Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#18


__ADS_3

“paman?” Panggil Alesya Damian yang kelihatan sedang asik mengobrol dengan istrinya Rose di taman samping rumah besar itu.


“Alesya? Kenzo? Kemari lah. Bergabung bersama pasangan tua ini.” Sahut Damian sambil menyambut kedatangan Alesya da Kenzo dengan sebuah senyuman yang lebar.


“Apa masalah mu dengan ayah mu sudah selesai?” Tanya Damian pada Alesya.


Alesya dan Kenzo terkejut mendengar perkataan Damian. Dari mana pamannya tahu kalau ia dan Kenzo dari saja berbicara dengan ayah Alesya di atas.


“Haaa.. dari ekspresi wajah kalian aku tahu kalian pasti terkejut bagaimana aku bisa mengetahui hal itu.” Ujar Damian sambil melirik Kenzo dan Alesya bergantian.


“Sebenarnya tadi aku naik ke atas menuju kamar Aldion ketika aku melihat ada gelagat yang tidak benar pagi ini. Tapi ketika aku sudah sampai ke atas, aku melihat kau, Kenzo dan Aldion sedang menangis bersama. Dan aku yakin pasti masalah kalian sudah selesai sekarang.”seru Damian.


“Paman benar. Sekarang ayah sudah tidak mempermasalahkan lagi tentang hubungan ku dan Kenzo. Sebab bagaimana pun Kenzo adalah ayah kandung Skala. Selain itu aku juga sangat mencintai Kenzo.” Jawab Alesya.


“Ayah kandung Skala?” Kali ini Damian yang terkejut setelah mendengar penjelasan Alesya. “Apa maksud mu kalau Kenzo adalah ayah kandung Skala? Apa jangan-jangan dia –“ Mata Damian membulat sempurna dan menatap Alesya dan Kenzo bergantiaan. “bagaimana bisa?”


“Ya, paman. Aku adalah ayah kandung Skala. Dan perihal gelagat ayah tadi pagi yang kau lihat mencurigakan itu ialah sebab ia merencanakan untuk memisahkan ku dan Alesya dengan cara membongkar hal itu pada Alesya kerena memang Alesya belum mengetahui hal ini.” Ujar Kenzo.


Kenzo dan Alesya pun menceritakan semuanya pada Damian. Pria itu hanya bisa bengong mendengar cerita Kenzo dan Alesya hingga akhirnya ia tahu alasan mengapa Aldion terlihat begitu tidak suka tadi pagi.


“Aku sangat bersyukur kalau memang tidak ada hal yang buruk terjadi pada hubungan kalian. Dan aku pun sangat gembira Skala akhirnya menemukan ayah kandungnya sebab selama ia tinggal di kota ini dia memang tidak pernah bertanya tentang ayah kandungnya pada Aldion ataupun Alesya, tapi dia selalu meminta ku untuk bercerita tentang sosok ayahnya. Hanya saja, aku pun bukan seorang narrator yang baik. Kisah ku acap kali berubah-ubah membuat bocah pintar itu akhirnya sadar kalau aku sedang berbohong pada nya. Dan lama kelamaan dia tidak pernah bertanya lagi tentang sosok mu pada ku Kenz.” Ujar Damian.

__ADS_1


Kenzo terkejut mengetahui fakta itu. Dia semakin merasa bersalah pada Skala. Sementara Alesya juga merasakan hal yang sama. Dia tidak menyangka kalau anak laki-laki nya itu sangat merindukan sosok seorang ayah selama ini. Pantas saja dia mudah dekat dengan Kenzo walaupun saat itu dia belum mengenali Kenzo sebagai ayah kandungnya. Tapi Kenzo yang selalu ada untuk nya sudah mampu menghadirkan sosok yang telah lama Skala rindukan itu.


“Yang penting semua nya kini sudah berakhir dengan bahagia.” Ujar Damian sekali lagi.


“Ya paman. Kami pun sangat bersyukur akan hal itu.” Ucap Alesya. “hanya saja ada satu hal yang menjadi beban pikiran ku saat ini paman.”


Kenzo dan Damian menatap Alesya dengan seksama. Memang nya ada masalah apalagi sekarang. Bukankah Aldion sudah menerima Kenzo sebagai menantunya? Jadi masalah apa yang dimaksudkan oleh Alesya.


“Ini tentang perusahaan paman.” Seru Alesya.


“Paman ingatkan kalau aku berjanji akan kembali ke perusahaan setelah satu tahun.” Alesya menghentikan perkataannya dan menatap lekat pada Damian. Dia yakin Damian pasti sudah dapat menebak maksud perkataannya.


“Tapi seperti yang paman ketahui. Keadaan nya sungguh sudah sangat jauh berubah. Aku tidak yakin aku dapat memenuhi janji ku pada pama terkait dengan perusahaan keluarga kita.” Lanjut Alesya.


