Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44 #Ujian Cinta# 23


__ADS_3

"Apa???!! aku akan segera kesana." Seru Kenzo, dan menutup panggilan telpon itu.


Kenzo langsung merubah arah tujuan mobilnya yang awalnya akan langsung pulang ke rumah.


"Ada apa Kenz?" Tanya Alesya yang jadi ikutan panik setelah Kenzo memutar mobilnya di tengah jalan begitu saja.


"Dyana dan Jack mengalami kecelakaan" jawab Kenzo yang langsung memacu mobil nya kearah rumah sakit yang dikatakan oleh Mai.


"Kecelakaan? bagaimana ceritanya." Seru Alesya semakin panik setelah tahu kalau ternyata yang membuat Kenzo merubah arah tujuan mereka adalah Kecelakaan Dyana dan Jack.


"Aku pun tidak tahu pasti seperti apa kejadiannya karena Mai tidak jelas tadi ketika menceritakan semua itu. Aku hanya bisa menangkap nama rumah sakit nya saja tadi." Ujar Kenzo.


"Apa Mai juga terluka?" Tanya Alesya, dalam pikiran Alesya Dyana, Jack dan Mai pasti berada dalam mobil yang sama. Dan kemungkinan besar kecelakaan itu terjadi ketika Dyana dan Mai akan pergi menuju pesawat pribadi Kenzo bersama Jack.


"Entah lah sayang. Tapi kalau Mai masih bisa mengabari kita artinya dia tidak kenapa-kenapa." jawab Kenzo yang yakin Mai pasti dalam keadaan baik-baik saja.


Kenzo pun mempercepat laju mobilnya.


Setelah berkendara kurang lebih satu jam akhirnya Kenzo dan Alesya sampai di rumah sakit itu. Terlihat tuan Romano pun sudah ada disana dan sedang menemani Mai yang terlihat cukup shock.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kenzo begitu sampai di dekat Mai dan tuan Romano.


"Mobil yang ditumpangi oleh Jack dan Dyana mengalami kecelakaan Kenz!"Jelas Mai. Dia terdengar sedikit ketakutan ketika menjelaskan itu pada Kenzo.


"Mobil yang ditumpangi oleh Jack dan Dyana? Memang nya kalian dalam mobil yang berbeda?" Timpal Alesya yang bingung dengan perkataan Mai barusan.


"i-iya..."Jawab Mai gugup. " kami tidak dalam mobil yang sama." Mai diam sesat, " Aku pergi dengan Taxi sementara mereka pergi dengan mobil yang sama"


"Kau pergi dengan Taxi? lalu Jack dan Dyana menggunakan mobil pribadi? begitu maksud mu Mai?" tanya Alesya lebih detail.


Mai mengangguk ketakutan."Be-benar!"Jawab nya gugup.

__ADS_1


Kenzo melihat ke arah Mai dengan tatapan dinginnya. Dia akan bertanya lebih lanjut mengenai hal ini nanti.Yang penting sekarang adalah bagaimana keadaan Dyana dan Jack.


"Dimana bibi ku?" Tanya Kenzo, pada Mai dan Romano.


"mereka sedang di operasi. Dokter baru saja memulai operasinya." Jawab Romano.


"Bagaimana kondisi Dyana dan Jack." tanya Kenzo dingin.


"mereka kritis..Dokter meminta untuk berdoa supaya Operasi mereka berjalan lancar." Tukas Romano.


"Kenz!! aku mohon maaf kan aku!" tiba-tiba Mai mengambil tangan Kenzo dan berteriak-teriak meminta maaf pada Kenzo.


Kenzo langsung berbalik memegang tangan Mai kuat.


"jangan katakan pada ku kalau kau lah yang menyebabkan bibi ku dan asisten ku kecelakaan." tegas Kenzo, meski dalam hatinya dia yakin kecelakaan Dyana dan Jack pasti ada hubungannya dengan Mai.


"Kenz lepaskan! kau menyakiti ku!"ujar Mai yang merasakan kesakitan sebab Kenzo mencengangkan tangan Mai sekuat tenaga. Kenzo benar-benar tidak dapat mengendalikan diri bahkan hanya dengan membayangkan kecelakaan yang dialami oleh Dyana dan Jack adalah karena Mai. "Jangan sampai hal ini benar!" ujar Kenzo dalam hati.


"Kenz! lepaskan tangan Mai. Kau menyakiti Mai nak!" terdengar suara Romano juga ikut meminta agar Kenzo melepaskan cengkraman tangannya dari Mai.


