Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#19


__ADS_3

“Kalau begitu begini saja paman. Bagaimana kalau paman tetap bertahan menjalankan perusahaan kita hingga Skala bisa mengambil tanggung jawab itu.” Ujar Alesya.


“Dasar kau!! Kau kira aku ini akan hidup berapa tahun lagi hingga bisa menunggu Skala dewasa??” Sungut Damian.


“Baiklah paman. Bagaimana pun untuk sementara kami tetap meminta bantuan paman sembari kami memikirkan cara yang terbaik untuk hal ini.” Seru Kenzo. Dia harus benar-benar memikirkan hal ini matang-matang.


“Ya.. asal tidak terlalu lama saja.” Sahut Damian.


“Alesya,.” Ujar Kenzo. “apa kita tidak perlu mengatakan hal ini juga kepada ayah mu?” tanya kenzo.


“Tidak Kenz. Ayah tidak ada berhubungan langsung dengan perusahaan. Dia hanya sesekali bertemu dengan kolega terkait perusahaan. Itu pun kalau kolega itu memaksanya untuk bertemu. Selama ini ayah lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah dengan cara bersenang-senang dengan tamannya serta kebun nya. Dan ya.. sewaktu Skala dan aku masih disini, ayah juga acap kali mengajari Skala strategi bisnisnya. Kadang aku sendiri merasa heran memang nya apa yang bisa ditangkap oleh bocah sekecil itu tentang strategi bisnis.” Ucap Alesya sambil geleng-geleng kepala.


“Mungkin untuk bocah biasa itu adalah hal yang sulit Alesya. Tapi tidak untuk putra ku. Aku yakin dia pasti sama pintarnya dengan diri ku.” Ucap Kenzo dengan bangga. Kenzo ini memang kadang-kadang suka sedikit narsis dan suka sekali membanggakan dirinya sendiri. Tapi wajar saja, selain tampan kaya raya.. dia juga memang faktanya sangat pintar.


“kau lihat sendiri kan paman!! Betapa narsis nya menantu mu ini!!!” adu Alesya pada Damian.


Damian hanya bisa tertawa mendengar aduan Alesya. Karena bagaimana pun tidak ada salahnya Kenzo berkata seperti itu sebab memang itulah kenyataan yang sebenarnya.


“kau seharusnya sudah terbiasa dengan hal ini Alesya!!” Ucap Damian sambil tertawa.


“Benar Alesya.” Timpal Rose yang sedari tadi hanya menjadi pendengar akhirnya ikut gabung dalam perbincangan Alesya, Kenzo dan Damian.


“Bibi.. apakah paman Damian juga begitu?” Tanya Alesya cepat.


“paman mu? Heeem... aku rasa paman mu tidak begitu Alesya. Dia adalah pria yang lembut hatinya dan sangat suka merendahkan diri kan. Itu lah mengapa aku sangat mencintainya dan rela ikut kemana pun ia membawa ku.” Jelas Rose sambil menatap Alesya dengan matanya memancarkan cinta.

__ADS_1


“kenz!! Seharusnya kau meniru paman Damian! Agar aku semakin cinta pada mu dan rela ikut kemana pun kau membawa ku!!” Seru Alesya pada Kenzo.


“Tanpa aku harus melakukan itu kau sudah sangat mencintai ku dan sudah rela ikut kemana pun aku pergi. Aku berani jamin pasti saat ini kau sudah terbiasa dengan diri ku dan tidak bisa berjauhan dari ku.” Ucap Kenzo sambil tersenyum penuh arti.


“kau ini!!!” Alesya langsung mencubit Kenzo.


Damian dan Rose hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan yang akhirnya dapat diraih oleh Alesya. Mereka sangat bersyukur Alesya tidak memiliki takdir seperti Aldion yang selalu kesepian sepanjang hidupnya tanpa ada pasangan yang mendampingi Aldion.


“Sudah-sudah!! Kalian ini membuat aku dan Rose iri saja.” Ujar Damian.


“apa kalian mau melihat kakek dan nenek ini juga saling menggoda seperti kalian?” lanjut Damian.


Kenzo dan Alesya spontan tersenyum membayangkan Damian dan Rose melakukan hal yang baru saja mereka lakukan.


