Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#28


__ADS_3

“Kenzo dan Alesya ini kemana? Aku menelpon mereka dari tadi, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab telpon ku.” Omel Marcus sepanjang jalan masuk ke mansionnya Kenzo.


“Halloo kakek..” sapa Skala yang terlihat sangat gembira.


“Ska, daddy dan mommy mu ada dimana?” Tanya Marcus pada anak keponakannya itu.


“Mereka baru saja keluar.” Jawab Skala sambil tersenyum dan terus berjalan.


“Heei!! Hei!! Bocah kecil! Tidak sopan kau ada yang mengajak mu berbicara tapi kau terus berjalan seperti itu!” Gerutu Marcus yang sungguh seperti kakek-kakek.


“Baiklah! Apa ada yang bisa aku bantu kek?” Tanya Skala, kali ini dalam posisi berdiri tepat di depan Marcus.


“Aku tadi bertanya dimana kedua orang tua mu?” Ulang Marcus.


“Daddy dan mommy pergi keluar.” Jawab Skala.


“Nah apakah aku sudah boleh pergi?” tanya Skala yang masih dengan wajah tersenyum.


“ Hei!! Heei!! Tunggu dulu!!” Marcus kembali mencegat Skala.

__ADS_1


“Apa lagi sih kek!!” Skala pun mulai sebal karena sang kakek memperlambatnya untuk menikmati berbagai jajanan menggiurkan di taman belakang mansion itu.


“Bocah kecil, kenapa dari tadi kau selalu tersenyum?!” tanya Marcus, curiga.


“Apakah hari ini adalah hari di larang tersenyum?”Tanya Skala dengan senyum jahil di wajahnya.


“Kau,. Dasar bocah nakal!! Cepat katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi! Kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu kan?! Tidak mungkin kau senyam senyum sendiri tanpa ada alasan yang jelas.” Marcus mengangkat tinggi Skala.


“Kek!! Tolong turunkan aku! aku malu jika ada orang yang melihat ku di gendong seperti ini!! Nanti aku bisa jadi bahan ejeken adik ku jika dia sudah lahir!” Ujar Skala keceplosan. Keceplosan yang sangat komplit.


“Adik?? Apa kau tadi barusan menyebutkan ADIK? Apa kau akan memiliki ADIK Skala?” cecar Marcus tidak sabaran, dia bahkan sampai lupa kalau saat ini ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan Kenzo dan Alesya.


“Apa orang tua mu sedang pergi ke dokter?” Kapan? Dokter mana?” Berbagai pertanyaan tak henti-hentinya keluar dari mulut Marcus sambil menurunkan Skala.


“Apakah reaksi daddy juga seperti ini ketika mommy memberitahunya tentang kehadiran adik ku di perut mommy? Kalau iya, fix ini adalah expression genetika. Aku pun pasti akan melakukan hal yang sama ketika mengatahui istri ku hamil kelak.” Pikir Skala jauh ke kedepan.


“Ska!! Kenapa kau malah diam! Ayo kita susul daddy dan mommy mu.” Ajak Marcus penuh semangat.


“Susul kemana?” tanya Ska heran.

__ADS_1


“ya ke rumah sakit! Kemana lagi!!” Seru Marcus.


“Tapi untuk apa kita ke rumah sakit?” tanya Skala.


“Ya untuk menyusul daddy dan mommy mu!!” jawab Marcus.


Skala hanya geleng-geleng tanpa menjawab, lalu berlalu begitu saja dari Marcus.


“Heeeeei!! Kau mau kemana!” Cegat Marcus.


“aku mau ke taman belakang.” Ujar Ska.


“Ngapain? Sekarang ini bukan saat nya untuk menikmati indah nya pemandangan di taman belakang Ska. Kita harus segera menyusul mereka. Jangan sampai kita ketinggalan info mengenai anggota baru keluar Dayson!” seru Marcus yang sangat bahagia mendengar kabar gembira ini.


“Kek, daddy dan mommy itu tidak ke rumah sakit. Mereka ada di taman belakang. Tadi tiba-tiba daddy ingin makanan jajanan yang dijual dengan gerobak. Wal hasil di taman belakang saat ini ada banyak jajanan yang bisa kita nikmati. Maka kakek jangan menghalangi ku! Nanti semua jajanan itu habis tidak tersisa.” Tukas Skala.


“Lagian daddy ini ada-ada saja minta nya!!” Celoteh Skala yang menyelong pergi meninggalkan Marcus yang masih mencoba mencerna ucapa Skala barusan.


“Apa jangan-jangan-“ Marcus sempat terpikir sesuatu tapi segera di tepisnya. Lalu tiba-tiba Marcus tertawa membayangkan Kenzo lah yang mengalami segala keunikan di tri semester pertama.

__ADS_1


“Aku pasti akan merekam setiap momen unik itu.” Sebuah ide jahil seketika itu mengambil aih pikiran Marcus.


*bersambung..


__ADS_2