
“kau benar Kenz! Mungkin memang sudah takdir ibu ku bertemu dengan mereka di masa lalu, dan sudah takdir ku untuk menyaksikan mereka membayar semua perbuatan jahatnya pada ibu ku..” Ujar Alesya dari balik pelukan Kenzo.
“tapi ini belum sepenuhnya berakhir nyonya Dayson!!” seru Kenzo lalu menarik tubuh Alesya berlahan. “masih ada satu takdir lagi yang harus kita ubah hari ini... " sebuah senyum muncul di wajah tampan Kenzo.
Kenzo memperbaiki posisi duduk istrinya dan memberikan sebuah tisu pada istrinya itu.
“hapus air mata mu nyonya Dayson!! Karena kita tidak memerlukan itu untuk mengubah takdir perusahaan ini." Kenzo pun meninggalkan Alesya yang masih sibuk memberikan sisa-sisa air mata yang masih ada di sudut mata kiri dan kanannya.
Dengan gagah Kenzo berjalan menuju kursi pimpinan rapat yang selalu di duduki oleh Ronald sebelumnya.
“selamat siang semua nya.. “ suara kenzo terdengar dalam dan sangat tenang menyapa semua dewan direksi yang masih terlihat saling berbisik tentang siaran langsung Jenny dan Ronald yang baru saja berakhir.
“seperti yang sudah kita saksikan bersama, sepertinya tuan Ronald Diningrat tidak akan dapat bergabung dengan kita siang ini untuk memulai rapat dewan direksi seperti yang telah kita sepakati.” Kenzo diam sesaat, melemparkan pandangan ke seluruh ruangan rapat melihat apakah suaranya mampu membuat semua mata teralihkan dari tayangan yang sudah berakhir itu.
Setelah ia yakin semua perhatian kini tertuju pada nya ia pun melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan sebelumnya.
“menurut hemat ku maka rapat dewan direksi ini harus tetap kita lanjutkan walaupun tanpa kehadiran tuan Ronald Diningrat!” Ujar Kenzo pada semua dewan direksi yang melihat padanya.
__ADS_1
Para dewan direksi terdengar mulai saling berbisik. Bukan karena ketidakhadiran Ronald yang menjadi masalah utama saat ini, tapi topik apa yang terlebih dahulu harus mereka bahas.Tentang raibnya dana perusahaan kah? atau skandal yang baru saja mereka saksi kan live di ponsel mereka masing-masing.
Tak dapat dipungkiri,tayangan tadi benar-benar membuat dewan direksi harus banyak berpikir sebelum membuat keputusan.
“Seperti nya untuk menghemat waktu, kita voting saja untuk memutuskan kita akan meneruskan rapat dewan direksi ini atau tidak- “ belum selesai Kenzo dengan kata-katanya tiba-tiba Ronald muncul di ruangan itu dengan penampilan yang benar-benar berantakan.
Kenza dan seluruh orang di ruangan itu melihat Ronald dari atas ke bawah lalu ke atas lagi.
“Ayo kita mulai rapat ini!!” Ujar Ronald, yang dengan santainya masuk ke dalam ruangan rapat dan langsung menuju ke arah Kenzo. Dia benar-benar mengabaikan semua tatapan orang padanya.
Semua mata langsung menyipit melihat ke arah Ronald yang berjalan seakan-akan tidak ada terjadi apapun. Tak terkecuali Kenzo dan Alesya. Mereka pun melihat Ronald tanpa berkedip.
Ronal semakin dekat ke arah Kenzo dan suara-suara miring yang tadi nya hanya selayang-selayang kini mulai dapat di dengar dengan jelas oleh telinga manusia normal tak terkecuali Ronald.
“Dia sungguh tidak tahu malu!!” ujar salah seorang dewan direksi dengan nada sinis.
“benar-benar pria yang tidak tahu malu!!”Timpal dewan direksi yang lainnya yang tak kalah sinis dari dewan direksi sebelumnya.
__ADS_1
“kenapa dia masih berani kesini!! Apa dia tidak takut di tangkap oleh polisi!!suara-suara yang lain pun bermunculan.
Kenzo dan Alesya melontarkan pandanganya ke seluruh ruangan itu, mereka melihat para dewan direksi mulai mengoceh tentang Ronald yang masuk tanpa ada rasa malu sedikit pun.
“Ini tempat ku Kenz!! Kau bisa kembali ke tempat mu!” Ujar Ronald pada Kenzo begitu ia sampai di depan Kenzo.
Kenzo hanya diam saja mendengar apa yang baru saja Ronald katakan padanya namun Kenzo terlihat benar-benar tidak ingin beranjak dari tempat itu. Dia benar-benar hanya diam, tidak berpindah walau satu senti pun.
“hei Ronald!! Apa urat malu mu sudah putus!! Kenapa kau masih berani memperlihatkan wajah mu di depan kami semua!!!” Sorak salah seorang dewan direksi pada Ronald yang mencoba mengusir Kenzo dari kursi itu.
“Tutup mulut mu!! Apa kau lupa kalau aku adalah pemimpin perusahaan ini!! Pemilik saham terbesar di perusahaan ini!!” Seru Ronald berang. Dia tidak suka ada orang yang meneriaki nya seperti itu. Memandang rendah dirinya.
“Pemilik perusahaan ini!! Cih!! Sungguh tidak tahu malu!! Kau kira kami tidak melihat apa yang kau dan Jenny katakan di ruangan mu!! Kami mendengar semuanya dengan baik Ronald!! Kau tidak ada hak di perusahaan ini..!! ini bukan milik mu!” teriak dewan direksi yang lainnya.
Ronald melihat semua orang di ruangan itu dengan mata merahnya. Lalu bagaikan orang gila dia melemparkan semua barang-barang yang ada diatas meja itu ke lantai.
“tutup mulut kalian!! Kalian sungguh tidak tahu terima kasih!!” Suara Ronald terdengar sangat menggelegar.
__ADS_1
Untungnya jantung Kenzo cukup kuat untuk menahan semua hal yang mengejutkan yang terjadi di depannya barusan.
***bersambung..