
“apa? Jadi dia terobsesi dengan Kenzo?” Seru Alesya tidak percaya kalau wanita yang ditemuinya tadi diruang tengah adalah pengagum fanatiknya Kenzo.
Dyana menghela nafas panjang mendengar perkataan Alesya.
“Dia tidak hanya terobsesi dengan suami mu Alesya. Dari dulu sampai sekarang, Mailani ingin memiliki Kenzo seutuhnya.” Dyana kembali menarik nafas dalam setelah mengatakan kebenaran itu pada Alesya. Itulah mengapa dia tidak menyukai Mailani sebab Mailani selalu mengganggu keponakan nya.
“bukankah Kenzo adalah keponakannya. Bagaimana dia bisa memiliki perasaan seperti itu pada keponakannya sendiri.” Tanya Aleysa, yang merasa semua hal ini sangat mind blowing. Ini benar-benar di luar pemikiran Alesya.
“Alesya, ada hal yang perlu kau ketahui. Mai dan Kenzo sudah lama saling kenal. Bahkan sejak mereka ada di bangku sekolah lalu kalau tidak salah mereka juga kuliah di jurusan yang sama. Dan itu terjadi bahkan sebelum ibu ku menikah dengan ayahnya Mailani. Mereka sudah dekat." ujar Dyana.
"No! Aku perbaiki! Mai selalu menempel pada Kenzo! Dimana pun Kenzo berada maka Mai sudah bisa dipastikan juga akan ada disana.” Tegas Dyana. Dia tidak ingin memberikan penjelasan yang salah pada Alesya. Bisa-bisa Alesya malah jadi salah paham.
“yang pasti, aku sangat tahu kalau Mailani sangat menginginkan suami mu. Dan setelah mendengar kabar pernikahan kalian, aku rasa itu lah yang membuat dia berani datang ke kota ini. Kau harus berhati-hati dengan saudari tiri ku itu Alesya." Dyana mencoba memperingatkan Dyana betapa berbahaya nya Mailani ini.
__ADS_1
"apakah seberbahaya itukah dia?" Alesya memang sempat merasakan signal-signal permusuhan yang dipancarkan oleh Mailani ketika mereka bersalaman tadi. Dia ingat bagaimana cara Mailani menatapnya dengan tatap angkuh, tidak suka dan sedikit merendahkan. Hanya saja sewaktu salaman tadi Alesya tidak bisa mendefinisikan tatapan Mailani sedetail sekarang. Tetapi setelah mendapatkan penjelasan yang panjang kali lebar dari Dyana, akhirnya Alesya paham makna tatapan Mailani padanya tadi.
Alesya menatap Dyana sambil menyipitkan matanya. "Bukan kah kau seharusnya mengatakan ini lebih awal pada ku?atau jangan-jangan ini adalah rencana mu dan Kenzo untuk mengerjai ku? aku masih ingat waktu kau, Kenzo dan Skala bersekongkol beberapa waktu lalu." Bak tidak mau jatuh dalam jebakan yang sama, kali ini Alesya memilih untuk menekan Dyana guna memperoleh informasi yang sebenarnya.
"aku bersumpah Alesya! Kali ini aku dan Kenzo benar-benar tidak sedang berkerja sama untuk mengerjai mu. Apa kau tidak bisa membedakan mana yang hanya sebatas akting belaka dan mana yang betulan?" Dyana tahu kalau Alesya pasti akan berpikir ke arah ini. Mengingat dia pernah bekerjasama dengan untuk mengerjai Alesya.
"kalau benar begitu, aku memang harus mewaspadai wanita ini. tapi kenapa kau dan Kenzo diam saja tadi malam. Kalau dia adalah musuh yang harus aku hadapi dengan persiapan ekstra seharusnya kalian tadi malam memberitahu diri ku siapa Mai sebenanya. So aku kan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi wanita sejenis dia.” Ungkap Alesya.
“aku dan Kenzo tidak ingin membuat mu merasa khawatir mengenai masalah ini Alesya. Aku yakin Kenzo akan langsung memintanya pulang kembali ke Australia begitu dia sampai di pintu gerbang rumah ini. Hanya saja ternyata dia yang datang lebih dulu dari pada diri mu dan Kenzo. Sehingga kejadiannya jadi seperti tadi.” Jelas Dyana sambil nyengir dan memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
“dan maafkan aku Alesya. Bagaimana pun dia adalah adik sepupu ku. Aku sungguh malu dengan kelakuannya itu.” Dyana meraih tangan Alesya. Dari sorot mata Dyana terpancar rasa bersalah yang teramat dalam.
“Hei! Itu bukan salah mu bi. Kenapa kau yang harus meminta maaf pada ku?”Alesya menggenggam tangan Dyana. “aku harap Kenzo sudah berhasil menyuruhnya untuk pulang.” Ujar Alesya sambil tersenyum. Alesya tidak menduga akan ada hal besar yang sedang menantinya sebentar lagi.
__ADS_1
***bersambung..
pasti akan ada yang bilang..
yah otor masalah satu aja belum kelar otor dah nambah kerikil lain lagi dalam hidup dua sejoli ini...
##heeem.. apakah dalam hidup sebuah masalah baru akan datang setelah satu masalah selesai? kayaknya masalah itu tidak mengenal kata antri layaknya di lagu Projek P "antri lah di loket.. untuk beli tiket.. #alah otor malah jadi nyanyi... hehehe
intinya masalah itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Waspada lah.. waspada lah..
#haalaaah.. rasa acara tipi jaman dulu...
#ayooo siapa yang ingat?
__ADS_1
hati-hati.. otor sudah mulai masuk gigi satu inih... 🙉