
“Apa kakek dapat memberitahu ku kenapa tubuh ku secara reflek melakukan semua itu? Mengapa aku sangat ingin memanggilnya dengan sebutan daddy disaat -saat kritis ku? Bukankah Kenzo Dayson hanya ayah tiri ku? Dan kami baru saja bertemu.” Skala menatap tajam Aldion.
“apa menurut kakek aku melakukannya sebab aku tidak ingin berhutang budi pada Kenzo Dayson? Atau karena alasan apa, aku sungguh tidak tahu kek. Dan semua pertanyaan itu berwara wiri di pikiran ku selama aku koma kek. Bahkan aku merasa hanya selama aku terbaring, aku hanya ingin mengetahui keadaannya. Apakah dia selamat atau tidak.” Kini satu persatu air mata Skala mulai membasahi pipi nya sebab dia mengingat momen-memen penting itu. Momen yang menjadi titik balik hubungannya dengan Kenzo.
Aldion tetap diam. Dia tidak tahu harus berkata apa. Walaupun sebenarnya hati nurani Aldion tahu alasan mengapa Kenzo dan Skala saling melindungi satu dengan lainnya seperti itu. Tapi ia takut, Skala saja saat ini sudah sangat menyayangi Kenzo dan sangat menghormati Kenzo. Apalagi jika Skala tahu kalau Kenzo adalah ayah kandungnya. Pasti Aldion pun akan kehilangan Skala. Aldion merasa sangat takut. Waktunya bersama Alesya dan Skala sangat singkat. Hanya beberapa tahun. Kalau akhirnya Alesya dan Skala menetap bersama Kenzo, maka sudah pasti ia akan kehilangan Alesya dan Skala. Dua orang yang sangat berarti dalam hidup Aldion.
__ADS_1
“kek tadi kakek mengatakan aku tidak apa yang sebenarnya terjadi. Kakek juga mengatakan kalau aku tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya yang aku rasakan pada Kenzo Dayson. Tapi kakek salah. Aku sangat yakin dengan yang ku rasakan saat ini kek.” Lanjut Skala.
“perasaan ku saat ini pada Kenzo Dayson sama persis seperti perasaan mommy ketika baru bertemu dengan kakek setelah terpisah sekian lama. Dan perasaan Kenzo Dayson pada ku saat ini, aku yakin juga sama dengan perasaan kakek ketika baru bertemu dengan putri kakek yang kakek sama sekali tidak ketahui bahwa ia ada di dunia ini.” Air mata Skala jatuh ke tangan Aldion, membuat tubuh pria tua itu gemetar. Bagaimana ia bisa lupa, kalau ia juga awal nya tidak tahu tentang kelahiran Alesya. Dia pergi meninggalkan kota itu disaat dia tidak tahu kalau Ameera mengandung anaknya.
Ucapan Skala benar-benar menyadarkan Aldion bahwa ia telah berbuat salah. Tidak seharusnya ia hanya mementingkan kepentingannya sendiri saja. Tidak seharusnya dia mengorbankan keluarga kecil putrinya hanya demi agar putri dan cucu nya ada disisinya.
__ADS_1
“Aku sudah mulai curiga ia pasti ada hubungan dengan ayah kandung ku sebab ia memiliki golongan darah yang sama dengan ku. Kau tahu sendiri kan kek, kalau darah ku ini sangat langka. Tapi semua itu masih ku simpan dalam hati. Aku berjanji dalam diri ku akan menyelidiki semua itu. Namun ternyata kebenaran yang malah menghampiri ku tanpa aku harus bersusah payah untuk melakukan penyelidikan.”
“Maksud mu?” Aldion tidak paham maksud Skala. Kebenaran yang menghampirinya? Apakah Kenzo yang terlebih dahulu memberitahukan kebenaran itu pada Skala atau bagaimana?
“Sewaktu aku di rawat di rumah sakit, Kakek Albert datang. Kau pasti mengenal kakek dari daddy kan kek? Tuan Albert Dayson. Beliau sangat marah sebab mendapati aku terluka. Saking marahnya dia membawa ku pergi ke rumah nya di kota B. Disanalah aku mengetahui bahwa Kenzo Dayson adalah ayah ku.”
__ADS_1
“apakah Albert Dayson yang memberitahu mu?” Tanya Aldion penasaran.
**bersambung