Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 15#Rencana Kenzo dan skala#8


__ADS_3

"Frans!! mau sampai kapan kau tidak akan menikah?" Nania bertanya pada putranya. Dia tahu Frans sangat mencintai Alesya tapi mau bagaimana lagi saat ini Alesya sudah menikah dan bahkan sudah memiliki anak. Tak ada satu orang pun yang tidak tahu kalau Alesya adalah istri Kenzo Dayson.


"Untuk saat ini aku masih ingin sendiri bu." Jawab nya tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas kerja dihadapannya.


"Ibu mohon pada mu Frans. Sekali ini saja turuti perkataan ibu. Coba lah untuk berkenalan dengan anak teman ibu sewaktu kuliah di Australia dulu. Ibu dengar dia sedang ada urusan di kota H. Ibu bisa memintanya untuk datang kemari jika kau mau." Bujuk Nania pada putranya.


Tapi Frans diam seakan dia tidak mendengar perkataan Nania.


"Frans!! Apa sulit nya sih cuma untuk saling mengenal terlebih dahulu. Ibu itu tidak meminta mu untuk menikahi nya." Nani terus mendesak Frans.


"Bu! Ibu meminta nya dari kota H ke kota A hanya untuk berkenalan? Apa ibu tidak merasa kalau hal itu akan menyusahkan nya?"


"Ibu yakin dia tidak akan merasa keberatan dengan hal itu."


"Terserah ibu." Ujar Frans malas berdebat dengan ibunya.


"Ini foto gadis itu." Nania meletakan sebuah foto di meja kerja Frans dan meninggalkan anaknya yang sedang sibuk bekerja itu.


Setelah ibunya keluar Frans tanpa melihat foto itu langsung memasukan foto itu ke lacinya sebab jika ia memasukan foto itu ke tong sampah maka ibu nya pasti akan tahu dan akan menceramahi nya lagi.


"Adit, kamu dimana?" Tanya Frans. "temani aku makan malam di luar." Frans pun mematikan telpon nya.


###


"Dasar pria gila!!!" Gerutu Alesya sambil menuruni tangga.


Masih dalam keadaan kesal, Alesya melihat Dyana yang sudah berpakaian rapi duduk cantik di salah satu sofa. "Mau kemana dia?" Tanya Alesya dalam hati.


Alesya teruss saja berjalan ke arah dapur. Dia ingin menyiapkan makan malam Skala.


Ketika Alesya sibuk menyiapkan makan malam Skala tiba-tiba ia mendengar, “Kau sudah siap Kenz?”


“Mereka mau pergi keluar? Pasti tujuannya adalah untuk membuat ku cemburu.” Alesya berencana tidak memperdulikan Kenzo dan Dyana. Tapi dia teringat jika ia harus membuat Dyana mundur dari rencana yang dibuat Kenzo dan Skala dengan berpikir kalau Alesya mencintai Kenzo.


“Bik, tolong antarkan ini ke kamar Skala ya.” Alesya menyerahkan makanan yang telah dibuatnya untuk Skala pada pelayan di rumah itu.


“Kalian mau kemana?”Seru Alesya dari dapur.


“Kenzo dan Dyana memang sedari tadi menunggu respon yang akan ditunjukan oleh Alesya.”


“Aku dan Dyana akan makan malam di luar malam ini.”Jawab Kenzo sambil terus melangkah mendekati Dyana.


“Aku ikut!!!” Ujar Alesya.


“Hei, Alesya bisakah kau tidak merusak makan malam kami?’ Ucap Dyana, pura-pura kesal jika Alesya ikut serta.


“Dyana... Kenzo itu suami ku. Dan sebagai istrinya aku harus berada di manapun suami ku berada.” Tukas Alesya.


“terserah!! Tapi jangan sakit hati kalau nanti –“Dyana sengaja menggantung kalimat nya. Dia segera menggandeng tangan Kenzo.