Setelah merasakan Alesya memegang lengannya, Kenzo baru perlahan melepaskan tangan Mai dari cengkeraman nya.


Mai meringis kesakitan. cengkeraman tangan Kenzo sungguh kuat. Tulang-tulang jari Mai terasa mau hancur.


"sungguh aku tidak bermaksud untuk menyebabkan hal ini Kenz! Aku tidak menyangka kalau Dyana akan mengejar ku." Mai berkata jujur pada Kenzo.


"mengejar mu?" tanya Kenzo sambil menyipitkan matanya. "untuk apa Dyana mengejarnya?" gumam Kenzo dalam hati.


"Dyana mengejar ku karena aku pergi begitu saja dari rumah mu sebelum Jack datang untuk menjemput kami. Aku sengaja menelpon Taxi untuk mengantarkan ku ke sebuah hotel di pinggiran pantai." Jelas Mai.


Kenzo hanya diam mendengarkan penjelasan Dyana.

__ADS_1


"Itu semua aku lakukan karena aku masih belum mau pulang ke Australia Kenz. Aku masih mau di kota ini bersama mu." Mai langsung memeluk tubuh Kenzo yang tepat berada di depannya.


Kenzo otomatis melepaskan Mai yang memeluk nya lalu mendorong wanita itu ke belakang.


"Jangan pernah kau memelukku lagi Mai!!" Tegas Kenzo marah.


"Dan aku tidak akan memaafkan mu jika sesuatu yang buruk terjadi pada bibi ku atau pun pada assiten ku." kecam Kenzo.


"Kenz... bagaimana pun ini bukan salah nya Mai. Mai kan tidak meminta Dyana untuk mengejar nya dari belakang."tukas Romano.


"paman please! cukup untuk berpihak pada putri mu ini. Ingat!! Dyana saat ini juga adalah putri mu! walaupun dia hanya lah sebatas putri tiri mu. Tapi aku sangat tahu kalau dia sangat menyayangi dan menghormati mu paman.Jadi aku mohon.. berhentilah untuk selalu membela semua perbuatan Mai. Kalau lah Mai bukan saudari tirinya, aku yakin Dyana tidak akan mau repot-repot untuk mengejar Mai hingga dia harus mengalami kecelakaan seperti ini. Di mata ku ini semua tetap adalah kesalahan Mai." Ujar Kenzo panjang kali lebar.


"aku harap, kau dan Mai bisa menjelaskan semua hal ini pada nenek ku jika dia datang nanti. Aku sudah menelpon nya sewaktu dalam perjalanan kemari." Kenzo pun menarik tangan Alesya agar ikut dengan nya pergi menjauh dari tempat Mai dan Romano berada.


"tenanglah nak..."ujar Romano pada Mai yang terlihat sangat tertekan itu."ia ini semua bukan salah mu." Romano terus mencoba untuk menenangkan Mai.


#Flash back on


"nona.. seperti nya ada mobil yang sedang mengikuti kita." Ujar si supir Taxi pada Mai yang sedang berada dalam Taxi itu.


"ada orang yang mengikuti kita? sejak kapan mobil itu mengikuti kita?" tanya Mai pada so supir Taxi.


"seperti nya sejak kita meninggalkan rumah tadi nona." jawab si supir Taxi yang memang sudah melihat sebuah mobil hitam mulai mengikuti nya sejak dia keluar dari pagar rumah besar tempat dia menjemput penumpang nya ini.


"itu pasti Dyana dan orangnya Kenzo!" gumam Mai dalam hati. "kau ingin mengikuti ku?coba saja kalau kau bisa!!" seru Mai dalam hati.


"Langsung belok kiri pak.Dan jangan kasih sign kiri." perintah Mai. Mai berniat untuk mengakali mobil yang sedang mengejar nya itu. Tapi ternyata hal yang dilakukan nya malah membawa petaka bagi mobil yang mengejar nya tadi..


"Duaaaar!!!!!!!" terdengar sebuah bunyi hantaman kuat dari arah belakang. si supir Taxi auto menghentikan mobilnya.


Mai dan supir Taxi auto melihat ke arah belakang dan terlihat mobil yang mengikuti mereka tertabrak oleh semua mobi lainnya dari samping. Mai dan si supir Taxi juga melihat ketika mobil yang mengikuti mereka itu terpental cukup jauh dari mobil yang menabraknya.

__ADS_1


***bersambung...


menurut kalian Mai salah atau tidak? tulis pendapat mu di kolom komentar ya..😎


__ADS_2