“Heem.. aku hanya bisa mengatakan kalau sementara ini kau tidak perlu terlalu khawatir tentang perusahaan sebab ada aku dan Steve yang menjalankan perusahaan tapi itu bukan berarti kau dan Kenzo dapat lepas tangan tentang semua masalah perusahaan kita. Kau tahu sendirikan kalau aku sudah mulai tua Alesya dan Steve terlalu muda untuk diserahi semua tanggung jawab terkait perusahan keluarga Rodio.” Jelas Damian.


Alesya terlihat bingung sebab ia tidak dapat berada di kota J sepenuh nya untuk membantu Damian menjalankan perusahaan. Bagaimana pun Alesya harus tetap mendampingi Kenzo. Dan permasalahannya perusahaan Kenzo saat ini ada di kota A. Meminta Kenzo menjalankan perusahaan Rodio tentu juga memerlukan sebuah perencanaan yang matang. Selain akan sulit untuk menjalankan kedua perusahaan keluarga itu, Alesya juga membutuhkan persetujuan dewan direksi untuk keputusan besar ini.


“Atau bagaimana kalau Kenzo yang mengambil alih tanggung jawab perusahaan kita atas nama mu Alesya?” tawar Damian.


Kenzo dan Alesya saling berpandangan. Dari sorot mata Kenzo, terlihat sebenarnya Kenzo tidak akan menolak jika akhirnya hal itu harus dilakukan. Tapi tidak menolak bukan berarti Kenzo akan mudah untuk melakukan hal itu. Konsentrasinya akan jadi terlalu banyak bercabang ke depannya.

__ADS_1


“Paman, aku rasa untuk saat ini kita tetap jalankan perusahaan ini seperti biasanya. Toh selama ini paman adalah orang yang menjalankan perusahaan ayah. Dan pama sudah sangat paman tentang hal ini.”tolak Kenzo secara halus.


“Kenz!! Aku kan sudah bilang,aku ini sudah tua. Aku tidak bisa menghandle semua urusan perusahaan. Paling aku hanya bisa menolong Alesya untuk beberapa tahun ke depan. Setelah itu aku yakin fokus ku sudah akan melemah Kenzo Dayson!” Jawab Damian sambil tersenyum.


“Bagaimana pun suatu saat Alesya harus mengambil alih perusahaan keluarga. Atau kalau perlu kau langsung yang harus turun tangan. Silahkan kalian pikirkan masalah ini dengan seksama. Tapi jangan lama-lama karena aku sungguh berharap aku dapat menemani Aldion di hari tuanya di rumah ini bersama Rose. Aku tidak ingin disibukkan dengan segala urusan tentang perusahaan lagi.” Ucap Damian dan mengambil teh nya lalu meminumnya.


“kau orang hebat Kenzo Dayson. Hanya menambahkan sebuah perusahaan induk milik keluarga Rodio dan beberapa puluh cabang nya di beberapa kota untuk menjadi tanggung jawab mu aku rasa kau masih bisa menghandle semua itu.” Ujar Damian dengan wajah tenang,


“Dan kau Alesya, jika kau tidak ingin suami mu bekerja siang dan malam maka kau lah yang harus mengambil tanggung jawab itu.” Lanjut Damian.


“Kalau begitu begini saja paman. Bagaimana kalau paman tetap bertahan menjalankan perusahaan kita hingga Skala bisa mengambil tanggung jawab itu.” Ujar Alesya.


“Dasar kau!! Kau kira aku ini akan hidup berapa tahun lagi hingga bisa menunggu Skala dewasa??” Sungut Damian.


“Baiklah paman. Bagaimana pun untuk sementara kami tetap meminta bantuan paman sembari kami memikirkan cara yang terbaik untuk hal ini.” Seru Kenzo. Dia harus benar-benar memikirkan hal ini matang-matang.


“Ya.. asal tidak terlalu lama saja.” Sahut Damian.


***bersambung...


yang masih ingin lanjut sile komen di bawah y kengkawan... sambil otor yoga dulu untuk mencari inspirasi untuk melanjutkan cerita ini... #otor kebanyakan gaya.. wkwkwkw

__ADS_1


jangan lupa baca juga karya otor yg lain.. sambil. menunggu up.. up ajaib yang tidak akan kamu sangka-sangka kemunculannya.. sile intip di profil. otor.. dijamin cerita betty la fea akan buat kamu ngakak.. lalu nyumpahin otor.. lalu senyam senyum sendiri...


sedangkan help me, mr. Ceo akan lebih banyak nyumpahin otor karena up nya yang membuat kamu tergantung untuk sekian tahun.... hahahaha#kidding


__ADS_2