Mesti Alesya tahu bahwa itu semua adalah sandiwara belaka dan Dyana adalah bibi nya Kenzo, tapi entah mengapa hati Alesya tetap merasa sakit. Tanpa sadar, Alesya sengaja berjalan lurus diantara Kenzo dan Dyana agar tangan Dyana terlepas dari lengan Kenzo. Mungkin ini adalah reflek otomatis yang dimiliki oleh seorang wanita ketika ia melihat miliknya diganggu oleh orang lain. Tapi kenapa Alesya harus merasa begitu.


Hingga di dalam mobil pun hal ini tidak berakhir, Kenzo akhirnya terpaksa duduk disamping supir sebab Alesya dan Dyana ngotot untuk duduk disebelah Kenzo.


Sesampainya di Restaurant, Kenzo jadi pusing sendiri sebab Alesya dan Dyana tak henti-henti nya bertengkar. Mulai dari posisi duduk. Memilih menu. Kenzo bahkan sampai berpikir apa mungkin rencananya dan Skala salah?


“Alesya?”Sapa Frans yang kebetulan juga akan makan malam disana.

__ADS_1


“Frans? Sapa Alesya, heran melihat Frans ada disana.


Kenzo dan Dyana pun reflek melihat ke arah Frans. “Sedang apa laki-laki disini?” Gumam Kenzo dalam hati. Kedatangan Frans hanya akan menambah sakit kepala nya saja.


“Kursi ini Kosong?”


“Ya!!” Jawab Alesya.


‘Tidak” Jawab Kenzo


Alesya dan Kenzo saling lihat sebab mereka memberikan jawaban yang berbeda bersamaan.


Dyana dan Frans melihat Kenzo dan Alesya heran.


“apa ini pria yang diceritakan oleh Kenzo?” batin Dyana.


“Aku akan malam bersama kalian.” Dengan sedikit menebalkan muka, Frans bergabung di meja itu.


Alesya menyambut Frans dengan senyuman sedangkan Kenzo menyambut Frans dengan wajah kesal nya sedangkan Dyana hanya pasang wajah datar sebab dia belum tahu siapa Frans sebenarnya.


“Aditya, aku akan makan bersama mereka katakan kepala pelayan agar pesanan ku di antar ke meja ini saja”


“baik tuan.” Aditya pun pergi untuk menyampaikan hal itu kepada pihak restauran dan kembali ke meja nya semula.


Suasana mendadak menjadi canggung. Dyana memutuskan untuk diam sebab ia tidak pernah diberitahu harus berakting seperti apa jika ada orang luar diantara mereka. “Sebaiknya aku diam saja.” Putus Dyana.


“Alesya ini.” Frans meletakan steak yang sudah ia potong -potong ke hadapan Alesya. “Dulu kau sangat menyukai steak kan? Aku harap kau masih menyukainya.” Ujar Frans mencoba membawa Alesya kembali ke masa lalu.


Frans ingat kalau Aleysa sangat suka sekali makan steak. Bahkan tak jarang itu menjadi menu favorit Alesya ketika di kantin sekolah mereka dulu.


“terima kasih Frans.’Ujar Alesya sambil ingin mengambil salah satu potongan steak namun dengan cepat Kenzo mengambil piring itu dan berkata,”Tidak baik makan daging untuk makan malam.” Kenzo lalu mengganti steak yang diambilnya tadi dengan sepiring salad.


Lalu Kenzo menyerahkan steak itu ke Dyana, “ini makanlah.” Ujar Kenzo.


“oghey...” Gumam Dyana dalam hati. Dia senang sekali makanan kesukaan tiba-tiba hadir di depannya.


Frans menatap kesal pada Kenzo. Sudah jelas steak itu milik Frans dan Frans memberikannya pada Alesya lalu Kenzo dengan sesuka nya mengganti steak itu menjadi salad dan memberikan pada wanita yang duduk disebelahnya.


Kenzo melihat ketidaksukaan dari pancaran mata Frans, dengan santai dan dengan ciri khas arrogan yang ia miliki Kenzo berkata, “kalau kau tidak suka kau bisa kembali ke meja mu.”


