Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 32# Karena aku sayang#5


__ADS_3

“kerja bagus Jack!” ujar Kenzo pada Jack yang sedang berbicara dengannya di telpon.


“aku yakin, besok pagi para investor pasti sudah akan menarik uang mereka dari perusahaan Diningrat.” Jawab Jack.


“Aku yakin juga begitu.” Balas Kenzo.


“tapi tuan, hal ini sedikit banyaknya akan mempengaruhi perusahan kita yang memang dari dulu bekerja sama dengan perusahaan tuan Ronald.” Jack mengingatkan Kenzo kalau tentu saja semua hal ini akan memberikan dampak untuk. perusahaan Kenzo sebagai partner perusahaan Diningrat.


“Heem... aku sudah memikirkan hal itu sebelum aku melancarkan rencana serangan ini Jack. Kerugian itu tidak seberapa. Kita malah akan mendapatkan keuntungan yang besar jika bisa membeli saham dari perusahan Ronald dalam jumlah besar.”Ujar Kenzo penuh keyakinan.


“ Saat ini, kemungkinan besar pihak Ronald akan menghubungi perusahaan kita sebagai partnernya selama bertahun-tahun untuk meminta suntikan dana. Prediksi ku, besok pagi kau akan disibukkan dengan semua kekacauan malam ini Jack.” Sambung Kenzo.


“Ingat!! Ketika mereka meminta suntikan dana untuk menutup dana yang ditarik oleh para investor kau ajukan syarat seperti rencana kita selanjutnya.”


“kau tenang saja tuan!! Aku sudah mempersiapkan semua hal untuk rencana ini.” Jawab Jack yang memang sudah mempersiapkan segalanya.


“Mereka tidak akan ada pilihan lain selain menjual saham-saham itu pada ku. Pertama aku adalah partner lama mereka dan kedua aku adalah menantunya. Dia pasti tidak ingin saham itu jatuh ke tangan orang asing. Ingat langsung setujui saja jumlah uang yang mereka ajukan agar rasa percaya mereka lebih besar pada ku.” Ungkap Kenzo.


“Baik tuan.” Jawab Jack.

__ADS_1


“Ooo iya Jack. Apa kau sudah tahu di mana Agnez?” tanya Kenzo.


“belum tuan. Belum ada info mengenai keberadaan nona Agnez.”jawab Jack.


“heem.. kau tetap selidiki itu dan kabari aku kalau ada info lebih lanjut tentang dia.” Kenzo pun menutup telponnya.


****


Di rumah tuan Puji, berita tentang perusahaan keluarga Agnez juga sudah sampai ke telinga setiap orang di rumah itu.


Agnez yang sedang diperiksa oleh Marcus masih belum mengetahui apapun. Dia masih melanjutkan sandiwaranya saat ini.


“bagaimana keadaanya tuan Marcus?” Tanya Mona yang menemani Marcus di kamar itu.


“Heem... bagaimana dia masih bisa memiliki semangat untuk hidup.” Tiba-tiba Jasmin masuk ke kamar itu dan ikut dalam pembicaraan Mona dan Marcus. “kalau saja dia tahu keluarga nya sedang dalam keadaan yang sangat pelik saat ini.” Lanjut Jasmin sambil sedikit berbisik.


“apa maksud anda nyonya Jasmin?” tanya Marcus yang jadi penasaran dengan hal yang baru saja Jasmin katakan.


“Perusahan milik keluarga nya terancam bangkrut karena kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh ibu nya Agnez ini.” Jawab jasmin dengan memasang wajah yang pura-pura simpati dengan permasalahan yang sedang menimpa keluarga Agnez.

__ADS_1


“Benarkah?” Seru Mona yang terkejut mendengar kabar itu. “Semoga Agnez kuat menghadapi persoalan ini.”ucap Mona yang benar-benar prihatin dengan nasib buruk yang baru saja menimpa keluarga Agnez.


Marcus melihat wajah Agnez yang terlihat seperti terlelap itu. Dia merasa iba, bagaimana mungkin nasib buruk bisa menimpa wanita ini berkali-kali dalam waktu yang hampir bersamaan.


“anda harus selalu menemaninya nyonya Mona.” Ujar Marcus pada Mona yang duduk di dekat Agnez.


“kalau bisa, nyonya Agnez tidak usah dikabari tentang hal ini terlebih dahulu, aku takut berita ini malah memperburuk keadaannya.” Ucap Marcus.


“aah.. maaf kan aku, aku tidak tahu kalau berita ini akan memberikan dampak buruk pada nya. Tapi saat ini dia tidak bisa mendengarkan pembicaraan kita kan, tuan Marcus?” tanya Jasmin, pura-pura menyesal telah mengatakan hal itu.


“Aku rasa dia sedang tertidur nyonya Jasmin.” Jawab Marcus.


“oo.. iya, tuan Marcus, tuan Puji mengatakan pada ku kalau anda sudah selesai memeriksa Agnez, tuan Puji ingin membicarakan tentang bisnis bersama anda di ruang kerja nya.” Ucap Jasmin.


“ya, aku sudah selesai. Sebab permasalahan nyonya Agnez ini hanyalah dia tidak mau makan dan tidak bersemangat untuk hidup.” Ungkap Marcus blak-blakan.


“Syukurlah kalau dia memang sudah bosan untuk hidup.” Gumam Jasmin dalam hati.


“kalau begitu mari saya antarkan tuan ke ruang kerja tuan Puji. ” Tawar jasmin, paling tidak untuk saat ini hanya sampai batas ini, dia baru berani mendekatkan diri dengan Marcus.

__ADS_1


Marcus pun mengikuti Jasmin menuju ruang kerja tuan Puji.


*bersambung...


__ADS_2