Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 34 #Saling tikam#5


__ADS_3

Kenzo tersenyum tipis ke arah Jack.”tidak percuma kau menjadi asisten ku Jack.” ucap Kenzo dalam hati.


“Setelah Ronald berbicara ke wartawan maka kita akan dapat mendepaknya di rapat dewan direksi nanti. Heh, aku tidak perlu menunggu untuk melakukan hal ini.” Gumam Kenzo.


Rencana awal, setelah rapat dewan direksi pagi ini Kenzo akan mengunjungi setiap pemegang saham yang lainnya guna mempengaruhi mereka untuk menurunkan Ronald dari posisi direktur perusahan itu dan menggantinya dengan Alesya sebagai pemegang saham terbanyak.


Kenzo yakin semua hal ini akan berhasil sebab ia sudah mengumpulkan riwayat pekerjaan Alesya sebelum ia datang ke kota A. Dengan melihat berkas yang telah Kenzo persiapkan ini maka tidak akan ada satu orang pun yang akan berani mengatakan kalau Alesya tidak pantas menduduki posisi itu.


Kenzo akan membuat Ronald benar-benar menyesal telah membuat hidup istri dan orang tua istrinya menderita. Kali ini Ronald akan merasakan bagaimana rasanya ditusuk dari belakang seperti yang ia lakukan pada keluarga Alesya dulu.


Ternyata nasib baik memang sedang berpihak pada nya hari ini karena para wartawan datang bagaikan semut mengerumuni gula di perusahaan Ronald sehingga Kenzo tidak perlu menunggu untuk rencananya berikutnya.


Sementara Ronald sibuk dengan konferensi pers itu maka Kenzo juga akan sibuk mempengaruhi para pemegang saham yang lain untuk memihak Alesya. Tidak akan sulit bagi Kenzo untuk melakukan itu semua. Apalagi Alesya adalah istrinya, semua orang pasti akan memperhitungkan Kenzo yang berdiri dibelakang Alesya.


“baiklah kalau seperti itu.” Ujar Ronald.Dia merasa ide itu juga tidak terlalu buruk. Toh Kenzo sudah bersedia membantu nya sehingga dirapat direksi nanti Ronald dengan mudah bisa menenangkan para dewan direksi.


“Bram sampaikan pada dewan direksi bahwa rapat aku undur satu jam. Aku akan melakukan konferensi pers terlebih dahulu.” Perintah Ronald pada Bram.

__ADS_1


"baik tuan." Bram pun bersiap-siap untuk mengumumkan hal itu via pesan di grup dewan direksi tapi tiba-tiba Bram ingat kalau wartawan yang diperbolehkan meliput konferensi pers ini hanya yang berasal dari media besar saja. Lalu bagaimana dengan wartawan yang sedang bergelombolan di depan perusahaan.


“lalu apakah kita akan membolehkan semua wartawan untuk masuk tuan?” tanya Bram, sebab awalnya hanya media besar saja yang akan hadir dalam konferensi pers kali ini.


“Aku rasa suruh saja semua wartawan itu masuk!! Apa kau mau nanti mereka membuat berita yang tidak-tidak karena tidak mendengarkan secara langsung apa yang akan di katakan Ronald terkait dengan perusahaan.” Jenny langsung mengutarakan pendapatnya walaupun sebenarnya tidak ada porsi untuknya untuk melakukan itu.


Ronald melihat sekilas pada Jenny lalu kembali melihat pada Bram. "Izinkan mereka semua masuk. Tapi batasi setiap pertanyaannya."


“Baiklah. aku rasa aku dan Alesya akan menunggu diruang rapat saja.” Ujar Kenzo yang merasa sebaiknya dia segera meninggalkan ruangan ini dan langsung menuju ke ruang rapat dewan direksi.


“alesya?” Ronald heran mengapa Aleysa juga ikut rapat dewan direksi.


“hah..iya.. aku lupa!! Terlalu banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari ini membuat pikiran ku tidak bisa fokus.” Jawab Ronald.


“ya, kalian tunggu saja aku bersama pada dewan direksi lainnya. Aku akan segera bergabung begitu aku selesai menenangkan para wartawan di luar sana.” Ucap Ronald.


Kenzo, Alesya dan Jack pun pergi meninggalkan ruangan Ronald.

__ADS_1


Kini di ruangan itu hanya ada Ronald, Jenny dan Bram.


Setelah tidak melihat Kenzo, Alesya dan Jack, Ronald segera meminta Bram untuk mengambilkan berkas perceraiannya dengan Jenny. Jenny harus segera menandatangi berkas itu sebab Ronald juga akan mengumumkan perceraian nya dengan Jenny pada publik.


“Bram, bawakan aku berkas yang satu lagi.” Perintah Ronald pada asistennya itu.


Bram pun mengambil sebuah berkas di map berwarna merah yang tersimpan di laci meja kerja Ronald.


“Ini tuan.” Ucap Bram sambil menyerahkan berkas itu pada Ronald.


“serahkan pada nya dan minta dia untuk segera menandatangani nya.” Ronald sudah sangat tidak peduli pada Jenny.


Dimata Ronald, Jenny benar-benar sudah mengacaukan segalanya. Ditambah lagi selama ini Ronald tidak pernah benar-benar mencintai Jenny. Bagi Ronald, Jenny hanya sebuah alat untuk menguasai harta keluarga Ameera. Tentu saja wanita yang ia cintai dari dulu sampai sekarang tetap adalah Ameera. Itulah mengapa Ronald tidak menghabisi Alesya sewaktu Alesya lahir, sebab Alesya adalah anak dari wanita yang ia cintai. Tapi rasa benci pada Alesya juga ada dalam hati Ronald bila mengingat Alesya bukanlah putrinya melainkan putri Aldion Rodio, laki-laki yang pernah Ameera nikahi sebelum Ameera menikah dengan Ronald. Jadi yang bisa Ronald lakukan hanyalah mengabaikan Alesya dan membiarkan baik Jenny maupun Agnez menyiksa ataupun berlaku semena-mena pada Alesya.


Terkadang bila melihat Alesya menangis, ingin rasanya Ronald merangkul dan mengusap air mata Alesya tapi rasa bencinya kemudian muncul dan melarangnya untuk melakukan semua itu sehingga akhirnya ia kembali mengabaikan Alesya.


“apakah itu surat cerai?” Ujar Jenny, yang sepertinya sudah tidak terkejut lagi akan hal itu.

__ADS_1


***bersambung


heem... kira-kira Jenny mau gak ya tanda tangan surat cerai itu?


__ADS_2