Frans yang mendengar itu terpaksa diam karena bagaimana pun dia duduk di meja di Kenzo.


Alesya memakan salad yang diberikan oleh Kenzo dengan wajah jutek apalagi ketika ia melihat Dyana sedang hikmat menyantap steak yang seharusnya menjadi miliknya.


Dyana juga meletakan beberapa potong steak itu ke piring Kenzo. Walau Alesya sadar itu hanya permainan mereka berdua tapi tetap saja menyakitkan ketika milik mu di nikmati oleh orang lain, entah itu Kenzo atau pun steak itu. Keduanya menurut Alesya adalah milik Alesya, paling tidak untuk malam ini.


Rasa kesal semakin menumpuk dihati Alesya. Diambil nya segelas wine yang ada di hadapannya. “Aneh nya kau Alesya, makan salad tapi minuman mu wine!!’ ejek Alesya pada dirinya sendiri.


Bagaimana cara nya ia akan menempel pada Kenzo kalau Frans juga duduk disana. Apa yang akan dikatakan oleh Frans kalau melihat tingkahnya nanti. Terpaksa rencana Alesya gagal malam ini.


Alesya meminum wine itu sekali lagi. Rasa nya lebih getir dari wine yang pernah Alesya minum sebelumnya. Sepertinya kadar alkohol di dalam wine ini cukup tinggi.


“Sudah cukup!!’ frans menahan tangan Alesya ketika Alesya ingin menuangkan wine lagi ke gelas nya.


“Aku sudah lama tidak minum Frans, please biarkan aku minum segelas lagi.” Ujar Alesya.


“Baiklah . Tapi ini yang terakhir.”Frans memindahkan botol wine untuk jauh dari jangkauan Alesya.

__ADS_1


“permisi, aku kebelakang sebentar.” Alesya pun pergi meninggalkan Kenzo, Frans dan Dyana.


Kenzo yang melihat Alesya yang berjalan dengan keadaan yang sedikit mabuk segera mengejar Alesya. Sedang kan Frans yang melihat Kenzo mengikuti Alesya juga ikut berdiri dan mengikuti mereka.


Dyana yang memang tidak ingin terlalu ikut campur hanya membiarkan Kenzo dan Frans mengikuti ALesya. Dengan tenang Dyana memakan kembali steak milik Alsya yang diberikan oleh Kenzo pada nya.


Alesya berjalan menuju toilet wanita. Karena sedikit mabuk Alesya beberapa kali hampir menabrak orang-orang yang kebetulan berselisih jalan dengan nya. Kenzo yang melihat hal itu segera memegangi tubuh Alesya.


Alesya menatap Kenzo dengan tatapan kesal. “lepaskan!!” Ronta Alesya.


“Tidak!! Aku tidak akan melepaskan mu. Kau mabuk Alesya. Ayo kita pulang saja.” Ujar Kenzo sambil menarik paksa Alesya.


“Lepas kan!! Apa hak mu untuk membawa ku pulang!! Kau bawa saja wanita mu pulang!!” tolak Aleysa.


“Alesya!! Aku suami mu dan kau harus menuruti perkataan ku!”


“Suami? Apa kau lupa kalau pernikahan kita hanya pernikahan kontrak! Kau bahkan membawa wanita lain untuk tinggal di rumah kita.” Timpal Alesya, karena sedikit mabuk Alesya jadi lancar jaya memuntahkan semua kekesalannya.


Tapi satu hal yang Alesya dan Kenzo sadari, Frans ada di balik dinding tidak jauh dari mereka. Dan Frans sudah mendengar semua yang Kenzo dan Alesya bicarakan. Dari sini Frans paham ternyata hubungan Kenzo dan Alesya tidak lebih dari sebuah kontrak. Dan wanita yang ada bersama mereka tadi adalah kekasih Kenzo. Pantas saja wanita itu tidak banyak bicara.


