
#jangan lupa berikan dukungan untuk otor dengan cara memberi hadiah atau vote mu untuk otor biar otor lebih bersemangat dalam menulis
#makasih zeyeeeng.
#kita lanjut lagi ya ceritanya..
#bonus di hari liburπππ
Agnez dengan bersemangat membawa Kenzo ke kamar nya.
Tiba-tiba dipertangahan jalan seorang laki-laki berpakaian serba hitam membekap mulut Agnez dari belakang dengan sapu tangan yang sudah disemprot obat bius sebelumnya.
Agnez langsung tidak sadarkan diri dan merosot ke lantai.
Sementara Laki-laki itu langsung menahan Kenzo dengan memegang kedua bahu Kenzo.
"Kau urus tuan Kenzo. Aku akan membawa wanita ular ini ke pawang ular." Seru Jack sambil menggendong Agnez.
Pria itu mengangguk. Lalu dia menegakkan tubuh Kenzo.
"Kau baik-baik saja tuan?" Tanya laki-laki berbaju hitam yang merupakan orang suruhan Jack.
"Dimana Jack?" Tanya Kenzo. Sedari awal Kenzo yakin Jack akan menolong nya.
"Tuan Jack sedang memberi makan ikan busuk pada kucing garong tuan." Jawab si pengawal.
"Apa maksud mu?" Tanya Kenzo. Dengan kondisinya saat ini Kenzo tidak dapat dengan cepat memahami maksud ungkapan yang dikatakan oleh anak buah nya.
"Kau akan mengerti besok pagi tuan. Sekarang sebaiknya kita ke kamar mu saja tuan Kenzo."
Pria itu memapah Kenzo menuju ruangan nya.
Sewaktu Kenzo menuju kamar nya, Jack malah membawa Agnez menuju kamar yang sebelumnya dipersiapkan Agnez untuk mengerjai Alesya. "Siapa suruh kau berani bertidak sekotor ini pada tuan dan nyonya ku." Gumam Jack di depan pintu kamar itu.
Jack sebelumnya sudah menelpon kamar B 18 itu dengan mengatas nama kan Jenny. Jack meminta agar pintu kamar itu tidak dikunci dan lampu di kamar itu dalam keadaan mati hingga semua yang diingin dia lakukan selesai. Pria tua yang tidak tahu diri itu tentu saja menyetujui persyaratan yang Jack katakan karena di dalam pikiran dia akan menghabiskan malamnya bersama Alesya, wanita yang pernah akan dinikahinya tapi melarikan diri dari nya.
Ya, pria tua itu adalah tuan Puji.
__ADS_1
"Tuan, apa kau ada di dalam?" Tanya Jack sambil membawa masuk tubuh Agnez.
"Masuklah." Terdengar suara tuan Puji dari balik kegelapan malam.
"Taruh saja dia ditempat tidur." Perintah tuan Puji.
Jack menuruti saja perintah bandot tua itu. Toh menurut Jack ini sangat sebanding dengan apa yang Agnez dan ibunya rencana kan terhadap tuan dan nyonya nya.
"Baiklah tuan. Dan ingat dengan perjanjian kita. Tuan jangan hidupkan lampu hingga tuan selesai." Jack mengingat kan tuan Puji akan Janjinya sekali lagi.
"Kau tenang saja. Dan sampaikan terima kasih ku pada Jenny." Ujar tuan Puji.
"Akan aku sampaikan tuan." Jawab Jack dan keluar dari kamar tersebut.
"Selamat bersenang-senang tuan Puji dan nona Agnez." Ujar Jack dalam hati ketika menutup pintu kamar itu.
Setelah itu Jack langsung menuju kamar Kenzo dan Alesya. "Bagaimana kabar tuan ku yang bodoh itu!" Gumam Jack dalam hati.
Jack mempercepat langkahnya mengingat Kenzo tidak hanya meminum satu minuman tapi dua minuman sekaligus. "Delapan tahun lalu hanya meminum satu minuman saja kau jadi lepas kendali, apatah ini dua sekaligus!!" Rutuk Jack dalam hati.
###
"Aku tidak tahu, apakah suntikan yang aku berikan akan bisa menghilangkan pengaruh obat laknat itu." Ujar Sebastian. Dokter kepercayaan Kenzo.
"Atau kita carikan saja wanita untuknya?" Tawar Jack.
"Percuma.Aku bahkan sudah membawa beberapa wanita bersama ku tadi tapi Kenzo menolak semuanya bahkan kau lihat vas yang pecah itu dia melemparkan vas itu untuk mengusir semua wanita itu dari kamar ini." Jelas Sebastian.
"Tuan Kenzo." Panggil Jack, ragu "Haruskan aku panggilkan nyonya Alesya?"
"Jangan!! Jangan beritahu dia kondisi ku!!" Ujar Kenzo sambil mencoba menahan pengaruh obat itu.
"Kalian berdua cepat keluar dan tinggalkan aku sendiri!!" Kenzo mengusir Jack dan sebastian.
"Keluar!!!!" Teriak Kenzo membuat dua pria itu saling melihat satu sama lain.
"Sebaiknya kita keluar." Ujar Sebastian. "Tidak ada yang bisa kita lakukan di sini."
__ADS_1
Jack pun mengangguk. Tapi niat Jack keluar bukan karena dia pasrah dengan keadaan tuannya melainkan dia ingin mencari Alesya. Dalam pikiran Jack hanya Alesya yang dapat menyelamatkan tuannya.
Jack dan Sebastian pun keluar.
"Aku ada di lobi. Kalau kau perlu sesuatu kau bisa menelpon ku." Ujar Sebastian.
"Tidak! Kau pulang saja. Tuan Kenzo akan baik-baik saja." Jack menepuk bahu Sebastian dan berlari mencari Alesya.
"Kau harus mau menolongnya, nyonya Alesya!" Gumam Jack sambil berlari.
###
Jack akhirnya menemukan Alesya "Nyonya!" Panggil Jack dari jauh.
Alesya yang melihat kekhawatiran di wajah Jack bergegas menghampiri laki-laki itu. "Ada apa Jack? Apakah Kenzo baik-baik saja?" Tanya Alesya cemas.
"Tidak nyonya! Tuan tidak sedang baik-baik saja. Aku mohon ikutlah dengan ku dan tolong tuan Kenzo nyonya!!" Mohon Jack pada Alesya.
"Dimana dia?" Tanya Alesya panik.
"Dikamar nyonya."
Jack dan Alesya pun bergegas kembali ke kamar.
Diperjalanan menuju kamar Jack menceritakan semua kecurigaan Kenzo terhadap niat keluarga Diningrat hingga Kenzo menempatkan anak buah nya di dalam hotel.. Jack juga menceritakan apa yang sedang dialami Kenzo sekarang. Bahkan setelah mendapatkan suntikan penenang dari dokter kondiri Kenzo tidak juga kunjung membaik.
Alesya sungguh merasa bersalah telah menyeret Kenzo dalam permasalahan nya.
Alesya dan Jack sampai di depan pintu kamar Kenzo dan Alesya.
"Aku mohon nyonya Alesya, tolong lah tuan ku. Hanya kau yang bisa menolongnya." Mohon Jack.
Alesya menarik nafas panjang. "Pergilah Jack. Aku akan menyelamatkan tuan mu." Ujar Alesya dan ia pun masuk ke dalam kamar lalu mengunci kamar itu dari dalam.
####
jangan lupa untuk like dan komen ya cinto....
__ADS_1
semoga kamuh-kamuh suka denga karya ku..
see you in the next chapter... πππ