ucap Alesya dan ingin meningkatkan kamar itu .


"Alesya.. tunggu!" seru Arya sambil mengambil surat yang bertuliskan sister di sudut atas ya itu dari tangan Marcus.


**bersambung..

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2