“Rose apakah kau melihat kau kedua orang ini baru saja tersenyum?” Ujar Damian pada istrinya.


“Sepertinya kita sudah tidak bisa berlama-lama disini.”Ujar Damian pada Rose. “kalau tidak kita bisa jadi khayalan yang bukan-bukan dari mereka berdua.” Damian pun menarik tangan Rose untuk pergi dari situ.


Alesya dan Kenzo hanya bisa tertawa melihat tingggal Damian.


“Kenz!!” Seru Alesya, setelah Damian dan Rose tidak lagi terlihat di pandangan mereka.


“Apa kah kita akan hidup bahagia sampai tua seperti paman Damian dan bibi Rose?” Tanya Alesya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo.


“Tentu saja sayang. Bahkan aku yakin kita pasti akan lebih bahagia dari mereka sebab kita memiliki Skala dan mungkin saja akan ada adik-adik Skala yang jumlah nya masih aku perhitungkan.” Jawab Kenzo asal.

__ADS_1


“Issh!! Aku ini bertanya serius tuan Dayson!! Bisa-bisa nya kau bercanda disaat seperti ini! Sungguh merusak suasana romantis yang ada dihati ku saja.” Ujar Alesya sewot.


“kata siapa aku bercanda nyonya Dayson! Aku dalam mode serius ketika menjawab pertanyaan mu tadi.” Balas Kenzo.


“Kini coba kau tutup mata mu dan bayangkan kita sedang berada disebuah taman bunga yang indah.” Ujar Kenzo pada Alesya.


Aleysa pun menuruti perkataan suami nya. Kini mereka berdua mulai memejamkan mata mereka.


“Sekarang coba kau bayangkan, kau dan aku sedang duduk di atas sebuah tikar yang indah diantara bunga-bunga yang bermekaran di taman itu.”Kenzo lanjut memberikan deskripsi hal apa yang harus dibayangkan oleh Alesya.


“lalu hadapan mu kini ada beberapa bocah kecil berlari kesana kemari sambil menendang bola di hamparan rumput hijau tanpa mengenakan alas kaki sama sekali. Mereka tertawa sambil mencoba menangkap bola yang terus menerus bergulir kesana dan kemari.” Lanjut Kenzo.


“Tapi jangan kau kira itu adalah putra dan putri kita sebab itu adalah anak cucu-cucu kita yang sedang asik bermain sambil menunggu menantu kita dan putri kita menyiapkan makan siang untuk acara piknik bersama itu. Sementara Skala, terlihat sibuk mengawasi anak-anak itu bermain sambil melambaikan tangan pada kita berdua yang terlihat sedang menikmati hamparan bunga dengan suara-suara anak kecil yang sedang asik tertawa.” Kenzo pun menyudahi wisata khayalannya dan menggenggam tangan Alesya dengan erat.


“itulah yang kira-kira akan terjadi Alesya. Seperti itu gambaran masa depan yang ingin aku bina bersama mu dan keluarga kecil kita.” Ucap Kenzo sambil mencium kening istrinya yang terlihat masih memejamkan mata itu.


Dari mimik wajah Alesya, Kenzo tahu bahwa Alsaya pasti dapat melihat dengan jelas segala hal yang coba Kenzo visual kan pada Alesya tadi.


Alesya pun membuka matanya dan berkata, “aku sungguh berharap hal itu memang benar-benar terjadi dalam hidup kita tuan Dayson. Semua yang kau katakan tadi sungguh membawa ku alam bawah sadar ku. Aku sungguh merasa melihat semua hal indah itu dengan mata dan kepala ku sendiri.” Ujar Alesya.


“tentu saja. Tentu saja kita akan mewujudkan hal indah itu bersama.” Kenzo pun membawa Alesya ke dalam dekapannya.


Kini gantian, Kenzo dan Alesya lah yang sedang menatap indahnya taman di rumah itu yang tadi dinikmati oleh Damian dan Rose sebelum akhirnya mereka terpaksa mengungsi mencari tempat lain di rumah itu.


***********bersambung...

__ADS_1


Hohohohoho.. ini up yang terakhir ya.. sampai jumpa di hari senin. Dan jangan lupa untuk VOTE hari senin ke otor. Biar otor lebih semangat nulis karya ini lebih baik lain....muach!!


__ADS_2