“Alesya, ayo pulang!!” Kenzo menarik paksa tangan Alesya. Tapi sekali lagi Alesya menepis tangan Kenzo.


Tidak menyerah, Kenzo kembali ingin menarik tangan Alesya namun belum sampai tangan Kenzo menyentuh tangan Alesya, sebuah tangan sudah menahan tangannya terlebih dahulu.


“Aku sudah mendengar semuanya. Lepaskan dia! Kau tidak berhak menyentuhnya!”Ujar Frans dengan wajah dinginnya.


“Ini bukan urusan mu! Sebaiknya kau jangan ikut campur Frans.” Seru Kenzo.


“Ini urusan ku sebab Alesya adalah wanita yang aku cintai dulu, sekarang dan selamanya.” Tukas Frans.


“Tapi dia istri ku.” Ucap Kenzo marah.


“Mungkin yang kau maksud adalah istri kontrak mu. Sudah aku katakan Kenzo aku sudah mendengar semua nya. Mulai saat ini aku tidak akan ragu lagi untuk mendekatinya. Dan kau, tidak perlu pura-pura lagi untuk menghalangi ku untuk mendekatinya. Pergilah. Kekasih mu sudah lama menunggu mu.”


“Sudah aku katakan ini bukan urusan mu!!” Kenzo meraih paksa Alesya. “Jika pun benar pernikahan kami hanya sebuah kontrak aku tidak akan pernah melepaskannya.” Kenzo menggendong paksa Alesya. Meski Alesya meronta-ronta minta diturunkan Kenzo tetap membawa nya keluar dari hotel itu.


Dyana yang sedang makan heran melihat Kenzo yang sedang menggendong Alesya, tapi yang lebih mengherankan lagi bagi Dyana kenapa Kenzo pergi begitu saja. Bagaimana cara Dyana pulang dan lebih parahnya siapa yang akan membayar semua ini. Kenzo memang kaya raya. Tapi kalau keponakan mu seorang yang kaya raya, itu tidak berarti kau juga seorang milyader seperti nya.


Dyana memukul kepada nya sendiri dengan tangannya. Kesal sebab ia harus mengeluarkan uangnya untuk semua ini. “aku pasti akan meminta untuk untuk mengganti uang ku nanti Kenz!!’ rutuk Dyana dalam hati.


Ketika Dyana ingin membayar, ternyata semua sudah dibayar oleh Frans. Dyana pun merasa tenang sebab ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar semua hal itu.


Dengan sebuah senyum lebar Dyana keluar dari restauran itu. Kini ia harus mencari taxi agar dapat kembali ke rumah Kenzo. Ketika Dyana sedang menunggu taxi, tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam datang menghampirinya. Dyana merasa tidak mengenal mobil itu. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.


Pemilik mobil pun menurunkan kaca mobil nya dan berkata,” naiklah.”


Dyana merasa pernah mendengar suara ini dan benar saja ternyata itu adalah suara Frans. Laki-laki yang duduk bersama dengan nya, Kenzo dan Alesya ketika makan malam tadi.


“Tidak, terima kasih.” Tolak Alesya sambil memasang wajah tidak pedulinya.


“kalau kau tidak mau masuk maka aku akan menelpon wartawan dan mengatakan selingkuhan Kenzo Dayson dilabrak oleh nyonya Dayson di restoran XXX” ancam Frans.


“Panggil saja!!” ujar Dyana tidak takut dengan ancaman Frans.


“Kalau begitu –“ belum sempat Frans mengatakan maksudnya tiba-tiba wanita tadi berteriak memanggil taxi sambil berjalan meninggalkan Frans dan menuju Taxi itu.


“Aku akan menemui mu lain kali.” Frans pun melajukan mobilnya.

__ADS_1


******************Bersambung........................


Hai..hai. jangan lupa besok hari senin lho.. jangan lupa vote untuk otor biar otor semakin semangat nulisnya.


__ADS_2